www.riaukontras.com
| Sat Reskrim Polres Inhil berhasil membekuk pria yang menghina Bupati Inhil | | Forkopimda Aceh Tamiang Tinjau Pasar Pagi dan Kesiapan Rekayasa Jalan | | Dorong Penggunaan Dana Desa Lebih Efektif, Pemko Gelar Rakor TIK-PID | | Plt Dinas Kesehatan,Asril,Apresiasikan Kegiatan Bhaksos Kejaksaan | | Sambut HUT Adhyaksa ke 59,Kejari Pelalawan Lakukan Bakti Sosial | | Program KKPA itu Tidak Gratis, Tapi Bayar
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 20 Juli 2019
 
HKI Datang, Jl. Muajolelo Pinggir Kancur Berlubang-lubang
Editor: | Selasa, 09-07-2019 - 23:56:02 WIB

TERKAIT:
 
  • HKI Datang, Jl. Muajolelo Pinggir Kancur Berlubang-lubang
  •  

    PINGGIR DURI, RIAUKontraS.Com – Proyek Strategis Nasional Pembangunan Jalan Tol Pekan Baru – Dumai (PEKDUM) tanpa terasa sudah berjalan hampir 1 tahun lamanya. PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sebagai pelaksana dan penanggungjawab utama kegiatan pembangunan Tol Pekdum dimaksud nampak berdiri kokoh di salah satu lokasi di wilayah Kecamatan Pinggir, tepatnya di Jl Bathin Muajolelo Desa Pinggir Kecamatan Pinggir dan berjarak sekitar 300 meter dari Kantor Camat Pinggir dan menjadi Kantor Utama bagi HKI Sessi 4A.

    Keberadaan HKI sebagai pelaksana proyek strategis nasional tentunya diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Pinggir. Disamping dapat menampung tenaga kerja diharapkan juga dapat memberi dampak sosial yang positif bagi seluruh komponen masyarakat Pinggir. Akan tetapi keberadaan proyek strategis nasional Tol Pekdum yang dilaksanakan oleh PT. HKI ternyata malah membawa mudharat bagi masyarakat Desa Pinggir dan Desa Buluh Apo yang setiap hari menggunakan Jl Muajolelo sebagai akses jalan utama.

    Bagaimana tidak…? Ruas jalan Bathin Muajolelo yang dulunya mulus sebelum kedatangan PT. HKI sekarang ini justru hancur dan rusak parah akibat setiap hari dilintasi oleh puluhan kendaraan Dum Truck Tonton dan Dun Truck Colt Diesel pengangkut material tanah dan kerikil. Puluhan kendaraan roda 6 dan roda 10 setiap hari hilir mudik dengan kapasitas muatan yang melebihi kemampuan jalan dalam menerima beban mengingat bahwa Jl Muajolelo hanyalah berupa jalan Kabupaten. Akan tetapi setiap hari dilintasi oleh Kendaraan yang luar biasa beratnya.

    Kerusakan begitu terlihat di jelas sejak memasuki simpang Kantor Camat dengan Jl Lintas Duri Pekan Baru sampai kepada titik pelaksanaan pembangunan Tol. Bahkan yang paling parah terlihat kerusakan yang sangat parah di Door Smeer Pangeran dan kediaman Kepala Desa Pinggir. Akan tetapi sepertinya pihak HKI sendiri kurang tanggap atas persoalan ini. Dan ini yang membuat masyarakat Pinggir sangat kecewa.

    Nanang, salah seorang warga Pinggir kepada riaukontras.com mengungkapkan kekecewaannya tentang hal ini. “Sebenarnya dari awal mula kita sangat senang dengan adanya pembangunan jalan Tol ini, karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak ke depan, tapi ya seharusnya tidak seperti ini khan. Membangun di satu sisi, tapi menghancurkan di sisi yang lain. Terlebih terhadap dampak lingkungan yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, terutama Jl Muajolelo yang tidak dirawat sebagaimana mestinya. Dan beberapa warga sudah ada yang celaka akibat jalan yang hancur dan licin, namun biaya perobatan justru ditanggung sendiri oleh warga”, ujar Nanang kecewa.

    Wahyu, warga Pinggir yang lain juga mengungkapkan rasa kekesalannya kepada riaukontras.com “Sebenarnya kami sudah pingin menghadang kendaraan yang lewat supaya tidak melintas lagi. Karena pihak perusahaan HKI sepertinya tidak perduli dan sama sekali tidak ada basa-basi masuk ke wilayah Desa Pinggir ini. Mau berurusan aja pun susah”, tambah Wahyu.

    Sementara itu Pihak Manajemen HKI yang coba dikonfirmasi oleh riaukontras.com di Kantor HKI Sessi 4A belum berhasil ditemui, dan ketika coba dikonfirmasi lewat media seluler juga belum memberikan respon, bahkan kepada pihak mediapun terkesan kurang bersahabat, dan terlihat menjaga jarak.

    Padahal menurut Undang-Undang No. 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, pada Bagian Kelima Pasal 28 tentang Pengadaan Barang dan Bagian Keenam Pasal 30 tentang Pelaksanaan Konstruksi sudah jelas diatur tentang mekanisme dan ketentuan pelaksanaan kegiatan dalam proses pembangunan Jalan Tol. Apakah manajemen memahami hal ini atau coba mengabaikan……????

    Dayat (Duri)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • HKI Datang, Jl. Muajolelo Pinggir Kancur Berlubang-lubang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved