www.riaukontras.com
| Berkas P21: Tim Kuasa Hukum Wabup Nonaktif, Kedepankan Azas Praduga Tak Bersalah | | Rumah Sakit Umum Kota Dumai Di Duga Menumpuk Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) | | Pemkab Siak dan Tanoto Foundation Launching Portal Pembelajaran Siak Bedelau | | DPP APPI dan BUMP Korwil Riau Desak Pemerintah Lebih Serius Laksanakan UU Perlindungan Petani | | TNI-POLRI Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Rantau Panjang | | Ginjal Bocor, Maidenia Rasmi Butuh Bantuan Pengobatan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 25 09 2020
 
Pembelaan Terhadap Wartawan, Kriminalisasi dan Intimidasi Terus Diperjuangkan
Editor: Indra | Kamis, 20-08-2020 - 18:53:06 WIB

TERKAIT:
 
  • Pembelaan Terhadap Wartawan, Kriminalisasi dan Intimidasi Terus Diperjuangkan
  •  

    Pekanbaru, RIAUkontras.com - Aya Kuasa hukum TM dan IDH, IFRIANDI SH dari kantor hukum  Andi Lawyer dan partners  mendesak kapolres pelalawan untuk bertindak cepat dan profesional atas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum ormas atas kliennya yang merupakan wartawaan dalam menjalan tugas sebagai seorang jurnalistik, profesi wartawan merupakan profesi yang keberadaannya dijamin  oleh undang undang sebagai implementasi nyata negara hukum.


    Jika kasus seperti ini tidak ditindak secara serius akan mengancam kebebasan pers dan pekerja pers padahal pers sebagai corong demokrasi dalam menyampaikan hak hak untuk berpendapat, menyampaikan berita. ulah oknum yang bertindak secara melanggar hukum dengan melakukan tindakan  kekerasan harus ditindak secara tegas agar kasus kasus yang mencoba melemahkan wartawan tidak  terulang lagi.


    Demi keadilan juga buat klien kami sebagai korban..kita akan trus kawal atas laporan yang telah kita buat jelas andi..


    Perkara bermulaKejadian tersebut tepatnya dua hari menjelang Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-75 tahun, dimana pada Sabtu sekitar pukul 16.30 Wib di Dusun Bukit Horas, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, keduanya hendak melaksanakan kegiatan jurnalistiknya ke daerah perkebunan milik Manaek Siahaan yang berlokasi di Bukit Kesuma, Pangkalan Kuras atas undangan Manaek Siahaan.


    Belum sampai diperkebunan yang dimaksud, mobil yang dikemudikan oleh Manaek Siahaan berpapasan dengan mobil para pelaku dimana para pelaku berjumlah puluhan orang dan tengah mengangkut buah kelapa sawit yang diduga berasal dari kebun sawit milik Manaek, kuat dugaan kejadian tersebut sepertinya telah direncanakan oleh para pelaku.


    Pada saat itu juga Manaek Siahaan dan dua rekannya yaitu Antoni Sembiring dan Nadapdap berusaha memberhentikan mobil tersebut dan terjadilah pemukulan yang membabi-buta oleh sekelompok ormas sehingga kedua pewarta ikut menjadi korban keberingasan kelompok ormas tersebut.


    Ketika wartawan yang menjadi korban keberutalan ormas tersebut dikonfirmasi, kepada Redaksi Analisariau.com menjelaskan, "Pada saat kejadian, ada yang memukul wajah, menendang dan memukul tangan dengan kayu, bahkan HP merek Samsung milik saya mereka rampas, mungkin karena saat kejadian saya sedang memvideokan perbuatan mereka yang memukuli pak Manaek Siahaan," jelas IDH


    "Selain memukul saya mereka juga merampas HP saya dan membanting hingga pecah, dan bukan hanya itu saja yang saya alami, mereka juga menendang saya hingga tersungkur ke tanah. Walaupun saya sudah tersungkur ketanah mereka juga masih menganiaya saya dan rekan saya TM, untunglah saya dapat melarikan diri dari mereka itu," sambung IDH.


    TM juga menambahkan bahwasanya ia trauma dengan kejadian yang telah mereka alami, "Yang lebih parahnya mereka semua menggunakan peralatan seperti parang dan benda-benda tumpul untuk menganiaya kami, kalau saya tidak menundukkan kepala, entah apa yang terjadi bang sama saya, mungkin leher saya kena tebas lah bang, yang jelas sampai saat ini saya masih trauma," terang TM.


    Dirinya juga mengakui alat kerjanya hancur dan tidak bisa melakukan kegiatan jurnalistiknya, "Sekarang saya sudah pusing ini bang, karena Hp merek Oppo yang baru saya beli, juga mereka rampas, padahal itulah alat kerja yang saya gunakan dalam menjalankan tugas jurnalistik," tambahnya.


    Andi juga meminta persatuan wartawan tempat dimana kliennya ini bernaung ikut mengawasi penyelesaian kasus ini agar wartwawan merasa terlindungi ketika menjalankan profesinya..


    Media Tim (red)
    Sumber : Gemantararaya.com-Tim (20 Agustus 2020)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Pembelaan Terhadap Wartawan, Kriminalisasi dan Intimidasi Terus Diperjuangkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved