www.riaukontras.com
| Khairul Akmal Langsa Fishing Competition | | Afrizal Sintong Bila Terpilih Jadi Bupati,Guru MDA,TK,Paud Akan Dikasi Honor dan Buka Lapangan Kerja | | Bara JP Riau Apresiasi Penuh Erick Thohir “Bersihkan " BUMN” | | Dinas Pariwisata Gelar Fishing Competition 2020 Renggali | | 145 PPDP di Kandis Siak Jalani Rapid Test Covid-19 | | Dusun Suka Jaya Dayun Jadi Kampung Tangguh Penanganan Covid-19
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 12 Juli 2020
 
PN Bengkalis Bebaskan WNA Malaysia Puncuri Ikan Wilayah Muntai, Mahasiswa Bantan Gelar Aksi Demo
Editor: | Jumat, 26-06-2020 - 19:15:32 WIB

TERKAIT:
 
  • PN Bengkalis Bebaskan WNA Malaysia Puncuri Ikan Wilayah Muntai, Mahasiswa Bantan Gelar Aksi Demo
  •  

    Bengkalis, riaukontras.com -  Pasca vonis bebas ketiga WNA Thionghua asal Malaysia dalam kasus illegal fishing di perairan Muntai, kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis oleh majelis Pengadilan Negeri Kabupaten Bengkalis pada Selasa, (23/6) kemarin, ternyata menuai reaksi Himpunan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bantan- Bengkalis (Hipemtan) Bengkalis.
     
    “Vonis tidak bersalah atau bebas terhadap ketiga WNA asal Malaysia kasus illegal fishing oleh Pengadilan Negeri Bengkalis bentuk ketidak seriusan penegak hukum dalam mempertahankan kedaulatan NKRI, kita dari Hempatan Bengkalis dalam waktu dekat akan gelar aksi di depan kantor Pengadilan Negeri Bengkalis Jalan Karimun Bengkalis,” ungkap Ketua Hempatan Bengkalis Madnawi Ismail kepada sejumlah awak media Kamis kemarin.
     
    Ia juga mengatakan, keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkalis memvonis tidak bersalah atau bebas ketiga WNA yang merupakan warga Thionghua asal Malaysia patut untuk dipertanyakan sejauh mana penegakan hukum yang dijalankan hakim tersebut.
     
    “Ketiga terdakwa tersebut  sudah jelas ditangkap Satuan Polisi Airud Polres Bengkalis lengkap beserta barang bukti mencuri ikan di perairan diwilayah NKRI. Yang jelas mereka masuk diwilayah perairan laut teritorial Indonesia titik kordinat ditangkap sangat jelas,” tegasnya lagi.
     
    Menurutnya, bahwa keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkalis dinilai tidak sepihak kepada masyarakat khusunya para nelayan. Bahkan mereka menggunakan pencurian ikan dengan menggunakan ketiga terdakwa alat tangkap pukat harimau yang merusak ekosistem.
     
    “Bagi kami, itu hanya alibi yang sangat luar biasa, hukum di negara ini bisa disetting, kami juga menduga ada oknum hakim PN yang bermain dalam kasus ini," tegas Madnawi.
     
    Sebelumnya ketiga orang nelayan berkewarganegaraan Malaysia diamankan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Bengkalis diduga melakukan aksi pencurian ikan atau menangkap ikan secara ilegal di wilayah Perairan Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia.

    Tiga warga asing penangkap ikan tanpa izin itu, diamankan petugas, Selasa (21/4/20) sekitar pukul 07.30 WIB. Pelaku sedang melakukan aksi di Perairan Desa Muntai, dan dilaporkan oleh masyarakat setempat di titik kordinat 1°38.652N - 102°36.213E.
    Selain tersangka petugas juga mengamankan satu unit kapal dengan nomor lambung kapal JHF 2465 B, berbendera asing, beserta barang bukti pukat harimau serta hasil tangkapan ikan berbagai jenis sekitar 150 kilogram, udang 5 kilogram dan sotong 5 kilogram.
    Tiga terdakwa tersebut adalah Heng Wah Wat (49), Nakhoda beralamat Jalan Ria Jaya 1 Taman Ria Jaya 45400 Sekincan, Tan Chong Pin (61), ABK beralamat Kampung Raya 86000 Kluang, Johor dan Pua Sin Kue (56), ABK beralamat Kampung Raya 86000 Kluang, Johor, Malaysia. (Rls/Indra)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • PN Bengkalis Bebaskan WNA Malaysia Puncuri Ikan Wilayah Muntai, Mahasiswa Bantan Gelar Aksi Demo
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved