www.riaukontras.com
| | | Merasa Dipersulit, Pengusaha di Bagansiapiapi Kesal Satu Tahun Izin Usahanya Tidak Keluar | | Merasa Dipersulit, Pengusaha di Bagansiapiapi Kesal Satu Tahun Izin Usahanya Tidak Keluar | | Bersama Ulama dan Anak Yatim Piatu 1.500 Orang Gelar Yasinan, Tahlil Tahmid dan Doa Bersama | | Polres Inhil Musnahkan Barang Bukti Shabu Sebanyak799,50 Gram Dan 2997 Butir Pil Extacy | | SPJ POL-PP Tahun 2019, Inspektorat Menunggu Informasi Dari Walikota Bandar Lampung
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 02 Desember 2020
 
Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
Editor: | Senin, 01-06-2020 - 13:19:03 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
  •  

    TELUK KUANTAN, RIAUKontraS.com - Pemerintah indonesia, melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menerbitkan Permendesa Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Permendesa Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2020.

    Dalam Perpu Nomor 1 Tahun 2020 ditegaskan, pengutamaan penggunaan dana desa adalah dapat digunakan antara lain untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penduduk miskin di desa dan kegiatan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (covid-19).

    Yang mana pada tahap pertama sebanyak 15 persen, tahap kedua 15 dan tahap selanjutnya 10 persen yang akan dibagikan kepada penerima yang terdampak Covid-19 tersebut, dari setiap penerima akan diberikan bantuan secara tunai sebesar Rp.600.000 per setiap bulannya.

    Namun lain halnya, disalah satu Desa di Kecamatan gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, pembagian BLT-DD yang di salurkan pada 21 mei 2020 lalu, yang diberikan sebanyak 103 Kepala Keluarga (KK) menimbulkan polemik dikalangan masyarakat, Bagaimana tidak dari 103 penerima tersebut, ada 3 orang penerima berstatuskan sebagai anggota BPD, bahkan bukan itu saja, yang lebih lucunya, salah seorang penerima mengatakan setelah uang dikasihkan sejumlah Rp.1.200.000 per KK, malam nya kepala desa beserta perangkat memungut uang Rp.100.000 per orang dengan tidak secara bersamaan.

    "kami di pungut 100 ribu per orang, oleh kades, dan ada juga penerima yang lain, dipungut perangkat desa juga 100 ribu," ujar penerima yang enggan disebutkan namanya.

    Yang mana menurut keterangan penerima, ada 13 penerima yang dipungut secara keseluruhan, bahkan saat ditanyakan alasan apa kades ataupun perangkat desa memungut uang tersebut, penerima menjelaskan " tidak ada alasan nya, dan tanpa ada penjelasan," ujarnya.

    Saat dikonfirmasi via handphone oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kepala desa tersebut menjelaskan, " tidak ada pungutan, apa yang mereka katakan itu bohong," jelasnya

    Bahkan oknum kades tersebut cukup arogan saat komfirmasi tentang kebenaran informasi tersebut dan mengatakan, " siapa masyarakat yang melapor itu, ini ada pisau(belati), mau berkelahi ayo, ada tanah lapang untuk berkelahi," ucap kades tersebut saat ditanyakan tentang kebenaran informasi tersebut.

    Didalam hal tersebut Koordinator Wilayah FPII Kuantan Singingi berharap kepada pihak terkait menindak tegas kepada oknum kepala desa dan perangkatnya tersebut sesuai aturan dan UU yang berlaku, karena menurutnya, bukan saja masalah pungutan, melainkan ada nya penerima DD tersebut dinilai tidak tepat sasaran.

    " Kita berharap adanya tindakan tegas oleh pihak-pihak  terkait dalam perelakuannya tersebut, karena kita punya bukti rekaman dari sepenerima bantuan tersebut, " ucap ketua Korwil FPII Kuansing tersebut.

    Yen


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved