www.riaukontras.com
| Satgas Anti Begal Polres Inhil, Menggelar Pengamanan Di Jalur Perlintasan Pesepeda | | DPRD Kota Tanjungpinang Paripurna Terkait Penandatanganan Nota Kesepakatan APBD TA-2021 | | Dandim 0303/Bengkalis, Letkol Inf Lizardo Gumay S.H. M.M.,Ipol Ucapkan Belasungkawa | | Kepala Bulog Kampar-Rohul Diduga Langgar Surat Edaran Kemensos No.01/MS/K/07/2019 Tentang Prinsip 6T | | Logas dan Logas Hilir Ditetapkan sebagai Desa Responsif Gender di Provinsi Riau | | Terkait Pemberitaan Yang Terbit Di Media Revolusi.co.id,Hendri Sandra S.E.Menyikapinya Dengan Legowo
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 05 Desember 2020
 
ALAMI Minta Kejati Riau Usut Tuntas Penyalahgunaan Dana Mahasiswa UPP di Rohul
Editor: KEND ZAI | Kamis, 22-10-2020 - 08:32:09 WIB

TERKAIT:
 
  • ALAMI Minta Kejati Riau Usut Tuntas Penyalahgunaan Dana Mahasiswa UPP di Rohul
  •  

    PEKANBARU, RiAUKontraS.com - Aliansi Mahasiswa dan Alumni Universitas Pasir Pangaraian (ALAMI UPP) mengadakan Konverensi PERS untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi dugaan kuat Penggelapan dana pembangunan oleh Yayasan UPP sejak dari tahun 2017-2020 yang berkisar 1,4 Milyar yang di gunakan untuk kepentingan pribadi. Kamis, (22/10/2020)

    Pasal 372 KUHP Terkait penggelapan dana telah di atur tuntutan setiap pelaku yang melawan hukum yang berbunyi "Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun"

    Irwansyah Tambusai selaku Ketua kordinator umum (ALAMI) menyampaikan, "Persoalan kasus  ini Berawal dari beredarnya isu melalui Media sosial atas dugaan kuat atau indikasi penggelapan uang dari mahasiswa sejak tahun 2017-2020. Kami sangat menyayangkan pada tahun 2020 ini di saat Rokan Hulu yang masih tergolong Kabupaten terbelakangi dari kota lain, dan pak Hafith Syukri tidak memikirkan bagaimana perjuangan jerih payah orang tua kami dari setiap mahasiswa/i di UPP bahwa betapa susahnya mata pencaharian. Pada dugaan kuat  dana ini yang masih kami pertanyakan kemana arahnya berkisar 1,4 Milyar dari pengakuan Afrizal Anwar sebagai bendahara. Afrizal Anwar sendiri juga mengakui katanya telah menggunakan uang ini sebagian atau entah semua untuk membeli 1 Unit Tronton dan buktinya ada," Jelas Irwansyah pada Konverensi Pers, Rabu, 21/10/2020 yang bertempat di Hotel Sabrina Jl.Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru Provinsi Riau

    Lanjut Irwan menjelaskan,"hari ini kami telah bertemu dengan pak Muspidaun di Kejati untuk melaporkan kasus ini. Beliau menyambut kami dan menyampaikan kasus ini akan kita selesaikan. Di saat beliau meminta kami untuk mengantarkan bukti yang lebih akurat maka untuk itu saya menyampaikan bahwa itu akan kami lampirkan, pada minggu ini di tanggal 22 Oktober akan kami antarkan bukti buktinya." Di sini juga ada 4 poin Tuntutan kami yakini :
    1. Mendukung Kejati Riau atas komitmen membrantas korupsi di provinsi Riau khususnya di Kab.Rohul
    2. Mendesak Kejati Riau agar memeriksa ketua Yayasan Pembangunan Rokan Hulu saudara Afid Zukri, MM dan Bendahara Afrizal Anwar
    3. Menuntaskan kasus dugaan penggelapan dana yayasan ini agar memperbaiki kepercayaan masyarakat dan Mahasiswa di lingkungan kampus
    4. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas dan berharap kepada kejati agar menuntaskan masalah ini,siapa pun oknum yang terlibat di dalamnya,"Pungkas Irwansyah Tambusai selaku Ketua kordinator umum (ALAMI) mengakhiri.

    Ditempat yang sama, Asmarasyah selaku Korlap ALAMI  dan juga sebagai Alumni Universistas Pasir Pangaraian (UPP) menyampaikan," kami juga mendapat info bahwa gaji dosen saja hanya 60 % di bayarkan. Jangankan anggaran ini di tempatkan pada fungsinya, masa uang ini di pergunakan dan di pinjamkan secara individu (tidak etis), berarti uang ini bisa juga kami pinjam lah sebagai alumni agar kami  gunakan dan olah mungkin untuk usaha kami, biar adil (dengan nada ketawa ), semestinya dana ini di gunakan untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi,"Ujar Asmarasyah dengan nada sedih

    Begitujuga di sampaikan Gusrina perwakilan Mahasiwa Aktif di UPP," jujur saja saya dan alumni yang turun pada hari ini merupakan komitmen kami sendiri tanpa ada yang mengintervensi, ini sesuai dari apa yang kami rasakan. Disini saya sampaikan bahwa dari tahun 2017-2020 jangankan pembangunan, cat kampus kami saja sampai saat ini sama sekali tidak, silahkan di lihat jika tidak percaya bahkan sampai berlumut, tentunya ini sangat kami rasakan dan merasa terpukul. Makanya dengan isu dan dugaan ini tersebar dengan beberapa bukti yang kuat, hati kami baru sadar Oh ternyata begini alurnya. Maka dengan ini kami tekankan agar pendanaan kampus ini jelas arahnya, jika pada pembangunan ya di bangun jangan melenceng,"Tegasnya

    Masih Agus menambahkan, kasus ini juga sempat saya tanya kepada bang Zen salah satu pihak yayasan dengan tatap muka langsung,"bang Zen, benar tidak uang ini di pakai oleh yayasan?, Jawabnya ia benar. Lanjut Rina, benar tidak yayasan memutihkan kasus ini katanya tidak.Tapi uang ini akan segera di ganti,"Ujar Rina dengan rasa bingung.

    Media ini mencoba konfirmasi pihak instansi yang bersangkutan terkait tuntutan dan dugaan mahasiswa tersebut, hingga berita ini di turunkan pihak instansi yang dimaksud belum dapat terkonfirmasi.

    Jurnalis : Wawan Laia
    Editor    : KEND ZAI

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • ALAMI Minta Kejati Riau Usut Tuntas Penyalahgunaan Dana Mahasiswa UPP di Rohul
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved