www.riaukontras.com
| Pekola Pintu Masuk Bagi Penegak Hukum Untuk Memeriksa Pejabat Kota Langsa | | Di DPRD Kota Pekanbaru Dana Publikasi Media Diduga Jadi Ajang Korupsi | | Pilu, Seorang Ibu Muda di Temukan Meninggal di Belakang Rumahnya | | Tiga Saksi Tuding Indra Gunawan Terima Uang 50 Juta, Akhirnya E'et Duduk Dikursi Persidangan | | PH Wahyu Setiawan Minta Gubernur Papua Barat Dihadirkan Dipersidangan | | Bupati Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 10 Juli 2020
 
Upaya Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bengkalis Belum Memadai
Editor: | Kamis, 07-05-2020 - 15:41:43 WIB

TERKAIT:
 
  • Upaya Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bengkalis Belum Memadai
  •  

    BENGKALIS, RIAUKontraS.com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah melakukan bermacam - macam upaya untuk mengatasi memutuskan mata rantai  meluasnya penyebaran pandemi Covid-19, namun hal yang tak di inginkan tetap juga terjadi pada hasil Swab dengan hasil positif.

    Salah satunya terjadi pada seorang dokter RSUD Bengkalis yang berinisial AN dengan hasil Swab positif terinveksi Corona Virus Desease (Covid-19) pada 1 mei 2020, keterangan hasil Swab tersebut dikatakan oleh Wadir RSUD Bengkalis Rita Puspita.

    "AN tersebut adalah seorang dokter pada RSUD Bengkalis yang   terletak di jalan Kelapapati Tengah Kecamatan Bengkalis," ungkap Puspita.

    "Dan semua yang terkontak dengan AN pada saat pembagian takjil bersama Tim PKK telah kita lakukan rapid test, dan hasilnya hanya ada dua orang yang positif, selebihnya negatif, "tambah puspita.

    Dokter AN ini adalah salah satu dokter yang merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif Covid-19 di RSUD Bengkalis, oleh kerena AN terkontak langsung dengan pasien tersebut maka AN juga harus dilakukan rapid test kepada dirinya agar tidak terjadi penularan.

    AN telah melakukan tiga kali Swab, sesuai prosedur kesehatan swab pertama hasilnya invalid dan kedua hasilnya negatif, selanjutnya AN juga melanjutkan dengan melakukan Swab ke 3, namun hasil Swabnya belum diketahui, malah AN telah mengikuti acara pembagian takjil bersama sama dengan Tim PKK.

    "Apakah diperbolehkan seorang ODP masih menjalan test Swab mengikuti kegiatan kemanusiaan pembagian takjil dengan melakukan kontak langsung bersama Ibu - Ibu PKK dan masyarakat, apa tidak ada tim  dokter yang mengawasi dokter yang masih dalam pengawasan test Swab tersebut,"jelas Laskar Anti Korupsi (LAKI) Mulyadi Kabid Investigasi dan Verifikasi Data Kab. Bengkalis kepada awak media.

    Jangan hanya bisa menyampaikan kemasyarakat pesan dan ungkapan yang benar, namun oknum pemerintahnya sendiri yang tak memperdulikan dan mengabaikan betapa bahayanya Corona Virus Desease ini,"tambah Mulyadi.

    Walaupun posko posko telah didirikan disetiap pintu masuk perbatasan dalam lingkup Kabupaten Bengkalis, untuk mencegah orang orang dari zona merah masuk ke Wilayah kita agar tidak terjadi penularan, malah dari Dinas kesehatan sendiri yang lengah terhadap pasiennya hingga terjadilah 2 PDP hasil pembagian takjil.

    Kami ingin pemerintah Kabupaten Bengkalis melibatkan kami wartawan dalam gugus terdepan pencegahan Covid-19 ini.
    Kami wartawan juga relawan yang siap ditempatkan diposko - posko maupun acara penanganan Covid-19, kami wartawan juga mau melakukan pemberitaan secara cepat dan  tepat sesuai kejadian, kami wartawan juga salah satu terdampak Covid-19, kami wartawan juga butuh kesejahtraan, jadi diharap Pemerintah khususnya Kabupaten Bengkalis peduli kepada kami wartawan,"ungkap Mulyadi dengan tegasnya.

    "Menjelaskan kembali keterangan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis  Ersan Saputra TH  juga menjabat Plt. Direktur RSUD Bengkalis  pada konfrensi pers dilantai dua kantor Dinas Kesehatan, (3/05/2020) lalu, yang mengundang beberapa media saja.

    "Dr. AN sudah menjalani masa karantina sesuai dengan SOP, telah melewati masa 14 hari, makanya bebas kemana - mana, termasuk melakukan kegiatan bagi - bagi takjil, "ungkap Ersan.
    Terlebih lebih lagi hasil kedua Swabnya negatif, jadi sesuai SOP AN bukanlah termasuk ODP lagi, terang Ersan.

    Ditempat terpisah Aktivis Kabupaten Bengkalis Edi Hadinata angkat bicara terkait penyebaran pandemi Covid-19,  "Pemerintah telah melakukan penetapan dana penanggulangan Covid-19 yang telah disepakati Bersama antara Pemkab dan DPRD, dengan anggaran lebih kurang sebesar Rp.182.7 milyar".
    Akan tetapi warga masyarakat Bengkalis masih bertanya - tanya dengan dana sebesar itu dipergunakan untuk apa,"ungkap Edi.

    Warga masyarakat Bengkalis saat ini sudah sangat cemas dikarenakan akibat salah seorang Dr RSUD Bengkalis yang terinfeksi wabah Covid-19.

    Menurut Edi sangatlah beralasan warga bertanya anggaran sebesar itu, Alat Pelindung Diri (APD) saja di  RSUD Bengkalis tidak memadai, buktinya salah seorang dokter RSUD sudah terinfeksi Covid-19, bahkan honor tenaga medis belum dibayarkan sampai saat ini," ujar Edi mengakhiri.(Tim)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Upaya Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bengkalis Belum Memadai
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved