www.riaukontras.com
| Raih WTP BPK-RI 9 kali berturut-turut Bupati Mursini di Apresiasi oleh ketua DPRD Kuansing  | | Praktisi Hukum, Apul Sihombing SH MH, Penegakan Hukum dalam Kasus Karhutla Jangan Ada Tebang Pilih | | Polisi Lidik Pelaku Kembakaran Lahan Kecamatan Rangsang | | Ditpolair Polda Riau Selamatkan Kerugian Negara 4,9 Milyar | | Kunker Kapolres Bengkalis ke Pembibitan Kayu Gerunggang | | Masa New Normal, Satlantas Polres Siak, Gencar Sosialisasikan Protokol Kesehatan, Tempel Stiker
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 08 Juli 2020
 
2 Oknum Pejabat di Riau Mendapat Gelar "TERSANGKA" dari KPK RI
Editor: | Sabtu, 31-08-2019 - 21:10:51 WIB

TERKAIT:
 
  • 2 Oknum Pejabat di Riau Mendapat Gelar "TERSANGKA" dari KPK RI
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com – Pasca pemberian gelar luar biasa dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) kepada orang nomer satu di Kota Dumai dan Kabupaten  beberapa waktu lalu dinilai tidak memberikan efek positif dan melukai hati masyarakat Riau khususnya Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Gelar “Tersangka” yang diraih kedua pejabat utama itu diduga untuk meningkatkan renting popularitas KPK RI semata.

    Pasalnya, usai bolak balik penyidik KPK RI di dua daerah itu hingga kini belum ada tanda-tanda keseriusan, sehingga banyak pihak menilai KPK RI tidak berani menahan sang juara dan peraih gelar "TERSANGKA" tersebut.

    Gelar tersangka sebagai wujud kemenangan sebagai terduga korupsi itu menjadi pembicangan hangat para Netizen Provinsi Riau khususnya Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis diberbagai sudut.

    Pasalnya, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berulang kali mendatangi kediaman rumah orang nomor satu di Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis, hingga kini tak jelas status hukumnya. belum juga di tahan.

    Kedua pejabat di Riau yang resmi meraih gelar tersangka korupsi tersebut seperti Walikota Dumai berinisial ZAS (Zulkifli Adnan Singkah) dan Bupati Bengkalis berinisial AMU (Amril Mukminin).

    Berbagai pihak menilai pemberian gelar tersangka korupsi tersebut hanya “Slogan” semata tanpa disertai penindakan yang tegas dan serius, Kata Bowonaso Laia yang akrab disapa B. Anas aktivis anti korupsi dari DPP LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) kepada wartawan saat dijumpai di Pekanbaru Jum’at 30/08/2019.

    Menurut B. Anas, gelar “Tersangka” yang di raih oleh kedua pejabat itu tidak ada pengaruhnya bagi masyarakat Riau khususnya Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Bahkan sebaliknya, dimana gelar itu menjadi beban pikiran dan menyakiti hati rakyat.

    Seharusnya lanjut B. Anas, KPK RI menahan kedua pejabat tersebut untuk mencegah diduga terjadinya perbuatan korupsi lainnya.” Katanya.

    ” Lanjutnya lagi.” Kita khawatir Walikota Dumai” ZAS dan Bupati Bengkalis “AMU” itu nantinya diduga menghilangkan barang bukti dan juga diduga memiliki kesempatan untuk melakukan perbuatan yang sama atau perbuatan lainnya seperti yang terjadi selama ini,” jelas Bowonaso Laia yang akrab disapa B.Anas itu.

    Plt. Ketua Umum LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) B. Anas, yang sangat dikenal gentol melaporkan kasus korupsi ke penegak hukum dalam hal ini KPK RI, Kejaksaan dan Kepolisian, saat ditemui wartawan di Pekanbaru menduga dibalik penetapan kedua oknum pejabat tersebut patut dicurigai, "Ada apa dengan KPK RI???"

    ” Pihaknya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) jika tidak mau tercoret citra lembaga KPK RI yang selama ini telah dipercayai publik, segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap oknum Walikota Dumai berinisial ZAS dan juga kepada oknum Bupati Bengkalis berinisial AMU yang telah diberi gelar “Tersangka,” selama ini, Imbuhnya.

    “Kita minta KPK RI segera menahan ZAS dan AMU tersebut, jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap KPK RI menurun karena selama ini KPK RI sangat dipercayai oleh masyarakat sebagai lembaga satu-satunya yang konsisten memberantas korupsi di Indonesia,” pungkasnya.

    “Apabila KPK RI tidak segera menangkap para tersangka kasus korupsi itu, masyarakat menganggap keduanya TSK itu kebal hukum dan KPK RI seakan takut kepada kedua oknum itu” Tambah Anas lagi,

    Perlu diketahui setelah ZAS dan AMU dipanggil dan diperiksa oleh KPK RI sebagai tersangka beberapa bulan yang lalu dalam kasus dugaan korupsi dana APBN dan APBD selama, seperti suap sehubungan dengan dana alokasi khusus (DAK) yang dilakukan oleh ZAS.

    “ZAS (Zulkifli Adnan Singkah) telah dipanggil sebagai tersangka,” Kata Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (5/7/2019), seperti di lansir sejumlah media di Indonesia.

    Zulkifli dan Amril juga telah dilarang bepergian ke luar negeri, Pencegahan itu dilakukan selama enam bulan kedepan Kata Febri.

    Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya khususnya menetapkan Zulkifli sebagai tersangka dalam suap mantan Menteri Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Selain itu, Zulkifli diyakini telah menerima gratifikasi.

    Dalam kasus itu pertama, Zulkifli diduga memberi Yaya $ 550 juta untuk mengelola DAK dalam APBN tahun 2017 dan APBN 2018 di Kota Dumai. Sedangkan untuk item kedua, yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

    Zulkifli diduga telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Pasal 13 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 dari 1 KUHP. Adapun kasus kedua, Zulkifli dirancang berdasarkan Pasal 12 B atau Pasal 11 dari Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 dari 1 KUHP. (Tim)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • 2 Oknum Pejabat di Riau Mendapat Gelar "TERSANGKA" dari KPK RI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved