www.riaukontras.com
| Tim Current Audit Itdam IM Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan di Kodim Aceh Utara | | TNI-POLRI Bagikan Masker Untuk Jemaah Jum'at di Aceh Timur | | Brimob Aramiyah Semprot Masjid Taqwa Matang Seulimeng | | Bupati Nias Selatan dan Camat Semambawa salurkan bantuan Sosial Berupa Sembako | | Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Covid-19, Polsek Kerinci Kanan Peduli | | Sekretariat DPRD Bengkalis Meneriman Kunker Biro Hukum Setdaprov Riau
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 07 08 2020
 
Mengatasnamakan Masyarakat, Mafia Minyak Bersubsidi di SPBU 14-283-624 Lubuk Trap Merajalela
Editor: | Minggu, 26-07-2020 - 09:10:29 WIB

TERKAIT:
 
  • Mengatasnamakan Masyarakat, Mafia Minyak Bersubsidi di SPBU 14-283-624 Lubuk Trap Merajalela
  •  

    Pelalawan riaukontras.com - Stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Bernomor: 14-283-624 di Desa Lubuk Trap kecamatan Bandar Petalangan kabupaten Pelalawan jalan lintas timur, diduga menjual BBM bersubsidi menggunakan jerigen Plastik dengan skala besar dan juga mengastamakan masyarakat, aktifitas ini dinilai mengangkangi sejumlah aturan dan dengan sengaja melawan hukum.

    Aktifitas menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar ini terjadi pada Sabtu, (25/07/2020), sekira jam 22:30, Ketika itu beberapa orang wartawan yang sedang melakukan investigasi di SPBU Bernomor: 14-283-624 di Desa Lubuk Trap kabupaten Pelalawan. Turunnya beberapa wartawan ini, karna adanya informasi dari masyarakat bahwa banyak mafia minyak di SPBU 14-283-624 dengan melayani pengisian BBM di Jiregen dengan skala besar, ungkap narasumber yang tak mau namanya ditulis media ini.

    Bahkan, dilapangan pihak SPBU lebih mengutamakan melayani konsumen membeli Bensin(Premium)Menggunakan Jerigen Plastik.

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (LSM-GERAK INDONESIA) Emos Gea, Mengecam Keras atas tindakan Pihak SPBU yang sudah mengangkangi UU Migas dan Peraturan Pertamina, Imbuhnya.

    Emos Juga berharap dan mendesak Pertamina mau pun kepolisian menindak tegas pengusaha SPBU 14-283-624 dan oknum yang terlibat dalam perbuatan melawan hukum tersebut, mintanya.

    Menurut Emos, SPBU yang melayani pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen telah melanggar Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2011 tentang Migas, serta seperangkat aturan lainnya.

    “Sesuai Perpres 15 Tahun 2012, SPBU boleh menjual bensin atau solar dengan jerigen kepada usaha mikro, nelayan kecil dan petani. Akan tetapi, pembelinya harus punya surat keterangan dari satuan kerja perangkat daerah seperti Dinas Pertanian, Camat dan lainnya,” kata Unandra yang juga sosial control di Propinsi Riau.

    Emos melanjutkan, Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012 memuat larangan dan keselamatan pembelian BBM dengan jerigen. Peraturan ini juga menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna.

    SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen plastik. Jika hal ini terjadi di SPBU 14-283-624 Desa Lubuk Trap kecamatan Bandar Petalangan kabupaten Pelalawan jalan lintas timur, maka SPBU tersebut telah melanggar aturan dan juga tidak safety, apalagi jerigen terbuat dari plastik. Bensin dapat terbakar karena panas, baik itu panas knalpot, udara, dan api.

    “Dalam persoalan ini, demi keselamatan bersama, kita minta Pertamina Propinsi Riau di Pekanbaru segera mengevaluasi kinerja SPBU 14-283-624  yang disinyalir dengan sengaja melanggar sejumlah peraturan dalam dugaan penyimpangan pendistribusian BBM bersubsidi,” ungkapnya.


    (Tim)
     

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Mengatasnamakan Masyarakat, Mafia Minyak Bersubsidi di SPBU 14-283-624 Lubuk Trap Merajalela
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved