www.riaukontras.com
| Ketua DPRD Inhil Hadiri Perayaan Maulid Nabi di Mandah | | Taruna Akpol Riau Gelar Peringati Hari Sumpah Pemuda | | AMPG Riau Berkesempatan Membagikan Ratusan Paket Sembako Pada Warga | | Kapolresta Kembali Kunjungi Pusat Perbelanjaan Mall dan Plaza di Kota Pekanbaru | | Ngabalin Dukung IPJI Manfaatkan Uang Negara | | Dalam Sidang Online, KPK Sebut Bupati Bengkalis Nonaktif dan Istri Terima Uang Puluhan Miliar
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 30 Oktober 2020
 
Polres Bengkalis Bersama Bea dan Cukai Gagalkan Penyeludupan Narkotika Jenis Sabu
Editor: Indra | Selasa, 22-09-2020 - 11:26:45 WIB

TERKAIT:
 
  • Polres Bengkalis Bersama Bea dan Cukai Gagalkan Penyeludupan Narkotika Jenis Sabu
  •  

    Bengkalis, RIAUkontraS.com - Polres Bengkalis bersama Bea dan Cukai (BC) berhasil menggagalkan penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 kilogram di Pelabuhan RoRo Air Putih Bengkalis, Jumat 18 September 2020 lalu.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan SIK, didampingi pihak BC, Kasat Narkoba AKP Syahrizal dan KBO Narkoba Iptu Toni Armando, dalam press rilis yang digelar Kapolres Bengkalis pada Senin (21/9/2020).

    Kapolres menyampaikan, penangkapan sabu tersebut berawal dari informasi yang disampaikan BC Bengkalis pada Rabu, 16 September 2020, bahwa ada speedboat mencurigakan masuk ke perairan Pulau Bengkalis melalui Sungai Penampar Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.

    Dari informasi tersebut, tim Satres Narkoba langsung melakukan penyelidikan lebih dalam selama dua hari. Ternyata informasi yang disampaikan BC adalah benar, tim mengendus adanya narkotika masuk ke Bengkalis di bawah jaringan Roni Fasla alias Baron (39) yang merupakan seorang residivis.
    "Tim bergerak mengamankan pelabuhan Roll on Roll off (RoRo) dan mendapatkan informasi bahwa Roni Fasla telah menyeberang lewat RoRo tanpa membawa narkotika," kata Kapolres Hendra Gunawan.

    Tidak mau kecolongan, pihak kepolisian dan BC selanjutnya melakukan sweeping terhadap kendaraan yang antre dan parkir di Pelabuhan RoRo dengan menggunakan mobil BC untuk memantau situasi.

    "Dari sweeping ini, tim menggeledah satu unit mobil Agya warna merah, didalamnya terdapat tersangka bernama Dodi Kurniawan (34), warga Desa Wonosari kecamatan Bengkalis. tersangka merupakan jaringan Roni Fasla. Dalam mobil tersebut ditemukan satu buah tas warna merah berisi 10 bungkus diduga sabu, dikemas dalam bungkusan warna hijau tua dan kuning emas (untuk membedakan kualitas), yang diperkirakan seberat 10 kilogram," jelasnya.

    Lanjut Kapolres, setelah berhasil meringkus dan mengintrogasi tersangka Dodi, ternyata benar sabu tersebut adalah milik Roni, kemudian  tim terus melacak keberadaan Roni Fasla. Awalnya Roni meminta Dodi mengantarkan barang tersebut kepadanya di RoRo Sungai Selari Bengkalis. Namun akhirnya Roni mengubah lokasi transaksi ke Jalan SPBU Hangtuah Ujung, Pekanbaru Riau.

    "Roni berhasil kita amankan bersama satu unit mobil sedan Vios Hitam di pertigaan Jalan Hangtuah dan Harapan Raya Pekanbaru. Roni mengaku bahwa sabu itu benar miliknya yang diterima dari Ono (DPO) di daerah Jangkang Kecamatan Bantan. Ono adalah pembawa narkotika tersebut dari Malaysia yang diambil dari Azizie. Narkotika itu rencananya akan diberikan kepada seseorang bernama Rofi dengan sandi "cewek cantik".

    Selanjutnya tim satres narkoba berhasil menangkap pelaku Rofi di SPBU Kulim Ujung Pekanbaru bersama satu unit mobil Honda Brio. Dari keterangan Rofi, dia diperintahkan untuk menjemput barang oleh pemesan yakni F (DPO) yang berada di Kampar Riau.

    "Setelah barang (sabu-red) diterimanya, tersangka Rofi akan menyimpan barang tersebut sampai ada perintah selanjutnya dari pelaku F," ucap Kapolres lagi.

    Ditambahkan Kapolres Hendra Gunawan, ketiga tersangka ini memiliki peran masing-masing. Dodi berperan sebagai kurir pengantar barang ke Roni Fasla. Roni Fasla berperan sebagai pengendali dan kurir, sementara Rofi sebagai kurir dari pemesan F.

    "Roni ini dijanji upah Rp 8 juta perkilogram. Dari 10 kilogram itu dia baru menerima upah Rp15 juta. Sedangkan Kurir Rofi dijanjikan pemesan F upah Rp 5 juta dan baru dibayar Rp1 juta," pungkas Kapolres.

    Ketiga tersangka ini dijerat Pasal 114 (2) dan Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 (1) undang undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.


    Sumber : Kasubag humas Polres Bengkalis 

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Polres Bengkalis Bersama Bea dan Cukai Gagalkan Penyeludupan Narkotika Jenis Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved