www.riaukontras.com
| Tidak Gunakan Masker, 8 Warga Bangko Pusako Dikenakan Sanksi Tertulis | | Langgar Prokes, 10 Orang di Sanksi | | Gerakan S3 (Sedekah Seribu Sehari) | | Polres Kuansing Kedepankan Tindakan Simpatik serta Himbauan Prokes dalam Operasi Zebra | | Ketua DPRD Inhil Hadiri Perayaan Maulid Nabi di Mandah | | Taruna Akpol Riau Gelar Peringati Hari Sumpah Pemuda
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 30 Oktober 2020
 
Aksi Tolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law), Ini Tanggapan Gubernur LSM-LIRA Riau
Editor: | Rabu, 14-10-2020 - 20:00:12 WIB

TERKAIT:
 
  • Aksi Tolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law), Ini Tanggapan Gubernur LSM-LIRA Riau
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com – Ribuan mahasiswa Riau mengatas namakan Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Riau (GERAM) melakukan aksi damai di depan Kontor Gubernur Riau Jln. Sudirman, Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Selasa (13/10/2020). Dalam aksinya, mereka menolak dengan tegas UU Cipta Kerja (Omnibus Law) dan menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja.

    Pantauan RIAUKontraS.com di lokasi aksi, Massa yang melakukan aksi tersebut mulai mendatangi kantor gubernur Riau sekira Pukul 14.30 WIB tampak menggunakan almamater dari kampusnya masing-masing. Mereka mendatangi kantor Gubernur Riau dengan membawa sejumlah spanduk dan karton yang berisi tulisan terkait tuntutan mereka “Penolakan UU Cipta Kerja”.

    ” ini adalah aksi kedua atau Jilid II yang dimana kamerin pertama aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Riau namun saat ini sangat kami sayangkan ketika kami baru tiba terjadinya kericuhan saat itu,” Ujar Ahmad Muthoharul Zanan, salah seorang perwakilan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Riau itu.

    Ahmad juga mengatakan bahwa mereka meminta agar apa yang menjadi tuntutan mereka disampaikan kepada DPR RI dan Pemerintah pusat.

    “Tuntutan kami kepada pemerintah, Pertama menolak dengan tegas UU Cipta Kerja (Omnibus Law) dan menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja. Kedua, mendesak Presiden RI menerbitkan Perppu terkait UU Cipta Kerja (Omnibus Law)

    “Kami turun tidak ada yang membayar. Kami disini dari berbagai kampus ingin menyampaikan aspirasi, menolak Undang-undang Cipta Kerja yang lebih banyak berpihak kepada pebisnis,” Jelas Ahmad Muthoharul Zanan Ke awak Media ini mengakhiri.

    Menanggapi aksi tersebut, Wagubri, Edy Natar Mengatakan bahwa surat aspirasi penolakan UU Cipta Kerja baik dari mahasiswa dan buruh telah dikirimkan ke pemerintah pusat.

    “Surat aspirasi penolakan UU Cipta Kerja sudah kita kirimkan. Selain ke DPR RI juga ditujukan ke Presiden Joko Widodo,” Jelas Edy di depan Massa.

    Usai menyerahkan surat pernyataan, ribuan mahasiswa membubarkan diri. Namun sebelum bubar, sempat terjadi keributan diantara mahasiswa, karena mereka tidak mendengar dengan jelas apa yang disampaikan oleh Wagubri Edy Natar, walaupun mahasiswa teriak minta Pak Wagubri Megunakan Mic Pengeras suara tetapi tidak ada respon dari pihak kepolisian. Namun aksi keributan antar mahasiswa tersebut diredakan oleh masing-masing Korlap.

    Sementara itu, dilokasi aksi, Gebernur LSM LIRA Riau (Lumbung Informasi Rakyat), Harmen Fadly yang akrab dipanggil Boma ketika dimintai tanggapanya Media ini terkait unjuk rasa Penolakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang di lakukan oleh mahasiswa Riau, ia mengatakan bahwa LSM LIRA Riau mendukung dan menolak UU Cipta Kerja tersebut, karena menurutnya banyak yang tidak sesuai dalam UU Cipta Kerja tersebut.

    ” Salah satunya, di UU tersebut untuk memasukan investor ke Indonesia. Bukan seperti itu. Sebenarnya, budaya korupsi itulah yang harus kita basmi terlebih dahulu. Ketika investor itu masuk, Ok banyak investor masuk akan tetapi apakah bisa menjamin para generasi muda bisa masuk kerja?? fakta dilapagan tidak, saya lihat dilapangan masih banyak para tenaga kerja asing yang bekerja dengan gaji yang besar sedangkan generasi kita yang baru selesai dari perkuliahan banyak yang pengangguran, sebenarnya itu yang mereka Prioritaskan dulu,”Jelas Boma

    Gubernur LSM-LIRA Riau Juga menyayangkan sikap anggota DPR yang memutuskan untuk menerima UU Cipta Kerja

    “Aspirasi seperi ini menjadi acuan bagi kita bahwa degarlah suara masyarakat seperti ini. Kita tidak menyalahi yang namanya pemerintah, akan tetapi kita menyangkan sikap DPR yang memutuskan untuk menerima UU Cipta Kerja. Kenapa dia berpihak, kenapa tidak mendengarkan suara masyarakat, kenapa tidak mendegar suara buruh,” Ujar Gubenur LSM LIRA, Harmen Fadly yang akrab dipanggil Boma itu dengan kesal.

    Penulis : KEND ZAI

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Aksi Tolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law), Ini Tanggapan Gubernur LSM-LIRA Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved