www.riaukontras.com
| Sekda Arfan Harapkan Perekonomian akan Terus Berkembang | | Pengabdian Babinsa di Desa Binaan | | HUT TNI, Rehab RTLH Fatimah Hampir Rampung | | Presiden Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131,5 Km | | Pasca Penandatanganan Kuasa, Tim Segera Laporkan Mely | | DPRD Kepri Melaksanakan Paripurna HUT Ke -18 provinsi Kepri
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 26 09 2020
 
Jaksa KPK Jadwalkan Saksi Bakal Calon Bupati Bengkalis Kasmarni
Editor: Indra | Minggu, 23-08-2020 - 16:29:49 WIB

TERKAIT:
 
  • Jaksa KPK Jadwalkan Saksi Bakal Calon Bupati Bengkalis Kasmarni
  •  

    Pekanbaru, Riaukontras,com – Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan menghadirkan Kasmarni. Bakal calon Bupati Bengkalis itu akan bersaksi untuk Amril Mukminin yang tak lain adalah suaminya pada persidangan yang digelar pada Kamis (27/8/2020).


    Amril Mukminin merupakan terdakwa dugaan suap dan gratifikasi. Jumlahnya beragam. Ada yang Rp5,2 miliar, dan ada juga sebanyak Rp23,6 miliar lebih.


    Untuk nilai yang pertama, disinyalir berasal dari PT Citra Gading Astritana (CGA) dalam proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning, Bengkalis. Terkait hal itu, telah bergulir beberapa kali di persidangan dan pemeriksaan saksi-saksi diyakini telah rampung.


    PT CGA merupakan kontraktor pelaksana proyek Jalan Duri-Sei Pakning. memberikan uang kepada Amril Mukminin dengan nilai total Rp5,2 miliar.


    Adanya penerimaan uang ini termaktub dalam dakwaan kesatu primair. Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 12 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


    Sidang lanjutannya akan digelar pada Kamis mendatang. Pada persidangan itu, JPU akan menghadirkan sejumlah saksi, di antaranya Kasmarni.


    “Ada tiga orang saksi. Yaitu, Jonny Tjoah, Kasmarni, Adyanto,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, belum lama ini.


    Kehadiran tiga orang saksi itu untuk membuktikan dakwaan subsidair kedua terhadap terdakwa Amril Mukminin.


    Dalam dakwaan itu dinyatakan bahwa terdakwa selaku anggota DPRD Bengkalis periode 2014 -2019, dan Bupati Bengkalis 2016-2021 telah menerima gratifikasi berupa uang setiap bulannya dari pengusaha sawit di Negeri Sri Junjungan. Dari pengusaha Jonny Tjoa sebesar Rp12.770.330.650 dan dari Adyanto sebesar Rp10.907.412.755.


    Uang puluhan miliar rupiah itu diterima langsung oleh istri terdakwa, Kasmarni baik secara tunai maupun melalui ditransfer dalam kurun waktu enam tahun.


    Uang yang diterima terdakwa secara tunai maupun ditransfer ke rekening bank atas nama Karmarni pada Bank CIMB Niaga Syariah nomor rekening 4660113216180 dan nomor rekening 702114976200. Uang itu diterima terdakwa di kediamannya pada Juli 2013-2019.


    Pada 2013 lalu, Jonny Tjoa selaku Direktur Utama (Dirut) dan pemilik perusahaan sawit PT Mustika Agung Sawit Sejahtera meminta bantuan Amril, untuk mengajak masyarakat setempat agar memasukkan buah sawit ke perusahaan itu dan mengamankan kelancaran operasional produksi perusahaan.


    Atas bantuan tersebut, Jonny Tjoa memberikan kompensasi berupa uang kepada terdakwa sebesar Rp5 per kilogram TBS dari total buah sawit yang masuk ke dalam pabrik. Sehingga, terhitung sejak Juli 2013 dikirimkan uang setiap bulannya dengan cara ditransfer ke rekening atas nama Kasmarni.


    Pemberian uang itu terus berlanjut hingga terdakwa dilantik menjadi Bupati Bengkalis pada 2016 lalu.


    Tak hanya dari Jonny Tjoa, Amril Mukminim juga menerima gratifikasi dari Adyanto selaku Direktur dan pemilik PT Sawit Anugrah Sejahtera, saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis terhadap bantuan mengamankan kelancaran operasional pabrik.


    Atas bantuan tersebut, Adyanto memberikan kompensasi berupa uang kepada terdakwa dari presentase keuntungan, yaitu sebesar Rp5 per kilogram TBS dari total buah sawit yang masuk ke dalam pabrik.


    Uang tersebut diberikan setiap bulannya sejak awal tahun 2014 yang diserahkan secara tunai kepada Kasmarni (istri terdakwa) di rumah kediaman terdakwa. Sehingga uang yang telah diterima terdakwa dari Adyanto seluruhnya sebesar Rp10.907.412.755.


    Penerimaan uang yang merupakan gratifikasi tersebut tidak pernah dilaporkan oleh terdakwa kepada KPK dalam tenggang waktu 30 hari kerja. Hal ini, sebagaimana dipersyaratkan dalam UU dan merupakan pemberian suap karena berhubungan dengan jabatan terdakwa selaku anggota DPRD Bengkalis dan selaku Bupati Bengkalis 2016-2021.


    Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 12 B ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


    “(Kesaksian Jonny Tjoah, Kasmarni, Adyanto) Untuk membuktikan Pasal 12B (dakwaan subsidair kedua,red),” pungkas Ali Fikri.



    Sumber : HALUANRIAU.CO


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Jaksa KPK Jadwalkan Saksi Bakal Calon Bupati Bengkalis Kasmarni
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved