www.riaukontras.com
| Polres Siak Selidiki Dugaan Tindak Pidana Ilegal Logging di Kampung Rawa Mekar Jaya | | Bacalon Bupati Afrizal Sintong Salurkan 20 Ribu Sembako, Sasar Warga Kurang Mampu | | Sekretariat Presiden Gelar Latihan Penaikan Bendera Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI | | Bupati Kabupaten Pelalawan Hadiri Acara Pembukaan Khatmil Quran di Kelurahan Pelalawan | | Ratusan Guru di Kecamatan Bandar Petalangan Ikuti Swab Test Covid-19 | | Dandim Aceh Utara Pimpin Perbaikan Makam Cut Meutia
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 13 Juli 2020
 
Tokoh Muda Pekanbaru Kritik keras Pemko Terkait PSBB
Editor: KEND"ZAI | Selasa, 05-05-2020 - 17:10:15 WIB

TERKAIT:
 
  • Tokoh Muda Pekanbaru Kritik keras Pemko Terkait PSBB
  •  

    PEKANBARU, RiauKontraS.com - Rezki Nur Ichsan mengkritisi perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di Pekanbaru. Ia menilai perpanjangan ini dilakukan tanpa pertimbangan dan evaluasi dari PSBB jilid I yang bisa dikatakan gagal Total. Selasa, 05/04/2020

    Rezki, salah satu tokoh muda pekanbaru mengingatkan kepada Wali Kota Pekanbaru, Firdaus agar pada perpanjangan PSBB harus melakukan pemeriksaan massal dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di wilayah kecamatan yang zona merah, membuat kebijakan paket ekonomi untuk kelas menengah bawah serta membuka akses informasi terkait kebijakan penanggulangan Covid-19, dan tranparansi anggaran.

    Untuk menekan jumlah dan sebaran virus corona di Kota Bertuah, pemerintah harus segera melakukan pemeriksaan massal dengan metode PCR. “Metode ini memungkinkan untuk mendeteksi mereka yang tanpa ada gejala, akan tetapi menjadi pembawa virus tersebut” ujar Rezki nur Ichsan

    Menurutnya, di Pekanbaru sudah terjadi penularan virus di tingkat lokal, penularan antar orang yang tidak pernah ke luar negeri, atau tidak pernah kontak dengan pasien virus corona. Sampai saat ini belum ada informasi berapa jumlah warga di wilayah zona merah yang sudah melakukan pemeriksaan PCR dan bagaimana penerapannya di lapangan.

    Rezki menilai, informasi ini penting di sampaikan ke publik untuk memastikan Gugus Tugas Covid-19 berkerja melakukan penanggulangan. “Pemerintah harus melakukan pemeriksaan PCR di tempat umum agar warga bisa memeriksa kesehatannya,” sebut Dia.

    Sedangkan untuk bantuan sembako kepada warga yang terdampak, pemerintah masih meraba dalam menentukan penerima bantuan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih menggunakan data dari kementerian untuk menyalurkan logistik,

    “Wali Kota Pekanbaru harus turun memeriksa distribusi bantuan dan memantau proses penanggulangan oleh Gugus Tugas Covid-19,” ucap Rezki Nur Ichsan.

    Terkait pembagian Paket sembako sejumlah 15.625 milik Pemerintah Kota Pekanbaru. penentuan warga yang menerima tidak sesuai dengan usulan dari forum RT/RW. RW hanya menerima 30 paket dan dibagikan ke RT masing-masing RT hanya menerima 4-5 paket sembako.

    “Dalam hal keterbukaan informasi, Pemko tidak transparan dalam penentuan jumlah penerima. Sehingga hasil pendataan yang dilakukan RT/RW menjadi tidak maksimal,” tegas Rezki Nur Ichsan yang juga mahasiswa salah satu Universitas Swasta di Pekanbaru ini.

    Rezki mengatakan, pemerintah harus membuat kebijakan ekonomi dengan realokasi anggaran seperti proyek infrastruktur, perjalanan dinas, belanja fisik atau belanja modal yang tidak mendesak. Untuk anggaran yang bersumber dari pajak tersebut dapat dialokasikan untuk kalangan masyarakat menengah kebawah.

    “Realokasi anggaran tersebut nantinya digunakan untuk perlindungan sosial, pembelian kelengkapan medis dan pemulihan ekonomi kepada pelaku usaha dan warga yang terdampak,"pungkasnya.

    Wawan Laia

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Tokoh Muda Pekanbaru Kritik keras Pemko Terkait PSBB
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved