www.riaukontras.com
| Pemkab Siak Rencanakan Skema Kelas Pagi-Sore di Sekolah | | Camat Tualang Minta Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan | | Pemkab Siak Bahas Penerapan “New Normal” di Siak | | PB-GNP COVID 19 Memberi Bantuan Kepada Gharim Mesjid Dan Guru Madrasah | | Berawal dari Sebuah Majelis, Ãl Burdah Baa Khaalish 2002 Kini Telah Berstatus Yayasan | | Tanggapi Aksi Demo Warga, Ini Jawaban Geuchik Gampong Kuala Langsa
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 03 Juni 2020
 
Walikota Pekanbaru Resmikan RSUD Madani
Editor: Emos | Jumat, 09-02-2018 - 16:10:43 WIB

TERKAIT:
 
  • Walikota Pekanbaru Resmikan RSUD Madani
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Setelah menjalani proses pembangunan selama tiga tahun belakangan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Kota Pekanbaru akhirnya diresmikan oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, Jumat (26/1/2018).

    Rumah sakit yang terletak di Jalan Garuda Sakti KM 2, Kecamatan Tampan itu menggunakan konsep green hospital.

    "Alhamdulillah, dengan mengucapkan bismillah saya resmikan soft opening RSUD Madani Kota Pekanbaru," kata Firdaus.

    Ditambahkan Firdaus, RSUD Madani Kota Pekanbaru ini nantinya akan dijadikan tempat rujukan bagi masyarakat Pekanbaru yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

    "Keberadaan RSUD Madani ini diharapkan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Pekanbaru yang sedang sakit. Mudah-mudahan keberadaan RSUD Madani Pekanbaru ini bisa bermanfaat kedepannya," ujarnya.

    Setelah dilakukan soft launching, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru diminta untuk langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    "Masyarakat Pekanbaru telah lama menanti Rumah Sakit ini. Selama ini, RSUD Arifin  Achmad tidak mampu menampung pasien-pasien yang sebagian besar merupakan pasien dari Kota Pekanbaru. Begitu usai dilantik, kami langsung tancap gas dan melakukan rencana aksi pembangunan rumah sakit dimaksud.  Alhamdulillah, hari ini kita dapat menghadirkan Rumah Sakit Madani untuk masyarakat Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya," kata Firdaus

    Di samping itu, dia menyatakan bahwa Pemko Pekanbaru akan menjadikan RSUD  Madani sebagai Rumah Sakit yang Ramah atau lebih dikenal dengan istilah  Green Hospital. Ramah secara lingkungan dan ramah secara pelayanan dan fasilitas.

    Konsep Green Hospital ini pernah ia laporkan kepada Menteri Kesehatan RI pada tahun 2013. Menteri Kesehatan RI saat itu sangat mengapresiasi langkah beliau dalam mengembangkan konsep Green Hospital. Firdaus bahkan mengatakan bahwa Menteri kesehatan meminta dibuatkan prototype dan dijadikan model ke daerah lainnya.

    "Kata Ibu Menkes, konsep Green Hospital bukan saja bangunannya, tapi juga  manajemen dan pelayanan. Dan apa yang ibu Menkes sarankan, kita realisasikan sekarang ini," kata Firdaus.

    Firdaus juga menyatakan bahwa untuk awal ini, RS Madani ini akan digratiskan  dalam pengobatannya, walau memang belum dapat meng-cover semua pelayanan kesehatan.

    Dikatakan, RSD Madani adalah rumah sakit pertama yang dibangun Pemerintah Kota Pekanbaru. Rumah sakit ini adalah harapan masyarakat Pekanbaru sejak lama.

    RSD Madani terletak kawasan pinggir kota yang padat penduduk, tepatnya di Jalan Garuda  Sakti Panam, Pekanbaru. Ini adalah kawasan yang sangat berkembang. Pusat pertumbuhan masyarakat. Puluhan perumahan tumbuh subur di sini. Belum lagi perumahan di daerah tetangga, seperti Kecamatan Tambang dan Tapung. Saat ini, di sekitar wilayah ini tidak ada rumah sakit pemerintah. Kalau harus berobat, masyarakat harus ke pusat kota atau ke rumah sakit swasta.

    Fasilitas kesehatan ini merupakan buah tangan Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. Di awal masa kepemimpinannya, Sang Wako memang sudah berazam besar untuk membangun rumah sakit untuk warganya. Tuntutan masyarakat Pekanbaru, terkhusus yang tinggal di Panam dan Payung Sekaki, fasilitas kesehatan memang sangat minim di sini. Mereka bahkan sudah menanti sejak puluhan tahun.

    Tidak perlu waktu lama bagi Wako Firdaus untuk membangun rumah sakit. Di tengah badai pengurangan anggaran di pemerintahan, Firdaus tetap mampu menyelesaikan pembangunan rumah sakit ini tepat waktu. Bahkan sebenarnya, rumah sakit ini sudah bisa diselesaikan pada akhir jabatannya pada periode pertama. Namun peresmian penggunaannya atau softlaunching, baru dilakukan pada akhir Januari 2018, yaitu enam bulan  setelah dia dilantik pada periode kedua.

    Pada momen bersejarah ini, ribuan masyarakat dan pejabat pemerintah nampak hadir. Mereka terlihat bergembira dengan dioperasikannya rumah sakit ini. Beberapa warga yang diwawancarai mengatakan bahwa apa yang dibuat  Firdaus di masa kepemimpinannya sudah sangat tepat.

    ''Kita memang kekurangan fasilitas kesehatan yang dikelola pemerintah. Apalagi untuk Panam dan Payung Sekaki, selama ini berobat harus ke pusat kota. Kalau tidak harus ke rumah sakit swasta,'' kata Syahrizal, warga Jalan Merpati Sakti, Panam.

    Apa yang disampaikan Syahrizal sama halnya dengan Bustami, Ketua RT di Perumahan Gading Panam. Menurutnya, rumah sakit ini sangat membantu warganya dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.

    ''Kalau rumah sakit swasta mahal. Kalau dibawa ke RSUD Arifin Achmad terlalu jauh dan terkadang harus menunggu. Pokoknya susahlah. Makanya dengan  adanya RSD Madani ini kami sangat terbantu,'' kata Bustami.

    Apa yang disampaikan Bustami dan Syahrizal adalah bukti betapa rindunya masyarakat dengan fasilitas kesehatan ini. Apalagi rumah sakit ini dikelola pemerintah, tentu saja biayanya tidak akan mencekik dan akan banyak kemudahan.

    Rasa senang masyarakat ternyata tidak hanya dirasakan warga Pekanbaru. Warga kabupaten tetangga ternyata juga ikut senang dengan kehadiran RSD Madani ini. Sebut saja warga Tapung, Kubang, dan Tambang. Kini mereka lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan itu. Apalagi seperti diketahui, tiga kawasan ini sedang berkembang sangat pesat. Baik industri maupun perumahan.

    Untuk pembangunan rumah sakit ini, masuk ke dalam proyek multiyears yang didanai pada tiga tahun anggaran. Tahun pertama (2014) pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp 6,3 miliar, di tahun kedua (2015) dana yang dikucurkan sebesar Rp 41,4 miliar. Untuk tahun ketiga, menghabiskan dana Rp42,3 miliar. Total dipagu anggaran sebesar Rp90 miliar. Nilai kontraknya Rp80,9 miliar.

    Setidaknya ada 13 pelayanan kesehatan yang bisa dilakukan di RSUD Madani Kota Pekanbaru. Diantaranya poli gigi, poli umum, poli spesialis anak, kandungan, paru-paru, THT, urologi, jantung, kulit, IGD, laboratorium serta bedah plastik dan akupuntur.

    Wali Kota Fidaus menyatakan bahwa untuk tahap awal ini akan menggratiskan pelayanan kesehatan di RSD Madani ini. Selain menggratiskan pelayanan kesehatan pada tahap awal ini, Firdaus juga menyatakan bahwa ke depannya RSD Madani dapat menerima rujukan pasien dari kabupaten/kota lainnya.  Dengan pertimbangan RS pemerintah lainnya tidak mampu mengcover pasien.

    Hal itu dibenarkan oleh Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Riau, dr. Asnan. dr Asnan menyatakan bahwa RSD Madani dapat menerima pasien rujukan dari kabupaten/kota lainnya. Dengan syarat, rumah sakit asal itu memiliki tipe sama dengan RSD Madani atau dibawahnya.

    "Boleh menerima pasien rujukan jika RS Pemerintah (RSUD Arifin Ahmad, RS Petala Bumi dan RSJ Tampan) tidak mampu menampung pasien. Itupun standarnya harus tipenya sama dan di bawah RSD Madani. Di atas itu sebenarnya juga boleh," kata dr. Asnan. (Kominfo/Adv)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Walikota Pekanbaru Resmikan RSUD Madani
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    9 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    10 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved