www.riaukontras.com
| DR Feryyandi ST MT MM di tunjuk Sebagai Pimpinan Sementara DPRD Inhil | | Kisruh Buket Padang Terancam Ke Ranah Hukum, Ini Kata Keuchik Zainuddin | | Kapten Inf Tarmizi Mewakili Dandim 0314/Inhil Pimpin Pemadaman Karhutla di Kec.Tempuling | | Dinas Kesehatan Kab. Inhil Dirikan Posko Kesehatan Dampak Kabut Asap | | Serius Tangani Karhutla, Kadus Lemang Ucapkan Terimakasih Kepada TNI | | Lewat Telepon, Jokowi Minta Menteri, Panglima TNI,hingga Kapolri Selesaikan Masalah Karhutla di Riau
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 16 09 2019
 
Program RLH Dinas Perkimtan Tahun 2018 di Kec. Pinggir Kacau Balau, Pemkab Bengkalis Terkesan Senyap
Editor: | Selasa, 16-07-2019 - 14:11:49 WIB
Fhoto : Dokumentasi Berkas Pelaksanaan Program RLH Dinas PERKIMTAN Kab. Bengkalis Tahun 2018
TERKAIT:
 
  • Program RLH Dinas Perkimtan Tahun 2018 di Kec. Pinggir Kacau Balau, Pemkab Bengkalis Terkesan Senyap
  •  

    PINGGIR DURI, RIAUKontras.Com – Program Pembangunan Rumah Layak Huni yang menjadi program Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (PERKIMTAN) Kabupaten Bengkalis Tahun 2018 dengan nilai anggaran yang cukup fantantis, memunculkan polemik dan kontroversi di tengah-tengah masyarakat, khususnya di 7 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Pinggir. Betapa tidak, Program Rumah Layak Huni dengan nilai anggaran sebesar Rp. 77.500.000,- per Desa, ini ternyata dalam realisasinya di lapangan sangat kacau balau.

    Proses pelaksanaan kegiatan program pembangunan RLH tumpang tindih dan mengabaikan mekanisme dan prosedur yang justru dibuat dan ditetapkan sendiri oleh Dinas PERKIMTAN Bengkalis.

    Ada 7 Desa yang menjadi penerima Program RLH tahun 2018 di Kecamatan Pinggir, yaitu Desa Muara Basung, Desa Sungai Meranti, Desa Balai Pungut, Desa Tengganai, Desa Pinggir dan Kelurahan Balai Raja, sesuai dengan mekanisme pelaksanaan kegiatan sebagaimana tertuang dalam PERDA Kabupaten Bengkalis Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kegiatan Rumah Layak Huni telah membentuk dan menetapkan komposisi kepengurusan Kelompok Masyarakat  (Pokmas) sebagai pelaksana kegiatan di lapangan.

    Selanjutnya Pokmas yang dihasilkan dari sebuah proses Musyawarah Desa telah melaksanakan langkah-langkah prosedural sebagaimana telah diatur. “Kami sudah membuat dan menandatangani Fakta Integritas, telah membuka rekening di Bank Riau”, ujar Nanang Ketua Pokmas Desa Pinggir.

    “Selanjutnya  atas permintaan PERKIMTAN, kami juga telah mengajukan Surat Permohonan Pencairan yang kami tandatangani di Kantor PERKIMTAN di Bengkalis melalui Surat Pokmas No. 01/POKMAS-DP/XI/2018 berdasarkan  Surat Perjanjian Swakelola Antara PPK/Kuasa Pengguna Anggaran dengan POKMAS Desa Pinggir No. 600/DPP/KPS-RI.H/XI/2018/19”, tambah Nanang.

    “Memang ada yang aneh ketika itu, karena ketika kami diminta untuk hadir ke Bengkalis, semua yang ada di Kantor PERKIMTAN terlihat sibuk masing-masing dan terkesan mengulur waktu, sehingga kami terpaksa menanda tangani dulu pada kolom tanda tangan kami. Dan salah seorang pegawai di PERKIMTAN menyampaikan akan memproses selanjutnya. Dan kami tinggal menunggu pencairan dana awal sebesar 40% dari nilai anggaran yang kami kelola. Dan jumlah yang seharusnya dicairkan adalah sebesar Rp. 124.000.000,-tapi setelah itu dan sampai dengan hari ini tidak ada realisasi sama sekali, bahkan tidak ada kabar berita apapun dari Dinas PERKIMTAN tentang kelanjutan cerita program RLH Tahun 2018 itu“, tambah Nanang dengan kesal.

    Tanda tanya dan rasa kesal pengurus POKMAS RLH Tahun 2018 ternyata terus bertambah. Bagaimana tidak..?, program Pembangunan RLH yang sejak awal disosialisasikan oleh Dinas PERKIMTAN melalui pihak Pemerintah Kecamatan Pinggir akan dilaksanakan oleh Pokmas yang di bentuk dari dan oleh unsur masyarakat Desa masing-masing penerima program, ternyata realisasi di lapangan jauh berbeda dari rencana semula. Entah bagaimana ceritanya, ternyata Program Pembangunan RLH Tahun 2018 tersebut dikerjakan oleh pihak lain dan diawasi oleh Babinsa dengan alasan bahwa ini adalah program TMMD, tapi koq mengunakan pihak ketiga sebagai konsultan dan pelaksana kegiatan juga bukan TNI, tapi tukang yang dicari untuk mengerjakannya.

    Samianto, Ketua Pokmas Kelurahan Balai Raja kepada RiauKontras.com juga mengungkapkan kekecewaannya. “Kami Pokmas di Kecamatan Pinggir sangat merasa sangat kecewa. Bagaimana tidak, Program sudah kami susun, proses identifikasi dan verifikasi calon penerima bantuan RLH juga sudah kami lakukan, rekening Bank sudah kami buka, data calon penerima sudah kami serahkan kepada Dinas PERKIMTAN, berkas permohonan pencairan juga sudah kami tandatangani dan kami serahkan langsung di PERKIMTAN. Tapi koq yang melaksanakan pihak lain”, ujar Samianto kesal.

    “Yang lebih aneh lagi, ketika hal ini kami konfirmasi kepada Pak Camat Pinggir, ternyata beliau tidak tahu sama sekali kalau Program RLH 2018 ini ternyata dikerjakan oleh TNI melalui Program TMMD. Apa iya program TMMD bisa dilaksanakan tanpa proses sosialisasi terlebih dahulu”, tambah Samianto.

    “Kalaupun memang benar ini program TMMD, lha koq data hasil verifikasi kami yang dipakai…? Kemudian kalau memang ini benar program TMMD, koq menggunakan Anggaran APBD Bengkalis, apa memang bisa. Ada apa ini sebenarnya? Malah ada personil TNI yang sama sekali tidak mengetahui adanya program ini”, ujar Samianto heran.

    “Yang lebih mengherankan bagi kami adalah ada oknum berinisal R yang sepertinya punya peran yang luar biasa dalam program ini. Bagaimana tidak….? Kalau kami lihat di berkas-berkas yang telah kami siapkan dan kami tanda tangani ternyata nama beliau tidak ada sama sekali. Kalau menurut informasi yang kami dapat, beliau sebenarnya staff di PERKIMTAN, tapi koq perannya di lapangan luar biasa betul. Ketika coba kami tanyakan kepada Konsultan, ternyata beliau juga bukan bagian dari Konsultan. Malah belakangan, untuk program RLH Tahun 2019, beliau juga yang memfasilitasi Kepala Desa dan Lurah untuk membicarakan kelanjutan program RLH, bukan di Kantor Camat atau Kantor resmi, tapi di Rumah Makan Gajah Mungkur. Khan luar biasa ini namanya, program resmi Pemerintah Kabupaten Bengkalis koq dibicarakan di Warung dengan mengundang melalui handphone”, ujar Samianto makin heran.

    Tentu saja Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak boleh tinggal diam atas terjadi hal ini. Mengingat bahwa Program Pembangunan RLH yang merupakan salah satu prioritas Program Kerja Bupati Bengkalis tidak boleh dijadikan sebagai bahan mainan dan ajang mengeruk keuntungan bagi segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab. Mengingat hal ini jelas dapat meruntuhkan kewibawaan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

    (Dayat-Duri-Pinggir)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Program RLH Dinas Perkimtan Tahun 2018 di Kec. Pinggir Kacau Balau, Pemkab Bengkalis Terkesan Senyap
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved