www.riaukontras.com
| Cegah Covid-19, Tim Gabungan Patroli, TNI, Polri dan Satpol PP Siak: 'Tetap Jaga Prokes' | | Tim Current Audit Itdam IM Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan di Kodim Aceh Utara | | TNI-POLRI Bagikan Masker Untuk Jemaah Jum'at di Aceh Timur | | Brimob Aramiyah Semprot Masjid Taqwa Matang Seulimeng | | Bupati Nias Selatan dan Camat Semambawa salurkan bantuan Sosial Berupa Sembako | | Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Covid-19, Polsek Kerinci Kanan Peduli
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 08 08 2020
 
Akui Jual LKS dan Baju Seragam, Orang Tua Murid minta Bupati Kampar Copot Kepala Sekolah SDN 028
Editor: | Kamis, 16-07-2020 - 18:29:19 WIB

TERKAIT:
 
  • Akui Jual LKS dan Baju Seragam, Orang Tua Murid minta Bupati Kampar Copot Kepala Sekolah SDN 028
  •  

    Kampar, riaukontras.com - PPDB tahun ajaran 2020/2021 baru dimulai. Namun walau aktifitas sekolah belum berjalan seperti biasa, kepala sekolah SDN 028 sudah melakukan penggrebrakan yang luar biasa, dimana Hj. Sri Suryanti,S.Pd selaku kepala sekolahnya sudah menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswanya tanpa mengadakan koordinasi terlebih dahulu kepada orang tua siswa/i yang baru diterima di sekolahnya, dan yang lebih parahnya lagi beliau menjual (LKS) di sekolah tersebut.

    Bukan hanya itu, kepsek juga melakukan penjualan baju bekas sekolah dimana tempat beliau bertugas sebelumnya,dan dijual pada murid baru tempat beliau bertugas sekarang, tepatnya di SDN 028 desa Rimbo Panjang kecamatan Tambang

    Ketika ditanya oleh pihak media Riau Kontras terkait masalah penjualan LKS di sekolah, beliau mengatakan bahwa dia ( kepsek) hanya mengikuti tata cara sekolah tempat dia memimpin sekarang.

    "Saya hanya mengikuti tata cara sekolah dimana saya ditempati, ibarat dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,"ujarnya.

    Bukan saja itu, beliau juga sudah mengharuskan siswanya membeli baju di sekolah walaupun siswa belum masuk sekolah, dengan harga baju 3 steel dengan harga Rp 550.000. Sedangkan untuk harga LKS dan foto berjumlah Rp 100.000.

    Ketika ditanya oleh media ini, apakah semua yang dilakukan pihak sekolah tersebut sudah sesuai dengan aturan perundang undangan pendidikan ? Dengan sedikit tersipu Sri Suryanti mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

    Terungkapnya bobrok yang terjadi di SDN 028 Desa Rimbo Panjang Kecamatan tambang dari laporan orang tua siswa yang tidak mau disebut namanya oleh media ini, mengatakan bahwa, sangat merasa terbebani akibat pembelian baju seragam dengan harga 650 Ribu/3 Stell dan kemudian harus membeli buku LKS dengan Uang Foto Siswa sebesar 100 Ribu Rupiah.Jelas sumber ini.

    Ditambahkan sumber bahwa, seharusnya ada dulu pertemuan antara orang tua dan Komite sekolah baru dirapatkan dan ditetapkan harga baju tersebut, ini sekolah atau pasar sih kata narasumber bertanya.

    Apalagi kondisi keuangan saat ini sangat sulit akibat covid-19 yang sudah mendunia saat ini, saya aja sekarang sudah korban dari perusahaan saya bekerja, dari mana kita dapat uang sebanyak itu untuk membayar uang baju dan juga LKS dan uang Foto, kata sumber dengan nada kesal.

    Kita berharap kepada bupati Kampar agar menindak dan mencopot kepala sekolah SDN 028 yang semena-mena mengambil kebijakan tanpa koordinasi dengan orang tua murid, apalagi saat ini sudah jelas penjualan LKS dan baju seragam Sekolah.

    Ketika dimintain tanggapan Ketua  Investigasi LSM Gerak Indonesia Made W mengatakan bahwa, ini benar- benar pelanggaran hukum menjual baju seragam sekolah dan juga menjual LKS serta uang Foto. Apalagi kita dengar pengakuan kepala sekolah bahwa yang dijual kepada siswa tersebut adalah bekas dari sekolahnya dahulu, ini benar-benar kepseknya mengambil kesempatan dalam kesempitan, Tegas made

    Larangan ini bukan tanpa dasar. Made W menjelaskan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolahan dan Penyelenggaraan Pendidikan, terutama pasal 181a. Sudah secara jelas tertulis mengenai larangan itu.

    Yakni, pendidik dan tenaga kependidikan, baik persorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, seragam sekolah, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

    “Berdasarkan pasal itu sudah jelas ya. Jadi kepala sekolah, maupun Guru di sekolah itu sama sekali tidak boleh menjual buku-buku maupun seragam di sekolah,” tandasnya.

    Bukan hanya kepala sekolah maupun guru sekolah, Komite Sekolah pun, kata Made W dilarang menjual buku maupun seragam sekolah.

    Sebagaimana diatur dalam Pasal 12a, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah.

    Di pasal itu tertulis, Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah. Jelasnya.

    Red*


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Akui Jual LKS dan Baju Seragam, Orang Tua Murid minta Bupati Kampar Copot Kepala Sekolah SDN 028
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved