www.riaukontras.com
| Seorang Petani Karet Dimangsa Harimau, Beruntung Masih Selamat | | Masa Pandemi, Komoditas Pangan Indonesia Melejit di Pasar Mesir | | KPK Segera Menyidangkan Tersangka Alih Fungsi Hutan Eks Legal Manager Duta Palma Group | | Bupati Pelalawan Serahkan Bantuan Langsung Tunai Kepada Warga di Kecamatan Pangkalan Kuras | | Apresiasi Kapolda Riau dalam Penanganan Perkara Pencurian Tiga Tandan Sawit | | Ahli Hukum Pidana: Dimana Keadilan & Hati Nurani Mu
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 04 Juni 2020
 
Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
Editor: | Rabu, 11-03-2020 - 20:52:26 WIB

TERKAIT:
 
  • Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Kandis-Dumai - Sepanjang 133 Km yang direncanakan realisasi fisik 100 persen pada bulan April 2020 kecuali realisasi keuangan pengadaan tanah. Peresmian akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia liputan Tim Sindo sebagian besar rakyat Provinsi Riau belum ada yang menolak atas pembangunan jalan tol tersebut walaupun mereka menduga pembangunan Jalan Tol tidak memperbaiki perekonomian masyarakat yang dilalui oleh Jalan Tol tersebut walaupun begitu masyarakat Riau mempunyai semangat yang tinggi integritas berbangsa dan bernegara fakta dilapangan pelaksanaan pengadaan tanah dengan mempergunakan “Ajian Ali Baba Bin Salabim Abra Kadabra”

    Sepanjang jalan tol timbul polemik, sengsaralah hidup kami kata seorang tokoh masyarakat sakai Mad Kindil. Setelah ditelusuri polemik tersebut dimungkinkan karena diciptakan mustahil Pejabat Pembuat Kebijakan PUPR yang bernama Jimmy tidak mampu melaksanakan pengadaan tanah jalan tol yang berpedoman pada aturan yang berlaku, didalam aturan Undang undang, Keputusan Gubernur, Perda Gubernur Riau yang jelas dan terang untuk dapat dipedoman. Tim Pustrap MKGR Kolonel TNI Purnawirawan KS. Pandia menguraikan secara rinci tentang timbulnya polemik yang menggurita.

    Undang undang RI No 2 tahun 2012, Keputusan Gubernur Riau 2017 dan Perda Riau 2014 telah di tabrak oleh PPK Jalan Tol Pekanbaru-Kandis-Dumai Panitia Pengadaan Tanah Jalan Tol ternyata telah keliru melakukan pengukuran dan yuridis keabsahan tanah sehingga menghasilkan daftar nama nominatif penerima dana talangan dari PT. Hutama Karya Divisi Pengembangan Jalan Tol.

    Faktanya pemilik tanah yang dijadikan pembangunan jalan tol yang berdasarkan SK Gubernur 2012 menerima dana Ganti Rugi atas peralihan hak, peralihan hak ini harus mendapat persetujuan Gubernur untuk menerima uang dari APBN bukan dana talangan dari PT. PT. Hutama Karya (Pesero)

    Fakta dilapangan Panitia Pengadaan Tanah melakukan pengukuran terhadap tanah yang tidak valid yang ditunjuk oleh aparat setempat Camat dan Lurah dan diarahkan oleh aparat ini kepada tanah tak bertuan atau kawasan bekas HPH seperti PT. Extra Baru anak perusahaan PT. Sindo Tim untuk pembangunan seksi 1 (Ex HPH Sindo Tim dahulunya Kecamatan Siak Hulu).

    Pejabat Pembuat Kebijakan Jalan Tol melakukan penerbitan Surat Perintah Pembayaran kepada PT. Hutama Karya yang dinyatakan oleh PT. Hutama Karya adalah Dana Talangan dan bukan Dana APBN jika berpedoman kepada SK Gubernur maupun kepada Undang undang bahwa keuangan ini berasal dari APBN.

    Terjadi komplain atas pembayaran yang tidak tepat kepada yang berhak tentu PPK lepas tangan karena bukan menjadi Tupoksinya. PT. Hutama Karya telah memberikan uang talangan ini berarti PT. Hutama Karya bukan sebagai pemilik tanah jalan tol karena tidak ada peralihan hak dan juga surat tertulis persetujuan daripada Gubernur.

    Yang menguasai tanah tersebut benar PT. Hutama Karya tetapi tanah yang digunakan pembangunan jalan tol adalah pemilik yang memegang surat tanah masih ada lagi polemik yang timbul akibat pembangunan jalan tol seperti kontraktor yang mengambil bahan material dari tanah pihak lain, dan sampai saat sekarang PT. Hutama Karya tidak memberikan dana PT. Rifansi 12 miliar dengan alasan PT. Hutama Karya PT. Rifansi tidak memiliki ijin galin C.

    Disinyalir akal-akalan PT. Hutama Karya karena bahan material bukan milik PT. Rifansi
    Polemik pembangunan jalan tol semakin besar karena aparat pemerintahan daerah Riau tutup mulut membisu seribu kata seolah-oleh memakai kacamata kuda.

    Parisman dari komisi IV DPRD Riau telah pernah mengomentari bahwa pembangunan jalan tol menimbulkan dampak sosial ekonomi masyarakat ditambah lagi mencla menclenya pembayaran pengadaan tanah yang seharusnya dana yang digelontorkan pemerintah 2,5 juta permeter yang diberikan dari dana APBN tetapi kenyataannya diberikan dana talangan dari PT. Hutama Karya sekitar 18 ribu sampai 20 ribu permeter begitulah ucap Dwiki Zulkarnain Ketua LSM Penjara Indonesia via telepon yang berada di Kementerian PUPR di Jakarta.(Tim)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    9 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    10 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved