www.riaukontras.com
| Usaha Jagal Sapi Potong Yang Tidak Memiliki Izin Dan Limbah Sapi Yang Mencemari Lingkungan | | Basaruddin: Masyarakat Diharapkan Senantiasa Menerapkan Disiplin Protokol Kesehatan | | Pengedar Jenis Sabu-Sabu Warga Sorek Satu Di Tangkap Polisi | | Usai Panen Jagung, Kapolda Riau Kembali Tanam Bibit di Kawasan Agrowisata RA Kopi Aren | | Ditresnarkoba Polda Riau Gulung Bandar dan 36 Kg Sabu, Berikut Oknum Berpangkat Kompol | | Polres Kuantan Singing Gelar Lat Pra OPS Zebra Lancang Kuning 2020
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 25 Oktober 2020
 
Direktur Formasi Riau; Kasmarni Bisa di Usut Kejahatan Pencucian Uang
Editor: Indra | Kamis, 27-08-2020 - 15:36:50 WIB

TERKAIT:
 
  • Direktur Formasi Riau; Kasmarni Bisa di Usut Kejahatan Pencucian Uang
  •  

    Pekanbaru, RIAUkontras.com - Kasmarni dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk terdakwa, Amril Mukminin. Namun, bakal calon Bupati Bengkalis itu mengundurkan diri jadi saksi. Meski, ia menerima aliran dana secara tunai maupun melalui tranfer senilai Rp23,5 miliar dari dari pengusaha sawit di Negeri Sri Junjung. 

    Sidang dugaan suap dan gratifikasi kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (27/8/2020). Sidang yang dipimpin majelis hakim, Lilin Herlina SH MH. Lalu, turut hadir jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta tim kuasa hukum Bupati Bengkalis nonaktif. 

    Sementara, ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan yakni Jonny Tjoa selaku Direktur Utama (Dirut) dan pemilik perusahaan sawit PT Mustika Agung Sawit Sejahtera (MASS). Lalu, Adyanto selaku Direktur dan pemilik PT Sawit Anugrah Sejahtera (SAS), dan Kasmarni selaku istri dari Amril Mukminin.

    Direktur Formasi Riau Dr. Muhammad Nurul Huda, SH. MH menyampaikan, Pasal 5 UU 8/2010 tentang Tindak pidana pencucian uang menyatakan: 
    (1) Setiap Orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan, Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana
    dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). 

    Dalam dakwaan, rekening atas nama kasmarni menerima “uang haram” Rp. 23,5 miliar... artinya KPK sudah bisa mengusut keterlibatan kasmarni dgn uu pencucian uang.(IndraJedt)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Direktur Formasi Riau; Kasmarni Bisa di Usut Kejahatan Pencucian Uang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved