www.riaukontras.com
| Luhut Binsar Pandjaitan Kunjungi di Techno Park Kab. Pelalawan Provinsi Riau | | DPRD Syafrizal.SE: Kalau Tidak Paham Aturan yang Mendidik, Bisa Koordinasi ke Dinas Pendidikan | | Ungkap Kasus Pencurian di PT China, Kapolsek dan 8 Personil Polsek Meral Dapat Piagam Penghargaan | | Panglima TNI Tegaskan Netralitas TNI Pada Pelaksanaan Pemilu 2019 | | Kodim 0703/Cilacap dan Jajaran Menandatangani Pakta Integritas Menuju WBK dan WBBM | | Kisah Pilu Kembali Melanda Andini, Muhammadiyah Riau Siap Membantu Sepenuh Hati
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 18 Januari 2019
 
Anjlok Harga Kelapa di Inhil, Bupati Ambil Sikap memanggil Pengusaha Pembeli Kelapa
Editor: | Senin, 25-06-2018 - 19:59:37 WIB

TERKAIT:
 
  • Anjlok Harga Kelapa di Inhil, Bupati Ambil Sikap memanggil Pengusaha Pembeli Kelapa
  •  

    TEMBILAHAN, RIAUKontraS.com  - Hari pertama HM Wardan ngantor sebagi Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, langsung mengambil sikap untuk memanggil pengusaha-pengusaha besar pembeli kelapa yang ada di Negeri Hamparan Kelapa Dunia.

    Pemanggilan tersebut berkenaan anjloknya harga kelapa pasca ia cuti sebagai Bupati. Wardan mengaku sangat sedih melihat kondisi rendahnya harga jual kelapa saat ini berkisar Rp600 hingga Rp1.000 per kg tersebut memukul perekonomian petani.

    "Kita memanggil pengusaha besar ini untuk berdiskusi dan membahas tentang isu yang sangat center mengenai anjlok dan turunnya harga kelapa. Saya memandang dan merasakan masalah ini merupakan masalah yang serius merupakan masalah hajatan masyarakat banyak," ungkap Wardan, Senin (25/6/2018)

    Sejak Wardan menjabat sebagi Bupati dari tahun 2013, harga kelapa mulai membaik, mencapai Rp2.000 hingga mencapai Rp2.500. Sejak Bulan 12 Februari 2018 Wardan cuti untuk mengikuti perhelatan pemilihan kepala daerah, harga jual kembali dimonopoli perusahaan, harga kelapa turun drastis dari Rp600, Rp800.

    "Tentu saja ini tidak bisa dibiarkan. Makanya kami memanggil perusahaan untuk mencarikan solusinya. Karena ini sangat penting, karena hampir 70 persen masyarakat tergantung dengan kelapa," tuturnya

    Wardan mengatakan beberapa penyebab potensi turunnya harga kelapa, yang pertama melimpahnya kelapa di perusahaan, sehingga pembongkaran di kapal antrian panjang.

    "Kebutuhan 2juta butir, sedangkan yang datang berpuluh-puluh kapal berisi 5juta kelapa bulat, tentu terjadi antrian berhari-hari dan terjadi pembusukan terhadap kelapa. Kualitas kelapa tentu saja berpengaruh terhadap Harga,"

    Bukan hanya itu lanjut Wardan, mengenai kualitas kelapa. "Ketika harga mulai membaik, petani terburu-buru memanen kelapa, sehingga kualitas kelapa masih belum layak panen. Seharusnya panennya 3 bulan sekali, kebanyakan perdua bulan sekali, tentu saja belum 'belang babi' petani sudah memanen," cetusnya diiringi gelak tawa yang hadir pada Rakor tersebut. (Adv/San)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Anjlok Harga Kelapa di Inhil, Bupati Ambil Sikap memanggil Pengusaha Pembeli Kelapa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved