www.riaukontras.com
| Kasus Videotron di Bengkalis Akan Dibawa ke Ranah Hukum | | Surat Keuchik Buket Seuleumak Untuk Bupati Bagaikan Tulisan Murid SD | | Diduga Nikahi Wanita Bersuami Dengan KTP Ganda Keuchik Alue Tuwi di Pecat dan Terancam Pidana | | Diduga Cabuli Anak Tetangga Umur 5 Tahun, Seorang Mahasiswa di Tangkap Polisi | | GEPPSIB - Nias Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker | | Dandim 0314/Inhil Pimpin Rakor dan Sosialisasi Persiapan Sambut Era New Normal
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 30 Mei 2020
 
Aliansi Mahasiswa Perduli Riau Minta Kejati Riau Usut Monopoli Proyek di Provinsi Riau tahun 2019
Editor: | Rabu, 28-08-2019 - 12:54:37 WIB

TERKAIT:
 
  • Aliansi Mahasiswa Perduli Riau Minta Kejati Riau Usut Monopoli Proyek di Provinsi Riau tahun 2019
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Aliansi Mahasiswa Perduli Riau(AMPR) melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang kejati riau
    jalan Arifin ahmad pekanbaru, selasa,(27/08/2019)

    Diduga  adanya memonopoli proyek di Provinsi Riau tahun 2019 dan pokja lelang menerima suap 3% dari opit, yan natar dan iksan.

    Sekitar 100 lebih mahasiswa dan pemuda riau hadir di kejati riau untuk  meggelar aksi demonstrasi yang bertujuan agar supaya kejati riau segera menggusut oknum oknum yang telah merugikan masyarakat Riau.

    Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pihak Kejati dan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, untuk menyelidiki terkait dugaan monopoli proyek dan penerima suap pokja lelang di daerah Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Riau. Mereka menilai ada dugaan kerjasama oknum sekitar gubernur dan wakil gubernur terlibat dalam pengaturan proyek di Pokja Lelang.

    Unjuk rasa itu berlangsung kurang lebih setengah jam. Saat melakukan orasi, para pengunjuk rasa kembali diterima Kasi Intel Kejati riau.

    Koordinator lapangan(korlap) Aliansi Mahasiswa Perduli Riau(AMPR) Mikki menyampaikan bahwa opit, yan natar dan iksan adalah anak main  dari  Gubernur dan Wakil Gubernur yang memberi suap sebesar 3 persen kepada pemenang pokja lelang.

    Kemudian, mikki dalam pernyataan sikapnya mengatakan kepada kejati riau,  agar memeriksa dan menyelidiki gubernur,wagub,opit, yan natar, iksan,ruslim dan 3 orang penerima suap yakni,triadi, thomas dan mario handoko.

    Dalam pernyataan tersebut, mikki menghimbau ke pada kejati riau agar mereka di penjara, karena mereka pantasnya tinggal di kamar penjara. dan saya siap mengantarkan bukti bukti ke kantor kejati riau apa bila semua oknum tersebut di panggil di kejati riau.

    Atas dugaan temuan tersebut,mahasiswa mendesak jaksa agar periksa pihak-pihak terkait. Jika dalam waktu dekat jaksa tak juga menyelidiki apa yang kami laporkan, kami mahasiswa akan melakukan aksi demo dengan mengerahkan mahasiswa yang lebih banyak lagi.

    Humas kejati Riau, Muspidauan merespon dengan baik apresiasi yang telah di sampaikan para mahasiswa, dalam dugaan kasus suap di pemprov riau ini sudah sering terjadi, tapi sangat sulit untuk membuktikannya, untuk itu saya meminta agar kepada seluruh aparat,kpk,dan adinda seluruhnya bekerja sama mencari tahu bukti yang akurat dan nyata, dan tudingan adinda terkait dugaan monopoli proyek dan suap pokja lelang akan secepatnya kita proses,ujar nya.

     
    Al gea

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Aliansi Mahasiswa Perduli Riau Minta Kejati Riau Usut Monopoli Proyek di Provinsi Riau tahun 2019
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    8 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    9 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    10 Ketua DPRD Riau Sayangkan Dumai, Bengkalis, dan Meranti Tak Terapkan PSBB
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved