www.riaukontras.com
| Pemkab Siak Serahkan Laporan Hasil Keuangan ke-BPK Perwakilan Riau | | Bupati Bengkalis akan Serahkan SK Pengangkatan CPNS | | Pelaksanaan UNBK dan Pemilu, PLN Rengat Siagakan 240 Personil di 29 posko | | RPJMD Kota Tanjungpinang Tahun 2018-2023 Disahkan | | Pemerintah Kab. Bengkalis Berkomitmen Tingkatkan Kualitas dan Akuntabilitas Pelaporan Keuangan | | Sekda Kampar Buka Musrenbang 2020 Kabupaten Kampar
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 22 Maret 2019
 
Seminar Vision Workshop, Pemkab Inhil Bersama AMPI Datangkan Ahli Kelapa Dunia
Editor: | Selasa, 24-07-2018 - 20:20:25 WIB

TERKAIT:
 
  • Seminar Vision Workshop, Pemkab Inhil Bersama AMPI Datangkan Ahli Kelapa Dunia
  •  

    TEMBILAHAN, RIAUKontraS.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Said Syarifuddin menjadi moderator dalam seminar Vision Workshop yang menghadirkan Ahli Kelapa Dunia, Prof Wisnu Gardjito sebagai pemateri.

    Kegiatan seminar Vision Workshop tersebut berhasil diselenggarakan atas kerjasama antara Aliansi Pemuda Mahasiswa Inhil (APMI) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil.

    Tema yang diusung dalam kegiatan seminar Vision Workshop ini, ialah 'Solusi Meningkatkan Harga Jual Kelapa Petani' dengan tagline 'Pelaju (Petik - Olah - Jual - Untung)'.

    "Diskusi difungsikan sebagai sarana untik menyusun upaya meningkatkan harga kelapa dengan melibatkan, tidak hanya petani melainkan juga elemen masyarakat lainnya, seperti OPD, Organisasi Kemasyarakatan, pelajar dan lainnya," jelas Sekda usai seminar di gedung Engku Kelana, Tembilahan, Selasa (24/7/2018).

    Lebih dalam, dijelaskan Sekda, seminar tidak hanya sekadar bertujuan untuk menemukan solusi meningkatkan harga jual kelapa, tetapi juga berfokus untuk mencari cara meningkatkan nilai tambah kelapa melalui produk turunan yang diolah.

    "Produk tersebut menjadi olahan rumahan yang dipasarkan hingga ke jenjang Nasional bahkan Internasional. The Green Coco Island akan menampung produk olahan rumahan itu untuk kemudian didistribusikan ke pasar Internasional," ungkap Sekda.

    Sebagaimana diketahui, seminar Vision Workshop merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan harga kelapa oleh Aliansi Pemuda Mahasiswa Inhil yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Inhil.

    Sedikitnya, masih terdapat 7 program lainnya yang akan dilaksanakan setelah penyelenggaraan Seminar Visio Workshop. Kegiatan - kegiatan tersebut akan difokuskan dalam bidang, pelatihan, produksi, promosi dan pemasaran.

    Realisasi hingga ke jenjang pemasaran, diungkapkan Sekda akan dilaksanakan pada tahun 2019. Sedangkan, tahapan lain dari serangkaian kegiatan yang diagendakan telah dimulai pada saat kegiatan seminar Vision Workshop berlangsung.

    "Ini (Kegiatan, red) sudah masuk ke dalam RPJMD kita. Setelah ini kita akan ada gerakan ke masyarakat bikin koperasi didampingi oleh Fasilitator. Segenap komponen akan bekerjasama menyukseskan kegiatan ini," tutur Sekda.

    Sementara itu, Prof Wisnu Gardjito setelah penyampaian materi, membenarkan bahwa kegiatan Seminar Vision Workshop merupakan langkah pertama dari beberapa kegiatan relevan lainnya yang bertujuan untuk membuka wawasan peserta seminar.

    "Berikutnya harus ada pelatihan, harus ada pemagangan, harus ada pengadaan alat, harus ada pameran, harus ada perikatan kontrak, pameran internasional dan ada ekspor," urai Prof Wisnu Gardjito.

    Pasca seminar Vision Workshop, Prof Wisnu mengaku, pihaknya dengan Pemerintah Kabupaten Inhil telah mencapai kesepakatan kerja sama untuk melaksanakan kegiatan pelatihan dan pemagangan.

    "Untuk itu, seluruh masyarakat petani dan elemen masyarakat lainnya diharapkan dapat memahami Kelapa sebagai 'tulang punggung' bangsa Indonesia, khususnya Inhil setelah dilakukan pengolahan menjadi produl turunan," tukasnya.

    Prof menjabarkan, potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari produk turunan kelapa yang telah memiliki nilai tambah dapat mencapai 12 persen dari total 700 trilyun Rupiah pendapatan negara dari Kelapa.

    "Kelapa itu kalau sudah diproses ada 8800 persen nilai tambahnya. Indonesia mestinya bisa menerima sekitar 4000 trilyun dari itu. Kalau dibuat 200 produk turunan saja, Indonesia bisa dapat 700 trilyun. Inhil itu 12 persen dari Indonesia, kalikan saja, itulah PAD yang diterima Inhil," jelas Prof Wisnu Gardjito.

    Usai seminar, sejumlah petani yang diundang khusus oleh pihak Panitia Penyelenggara Vision Workshop mendapat kesempatan untuk memperoleh pelatihan pembuatan beberapa produk turunan kelapa, yakni sabun, kecap dan sirup(Adv)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Seminar Vision Workshop, Pemkab Inhil Bersama AMPI Datangkan Ahli Kelapa Dunia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved