www.riaukontras.com
| Diduga Lakukan Pembakaran Lahan Pria 60 Tahun Diamankan Polisi | | Dandim 0314/Inhil Ikuti Sertijab Bersama 3 Dandim Lainnya | | Anggota DPRD Siak Periode 2019-2024 Resmi Dilantik | | Zulkifli, Ditetapkan Jabat Ketua Sementara DPRD Siak | | PT. Asabri Lhokseumawe Sosialisasi Program Bagi Prajurit Kodim 0104 Aceh Timur | | Dandim 0104 Aceh Timur Sivis Pacem Para Bellum
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 19 09 2019
 
Vidiotron Diduga Tidak Susuai Speksifikasi,LSM- Anti Korupsi di Riau Minta Penegak Hukum Usut Tuntas
Editor: | Kamis, 04-07-2019 - 11:51:45 WIB

TERKAIT:
 
  • Vidiotron Diduga Tidak Susuai Speksifikasi,LSM- Anti Korupsi di Riau Minta Penegak Hukum Usut Tuntas
  •  

    BENGKALIS, RIAUKontraS.com - Adanya indikasi ketidak beresnya dalam pelaksanaan proyek Videotron yang tidak berfungsi, yang terpasang disudut lapangan Tugu pas depan berhadapan dengan pos lantas  Jalan sudirman Bengkalis, mendapat reaksi dari dua Lembaga Aktifis Anti Korupsi di Riau.

    Berdasarkan data yang diperoleh media ini dilapangan, selama proyek Monitor layar (Videotron) yang ditangani oleh Humas Pemkab.Bengkalis dengan Nilai anggaran sebesar Rp. 1.5 Miliar jarang berfungsi. Diduga akibat pelaksanaannya tidak sesuai speksifikasi teknis/ Asal jadi.

    Sejumlah warga bengkalis yang tidak disebut namanya kepada media ini mengatakan, dari awal proyek videotron ini diduga bermasalah. "kita melihat pelaksanaannya terkesan telah terjadi mark up anggaran bahkan kuat dugaan tidak sesua speksifikasi,” Ungkap Warga.

    Menurut mereka, kalau videotron ini sudah benar-benar dikerjakan sesuai standar Nasional (SNI) tak mungkin kondisinya seperti begini, sebenarnya masalah videotron ini sudah banyak mendapat protes dari berbagai pihak, baik dari masyarakat, sorotan dari media dan bahkan kalau tak salah sudah pernah dilaporkan oleh LSM kepihak penegak hukum. Karna diduga tidak sesuai standar/speksifikasi teknis kerja, namun sayangnya sampai sekarang tidak ada kabar.” Harapan kita agar pihak penegak hukum segera menelusuri apa yang membuat Videotron ini tidak berfungsi, karena Rp 1.5 Miliar uang Negara/APBD bengkalis telah dihabiskan untuk proyek ini. Ungkan sumber ini.

    Dilokasi videotron jalan sudirman Bengkalis, Ketua DPC LSM- Ormas Laskar Anti Korupsi, (LAKI) Abddul kadir kepada media ini mengatakan,” kita sangat menyangkan dan kecewa dengan hasil kinerja pihak Humas Pemkab. Bengkalis selaku pengelola dana proyek Videotron ini, masa anggaran sudah habis Rp 1.5 miliar, tapi hasil tidak bermanfaat,” Jelas Abddul kadir lagi,

    "Kita menduga videotron kuat terindikasi merugika uang Negara/APBD Bengkalis,’ kalau kita lihat dari nilai anggaran layar videotron yang menghabiskan Rp 1.5  miliar rupiah, sangat-sangat tidak masuk akal, apalagi setelah selesai siap dikerjakan jarang hidup.” Ada apa dengan proyek videotron ini? Tanya Abddul kadir.

    Dalam hal ini, untuk membuktikan ada tidaknya kecurangan dalam proses pelaksanaan proyek videotron ini, kita minta Pihak BPK RI/BPKP RI perwakilan Riau, mengaudit kembali dana proyek Videotron ini. Begitu juga laporan yang telah diterima oleh pihak penegak hukum terkait masalah proyek ini, jangan dibiarkan berlarut-larut, segera diproses. Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat terhadap penegak hukum dalam menangani masalah dugaan tidak pidana korupsi, tegas Abddul Kadir.

    Hal yang sama di ungkapkan oleh Ketua DPD LSM- DPD LSM-Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (GERAK) Provisi Riau, Emos Gea, Viat sambungan seluler nya, Rabu 4/07/19, mengatakan, kalau memang benar proyek Videotron yang telah menghabiskan uang Negara/ APBD Bengkalis Rp 1.5 Miliar, itu sah-sah saja, tergantung proses penganggarannya dan/atau perencanaannya, apakah memenuhi prosedur yang berlaku atau tidak, yang kita pertanyakan sekarang adalah, kalau memang Videotron itu tidak berfungsi,” tentu membuat kita curiga, ada apa yang terja dengan proyek vediotron itu?

    Kalau  pihak penegak hukum sempat mengetahui/atau menerima laporan dari penggiat anti korupsi/LSM, kenapa tidak diproses? Sikap-sikap seperti ini yang harus ditelusuri, maka oleh karena itu, Untuk membuktikan ada benarnya indikasi penyimpangan yang menimbulkan kerugian Negara/APBD Bengkalis, terhadap pelaksanaan proyek tersebut, kita minta penegak hukum, kapolda, dan kejati Riau, segera mengusutnya, harap Emos.

    Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Kabupaten. Bengkalis. (Johansyah Syafri) Viat sambungan Whatsap miliknya,  menjelaskan, sejauh ini belum mengetahui secara persis mengapa videotron di pertigaan jalan Jenderal Sudirman-Jenderal Ahmad Yani Bengkalis tidak berfungsi. Pasalnya, secara teknis pengelolaan videotron tersebut bukan berada di Diskominfotik.

    Namun, imbuhnya, menjadi tanggungjawab Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah.“Apa penyebab videotron tersebut tidak berfungsi, sampai setakat ini kami belum tahu persis,” jelas Johan, di ruang kerjanya, Rabu, 3 Juli 2019.

    Johan berjanji, akan segera mengkoordinasikan dengan Bagian Humas, sehingga secepatnya dapat difungsikan kembali. “Nanti akan kita sampaikan ke Bagian Humas. Mungkin Bagian Humas belum tahu kalau videotron tersebut saat ini tidak berfungsi,” ujar Johan. (Tehe/Mukhtaruddin. Nst)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Vidiotron Diduga Tidak Susuai Speksifikasi,LSM- Anti Korupsi di Riau Minta Penegak Hukum Usut Tuntas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved