www.riaukontras.com
| Husni Thamrin Bersedih, Salurkan Bantuan dan Doakan Keluarga Ajisman Tetap Sabar | | Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Tetap Himbau Patuhi Protokol Kesehatan | | Kunjungan Reses di Teratak Rendah, Jalankan Protokol Kesehatan | | Masyarakat Simandolak Percaya Komperensi Bisa Perjuangkan Aspirasi Masyarakat | | Kunker Kapolres Bengkalis Ke Pembibitan Kayu Gerunggang | | Pemkab Bengkalis Salurkan BLT ODP PMI kepada 4.107 Penerima
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 08 Juli 2020
 
PANSEL ASESSMEN pemprov riau tdk selektif
Editor: | Kamis, 14-05-2020 - 20:33:07 WIB

TERKAIT:
 
  • PANSEL ASESSMEN pemprov riau tdk selektif
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Asesmen jabatan di lingkungan Provinsi Riau mendapat sorotan. Pasalnya ada satu nama tercantum di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Sorotan itu datang dari seorang aktivis muda Yhovizar yang sehari-hari berprofesi sebagai pengacara. Menurutnya, Bedasarkan keputusan panitia seleksi nomor Kpts.25/PANSEL/JPTP/2020 ditetapkan 72 Calon untuk mengisi 24 Jabatan Kepala Dinas, Kepala Badan dan Kepala Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

    Namun ia melihat ada ketimpangan hukum dalam menyeleksi komopetensi asesmen ini. Yaitu bahwa kerangka acuan Pansel tetap pada Amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dan Permenpan No 13 tahun 2014. Jadi, mengenai teknis pansel panitia seleksi ini berdasarkan tata cara seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi
    Dalam melakukan pengisian lowongan jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dilakukan tahapan-tahapan.

    ''Adapun Penjelasan Mengenai Permenpan No.13 tahun 2014 pasal 3 menjelaskan objek larangan dalam tata cara pemilihan asesmen, yaitu merit system yang mempunyai 9 prinsip, kemudian saya menilai dalam keputusan Pansel asessmen ini tidak memenuhi prinsip-prinsip tersebut. Yang mungkin sarat kepentingan, ada kejanggalan di sini, penetapannya kok bisa 1 nama ada di 2 OPD dalam pengisian lowongan jabatan, saya menilai itu tidak adil dan wajar,'' ujarnya.

    Yhovi menjelaskan lagi, informasi yang pihaknya peroleh  dalam teknis Pansel asesmen provinsi Riau, setiap peserta seleksi pada tahap test kompetensi bidang dan teknis makalah diminta membuat makalah untuk satu pilihan saja. Jadi diterapkan dalam penilaian serta pemilihannya dari 72 orang logikanya, tentu ada ketentuan persyaratan semuanya boleh mengajukan 2 jabatan lowongan.

    '' Jadi kalau begitu, harus disamakan lah hak semuanya, kenapa satu orang dua jabatan,Tahapan Selanjutnya ada persetujuan KASN untuk bisa dievaluasi kembali, Kita Berharap Gubernur Riau bisa selektif menilai kinerja bawahannya. Lelang jabatan yang di­lakukan oleh pemerintah daerah itu harus adil, terbuka transparan sehi­ngga tidak disusupi dengan kepenti­ngan-kepentingan tertentu,'' pungkas Yhovizar.

    Sementara itu ketua Panitia Seleksi Asesmen Jabatan Provinsi Riau Profesor Dr Ashaludin Djalil ketika di konfirmasi media mengatakan, sah-sah saja jika seseorang yang ikut asesmen memilih dua atau tiga OPD sekaligus dan tidak menjadi masalah.

    Namun ketika Wak media menanyakan dasar dan ketentuan seseorang boleh memilih lebih satu OPD dalam asesmen mantan Rektor Universitas Riau (UR) ini menjawab semuanya di KASN terbaru namun ia lupa nomornya berapa dan mengarahkan agar menanyakan langsung dengan selaku Kepala UPT.

    ''Iya boleh saja, dua atau tiga pun boleh. Ketentuannya ada di KASN tapi saya lupa nomor berapa coba tanya Budi saja selaku UPT,'' jawab Ashaludin.( Rilis/Indra)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • PANSEL ASESSMEN pemprov riau tdk selektif
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved