www.riaukontras.com
| Satpol PP Tertibkan Bangunan Tidak Berizin di Jalan Ali Hasyimi | | Soal Penegakan Hukum, Ini Jawaban Wali Kota | | Aminullah Jadi Pemateri Diklat PIM IV di LAN | | Juara Festival Budaya Akan Ditampilkan Pada Acara Resmi Pemko | | Polda Sulsel Diminta Tuntaskan Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis | | PDAM Tirta Daroy Tim Terakhir ke Final Turnamen Sepakbola HUT Kota
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 20 April 2018
 
Syamsuar Menjawab Tantangan Global dengan Keterbukaan Melayu
Editor: | Senin, 08-01-2018 - 14:13:46 WIB

TERKAIT:
 
  • Syamsuar Menjawab Tantangan Global dengan Keterbukaan Melayu
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Pengurus wilayah Riau Ikatan Alumni Sumatera Utara (IKA USU) menyelenggarakan dialog kebangsaan dengan tema; "Menjawab Tantangan Global Melalui Khasanah Melayu," Ahad 07/01/2018, di Hotel Arya Duta, Pekanbaru.

    Helat ini menghadirkan nara sumber Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSI, ketua MK Prof DR Arief Hidayat, Rektor USU, Ketua IKA USU Riau.

    Mengawali materinya Syamsuar menyentak dengan pantun: Ketuku batang keladi muyang. Adat hidup berbangsa bangsa. Sakit senang sama serasa. Sakit senang sama merasa.

    Melayu, kata Syansuar, adalah etnis yang terbuka, bisa menerima semua suku bangsa. Contoh Siak sejak Raja Kecik membuktikan. Sehingga daerah ini hidup berdampingan berbagai suku dan agama.

    Sedangkan rasa nasionalisme atau kebangsaan, jelas Syamsuar, Sultan Syarif Kasyim II menjadi catatan mutiara kemerdekaan bangsa ini, karena menyerahkan kedaulatan kerajaan kepada negara.

    "Ini contoh dan teladan kami, Melayu dalam meneruskan kepemimpinan di Siak. Bagaimana arti kesetiaan pada NKRI," ucap Syamsuar.

    Hidup rukun sejak zaman kerajaan Melayu Islam di Siak ini dapat dilihat berdirinya gereja dan Klenteng yg usianya ratusan tahun.

    "Tak pernah ada konflik, di Siak adem saja. Semangat ini yang terus kami sampaikan pada rakyat Siak. Yang penting, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung," ungkap Syamsuar.

    Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Siak, jelas Syamsuar,  juga sangat berperan sehingga diberikan kesempatan untuk study untuk melihat bagaimana perbandingan pembangunan sosial keberagaman masyarakat.

    "Di Riau kita tak perlu lagi lihat suku bangsa, sebab lebih dari itu, mari bicara masa depan Riau, mati pun kita di Riau juga. Karenanya saya mengajak IKA USU yang heterogen ini bersama-bekerja untuk Riau," kata Syamsyuar.

    Sinergi dalam membangun Riau dan saling menguntungkan, harap Syamsuar, harus digesa. "Kita punya pekan Sikawan dan siap bedelau yang harus dimaksimalkan. Belum lagi dalam rangka menghadapi bencana seperti asap beberapa tahun lalu," ujar Syamsuar.***rls.hms


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Syamsuar Menjawab Tantangan Global dengan Keterbukaan Melayu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    5 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    6 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    7 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
    8 Wakil Bupati Minta Bupati Nias Barat Copot Kadis BPKPAD dan Kuasa BUD
    9 Nektu Polem Minta Pemilu Ulang, Tolak Hasil Pilkada Aceh Timur 2017-2022.
    10 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved