www.riaukontras.com
| Surat Keuchik Buket Seuleumak Untuk Bupati Bagaikan Tulisan Murid SD | | Diduga Nikahi Wanita Bersuami Dengan KTP Ganda Keuchik Alue Tuwi di Pecat dan Terancam Pidana | | Diduga Cabuli Anak Tetangga Umur 5 Tahun, Seorang Mahasiswa di Tangkap Polisi | | GEPPSIB - Nias Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker | | Dandim 0314/Inhil Pimpin Rakor dan Sosialisasi Persiapan Sambut Era New Normal | | Mafia BBM & CPO di Kota Dumai diduga Kebal Hukum, Hingga Saat ini Bebas Beroperasi
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 30 Mei 2020
 
Bocah Penderita Kanker Mata di Inhil Butuh Uluran Tangan
Editor: | Senin, 29-07-2019 - 01:01:41 WIB

TERKAIT:
 
  • Bocah Penderita Kanker Mata di Inhil Butuh Uluran Tangan
  •  

    INHIL,RiaukontraS.com - Putra Ramadhan (4 tahun) bocah kelahiran Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, membutuhkan bantuan dan uluran tangan untuk penyembuhan penyakit kanker mata yang kinidideritanya.

    Putra Ramadhan divonis menderita penyakit kanker mata sebelah kanan sejak tiga tahun terakhir.

    Saat ini ia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan.

    Setiap bulannya, Putra harus dirujuk ke Kota Pekanbaru untuk kemoterapi. Setidaknya sudah sekitar 25 kali kemoterapi dijalaninya sebagai usaha kesembuhannya.

    Putra semata wayang pasangan Dedi dan Leha itu tampak hanya terbaring lemah dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan.

    Sejak satu setengah bulan terakhir Putra tidak lagi bisa berdiri karena bagian kaki dan lututnya mengalami pembengkakan.

    Pembengkakan itu sendiri, dijelaskan Dedi merupakan efek dari menyebarnya penyakit yang diderita Putra ke bagian tulang dan sarafnya, Sesekali darah terlihat keluar dari bagian mata dan tubuhnya hingga menyebabkan perdarahan.

    Dedi menjelaskan, awal mula penyakit yang diderita putranya diketahui bermula dari adanya bercak putih di bagian bola mata sebelah kanan,Waktu itu ia pun sempat membawa putranya ke Puskesmas setempat.

    “Kita orang kampung ini kan tidak tau ya hanya berobat kampung saja, karena diagnosa dokter hanya alergi biasa,” jelas Dedisaat di temui di RSUD Tembilahan, Minggu,  (28/7/2019)

    Selang beberapa waktu, Putra menderita demam panas tinggi dengan kondisi mata memerah hingga menimbulkan benjolan kecil di bagian bola matanya.

    Benjolan di mata Putra semakin hari makin membesar,saat kembali diperiksa Putra pun divonis menderita kanker mata.

    Keadaan psikologi bocah empat tahun itu juga tampak tertekandan tidak jarang emosinya bergejolak karena kondisi yang dialaminya,dia juga selalu menangis jika melihat orang yang tidak dikenalinya menjenguk dirinya.

    “Kalau dia lihat foto-fotonya yang kemarin masih sehat, semua dihapus. Kadang-kadang handpone saya pun ikut dibantingnya, memang gampang marah,” jelas Dedi seraya mengelus Putranya yang sesekali meringis kesakitan.

    Berdasarkan pengakuan Dedi, dokter sudah menyarankan agar Putra dibawa ke Jakarta guna penanganan lebih lanjut,namun apalah daya kemampuan ekonomi yang terbatas membuat Dedi memilih diam.

    “Bukannya saya tidak mau,Jangankan ke Jakarta, untuk ke Pekanbaru saja kita masih mengharapkan bantuan,” tutur Dedi.

    Untuk itulah, dia sangat mengharapkan adanya bantuan dan uluran tangan para dermawan dalam meringankan beban yang diderita putranya.

    “Saat ini kita cuma berharap bantuan dari Dinas Kesehatan yang menanggung biaya pengobatan Putra di RSUD Tembilahan, kalau di Pekanbaru itu pakai uang kami sendiri.

    Selanjutnya tentu kami berharap ada bantuan untuk berobat Putra yang setiap bulan harus ke Pekanbaru jika ada rezeki juga pasti kita teruskan pengobatannya ke Jakarta,” harap Dedi.

    Dedi sendiri sehari-hari bekerja mengambil upah mengupas kelapa yang penghasilannya tidak menentu, sedangkan istrinya bekerja sebagai ibu rumah tangga.

    “Kebun ada, tapi cuma tiga baris. Selebihnya kadang saya mengupas kelapa, kadang-kadang mengambil upah menebas rumput di kebun orang. Sehari bisalah dapat upah sekitar Rp 60-50 ribu per hari,” ucapnya.

    Penghasilan yang tidak menentu tentulah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan Putra, terlebih saat ini kedua orang tuanya harus selalu berada di sampingnya.

    Sandi

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Bocah Penderita Kanker Mata di Inhil Butuh Uluran Tangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    8 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    9 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    10 Ketua DPRD Riau Sayangkan Dumai, Bengkalis, dan Meranti Tak Terapkan PSBB
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved