www.riaukontras.com
| Pelantikan Komando Inti Mahatidana dan Infokom Koti Dumai Oleh Ketua MPC PP Dumai | | Pjs Bupati Rudyanto Minta Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan | | Masyarakat Tidak Gunakan Masker Diberikan Sanksi Sosial | | Peduli Ditengah Pandemi Covid19 "Karena Setiap Tetes Darah Mampu Selamatkan Nyawa.." | | Dikonfirmasi Kualitas Proyek, Rekanan Janjikan Amplop ke Wartawan | | Dugaan Praktek Pungli, PJI-Demokrasi Minta Kadisdik Non-Aktifkan Hanafi,S.Pd Dari Kepala Sekolah
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 01 November 2020
 
Aksi Solidaritas IMM Pekanbaru, Memperoleh Tindakan Represif dari Kepolisian
Editor: | Jumat, 02-10-2020 - 22:01:50 WIB

TERKAIT:
 
  • Aksi Solidaritas IMM Pekanbaru, Memperoleh Tindakan Represif dari Kepolisian
  •  

    Pekanbaru, RIAUkontraS.com - Pimpinan cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PCIMM) melakukan aksi solidaritas atas satu tahun meninggalnya Immawan Randi dan Yusuf. 

    Aksi dimulai jam 14.35 WIB, berangkat dari gedung dakwah muhammadiyah pekanbaru menuju jalan nangka dan sudirman tujuan aksi kapolda riau. Jumat (2/10/20). 

    Tetapi ketika masa aksi (50 an kader IMM) sampai di depan puswil masa disuruh paksa belok ke arah jalan antra gedung puswil dan gubernur Riau. Ketika masa aksi sampai di jalan lansung di hadang oleh pihak kepolisian polresta pekanbaru tanpa ada negosiasi. Masa aksi lansung pecah karena di seret tidak manusiawi oleh pihak kepolisian. Semua atribut di sita dan semua HP tak boleh dihidupkan tak boleh ada dokumentasi sedikitpun.

    Pembubarkan masa aksi secara paksa dan sangat brutal sampai beberapa orang dari kader IMM luka lebam akibat ulah polisi. Tindakan represif tidak sampai disitu saja tetapi beberapa orang kader IMM ditangkap dan diseret di masukan kedalam mobil dibuat semacam orang telah melakukan tindakan kriminal saja,"ungkap Ali Topan selaku korlap Aksi solidaritas IMM. 

    Kader IMM ditangkap dan di masukkan ke mobil adalah Ali topan Korlap, Alpin Jakrkasi, Syahlendra, Very, Zacky, bambang selaku Sekum, Aidil dan Nofra selaku Ketum PC IMM. 

    Kemudian Nofra Khairon menambahkan pembubaran masa aksi dengan alasan covid-19. Menurut kami ini tidak pas. bukan hanya persolaan covid-19 tapi lebih dalih dari pihak kepolisian saja. Karena sudah ada beberapa aksi sebelum IMM aksi bahkan kepolisian pun baru-baru melakukan Psikotes calon polisi di UIR dengan jumlah ratusan orang tanpa protokol kesehatan, "ujar Nofra.

    Tambahnya, ini lebih kepada ketidakbisaan pihak kepolisian menerima kenyataan bahwa bobroknya institusi kepolisian karena begitu banyak kasus represif kepada para mahasiswa bahkan sampai meregang nyawa Immawan Randi dan Yusuf. 

    Maka dengan pernyataan sikap PC IMM Kota Pekanbaru sebagai berikut :
    1. Menuntut pihak kepolisian agar segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang dialami immawan randi & yusuf kordowi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. 
    2.Memberi hukuman seberat-beratnya kepada oknum penembakan. 
    3. Jika dalam waktu dekat kepolisisan tidak bisa d ungkap maka kami menuntut kapolda Sultra dicopot. 
    4. Karena kami merasakan betul tindakan represif dari kepolisian Polresta Pekanbaru, kami menuntut agar kapolres Pekanbaru dicopot. 

    Setelah masa aksi di paksa bubar tanpa diberi celah sedikit pun. PC IMM melanjutkan aksi di depan gedung dakwah muhammadiyah Riau sampai jam 17.30 WIB kemudian bubar, "terang Nofra.(Indra)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Aksi Solidaritas IMM Pekanbaru, Memperoleh Tindakan Represif dari Kepolisian
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved