www.riaukontras.com
| Tim Current Audit Itdam IM Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan di Kodim Aceh Utara | | TNI-POLRI Bagikan Masker Untuk Jemaah Jum'at di Aceh Timur | | Brimob Aramiyah Semprot Masjid Taqwa Matang Seulimeng | | Bupati Nias Selatan dan Camat Semambawa salurkan bantuan Sosial Berupa Sembako | | Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Covid-19, Polsek Kerinci Kanan Peduli | | Sekretariat DPRD Bengkalis Meneriman Kunker Biro Hukum Setdaprov Riau
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 07 08 2020
 
Sekda Siak Paparkan Strategi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata
Editor: | Sabtu, 25-07-2020 - 15:15:53 WIB

TERKAIT:
 
  • Sekda Siak Paparkan Strategi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata
  •  

    Siak, riaukontras.com - Penjabat Sekda Siak Jamaluddin mengikuti diskusi dengan tema Goverment Roundtable Riau, Pasca Minyak Bumi dan Sawit melalui virtual. Diskusi itu di taja oleh Mark Plus. Inc sebuah prusahaan konsultan manajemen yang berkantor di Jakarta.

    Sebagai pembicara pada diskusi itu pimpinan Mark Plus. Inc Hermawan Kartajaya, Gubernur Riau Syamsuar, Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Riau. Mereka memaparkan Pasca Minyak Bumi dan Sawit di Riau tak lagi di handalkan dan solusinya. Penjabat Sekda Siak Jamaluddin pada kesempatan itu menyampaikan langkah dan skema Pemkab Siak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedepan Pasca Minyak Bumi dan Sawit.

    “Ada tiga sektor besar yang mempengaruhi terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) pada tahun 2019, pertama sektor pertambangan dan penggalian, 31,82 persen, kemudian sektor industri dan pengolahan 36,78 persen, dan di ikuti sektor pertanian, perkebunan dan perikanan sebesar 20,10 persen,”kata Jamal di Ruang Live Room lantai dua, kantor Bupati Siak, kamis, (23/7/20).

    Dikatakannya, dengan turunya harga minyak, sangat berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah kabupaten Siak. Sejak awal tahun 2015 lalu, hingga saat ini. Di tambah dampak dari wabah covid 19 harga minyak turun di angka US$ 31/barel. Selanjutnya, potensi minyak kelapa sawit dan minyak bumi di kabupaten Siak, untuk minyak Bumi pada tahun 2017 lifting minyak mencapai 14,587 ribu/barel pertahun, di tahun 2018 turun menjadi 13,843 ribu/barel pertahun. “Kenapa di tahun 2018 terjadi penurunan, penyebabnya pak, karena harga minyak dunia turun, selanjutnya biaya untuk pengembangan berkurang, tentu berdampak terhadap produksi”ucapnya.

    Masih kata dia, potensi perkebunan kelapa sawit Siak salah satu kabupaten yang memiliki lahan kebun sawit terluas, data tahun 2017 luas kebun sawit di kabupaten Siak berjumlah 324,332 hektar dengan produksi pertahunnya mencapai 1.139000 ton. Kalau di lihat tahun 2019 ini mengalami peningkatan, baik jumlah maupun produksinya. Saat ini minyak Bumi dan industri minyak Sawit masih menjadi menjanjikan Kedua sektor ini mampu memberikan kontribusi yang berimbang bagi pembanggunan daerah. Melalui dana bagi hasil DBH, pajak industri hilir CPO termasuk pajak ekspor dan industri lain.

    “Memang kedua sektor diatas kalau kita mengikuti prediksi ahli ekonomi tidak bisa di hadalkan kedepan, makanya sesuai dengan misi Siak, kami ingin mengerakan sektor pariwisata yang berdaya saing. Target kami kedepan pariwisata di Siak akan tumbuh berkembang serta mampu meningkatkan pendapatan asli daerah kabupaten Siak”harapnya.

    Jamal juga menjelaskan, wisata di Siak selain di dukung dengan obyek wisata sejarah, kuliner, alam, dan religi juga tumbuh kelompok sadar wisata yang mengembangkan destinasi wisata alam dan tumbuhan seperti wisata Manggrov dan Merembang di sepanjang daerah aliran Sungai Siak. “Untuk wisata Alam, Siak memiliki danau Zamrud danau Rawa yang terbesar di Asia. Danau ini memiliki zonasi yang dapat di kembangkan sebagai obyek wisata baru, ini kami buktikan bekerjasama dengan BKSDA provinsi Riau, tidak itu saja termasuk danau Naga Sakit, Giam Siak biosfir termasuk sport sport tourism seperti Serindit boat dan tour de Siak yang sudah berjalan tujuh tahun berturut”tutupnya.

    Selain Kabupaten Siak yang mengikuti diskusi itu juga terlihat Wakil Wali kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Wakil Bupati Rokan Hilir Jamiludin. Video Conference itu juga di hadiri Asisten II Setdakab Siak Hendrisan, Kepala Dinas Pariwisata Fauzi Asni.

    Dwi/adv

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Sekda Siak Paparkan Strategi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved