www.riaukontras.com
| Luhut Binsar Pandjaitan Kunjungi di Techno Park Kab. Pelalawan Provinsi Riau | | DPRD Syafrizal.SE: Kalau Tidak Paham Aturan yang Mendidik, Bisa Koordinasi ke Dinas Pendidikan | | Ungkap Kasus Pencurian di PT China, Kapolsek dan 8 Personil Polsek Meral Dapat Piagam Penghargaan | | Panglima TNI Tegaskan Netralitas TNI Pada Pelaksanaan Pemilu 2019 | | Kodim 0703/Cilacap dan Jajaran Menandatangani Pakta Integritas Menuju WBK dan WBBM | | Kisah Pilu Kembali Melanda Andini, Muhammadiyah Riau Siap Membantu Sepenuh Hati
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 19 Januari 2019
 
Pria 42 Tahun Menghabiskan Hidupnya Hanya Untuk Ibu
Editor: | Jumat, 13-07-2018 - 15:45:18 WIB

TERKAIT:
 
  • Pria 42 Tahun Menghabiskan Hidupnya Hanya Untuk Ibu
  •  

    INHU, RIAUKontraS.com - sosok Husen pria berusia 42 tahun warga Desa Petala Bumi Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu menghabiskan masa lajangnya untuk mengabdi mengusur ibunya Suwarni(75) tahun. Itu dilakukannya guna untuk menyenangkan orang tuanya, apalagi dengan kondisi ekonomi yang sangat suram.

    Husen melakukan ini hanya semata mata untuk membahagiakan orang tuanya sehingga ia mengambil sikap untuk menjadi lajang tua.

    " Saya tidak berani untuk berubah tangga pak, kalau saya berubah tangga nanti ibu saya siapa yang akan mengurusnya " ucapnya saat di wawancarai awak media SawitPlus. Co.

    Husen bercerita banyak tentang ekonomi yang di jalaninya, ia hanya bekerja sebagai pekerja membersihkan botol plastik di rosokan besi tua tempat bos ia bekerja yang di gaji perbulannya sebesar Rp. 500.000,gaji itulah untuk kebutuhan sehari-hari ia lakoni hanya cukup satu kata demi membahagiakan orang tuanya. Ucapnya

    Husen dan Nanti adalah anak dari Suwarni, mereka datang ke sumatra mengadu nasib demi berkelanjutan hidup. Sebelumnya ia tinggal di Aceh, masa-masa Gerakan Aceh Merdeka(GAM) lah membuat kehidupannya menjadi seperti ini, tanah dan perkebunanya di Aceh dibayar tidak sesuai yang mereka harapkan.

    Suwarni (75) tahun, menceritakan kisah pahit manisnya dimasa itu sekitar ditahun 2000an, masa masa sunami di Aceh, tanah dan kebunya hanya di bayar tidak sesuai harapanya. Akibat kondisi yang tidak memungkinkan di Aceh, ia mengambil sikap untuk pindah ke Riau.

    "Gubuk derita dibangun di bawah pohon - Pohon sawit lah tempat yang bagus untuk berteduh katanya"

    Diston, pengusaha besi tua(rosokan) dimana Husen bekerja mengatakan terharuhnya melihat ekonomi Husen, yang sangat tegar menjalani hidup lajangnya untuk ibu. "Tidak semua laki-laki yang seperti Husen yang berjiwa besar". haruhnya (hamdan)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Pria 42 Tahun Menghabiskan Hidupnya Hanya Untuk Ibu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved