www.riaukontras.com
| Masyarakat Simandolak Percaya Komperensi Bisa Perjuangkan Aspirasi Masyarakat | | Kunker Kapolres Bengkalis Ke Pembibitan Kayu Gerunggang | | Pemkab Bengkalis Salurkan BLT ODP PMI kepada 4.107 Penerima | | 131 KK Desa Senggoro Tuntas Sudah Menyalurkan BLT Dana Desa Tahap III | | Bansos Covid-19 Sukses Diselenggaraan Pemkab Siak Dinas Sosial, DPRD Kampar Studi Banding ke Siak | | Hadapi Covid-19, Rasidah Alfedri Ajak Kaum Ibu Konsumsi Ikan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 07 Juli 2020
 
Terapis Asal Riau Berbagi Pengalaman Saat Menangani Anak Autistic
Editor: | Kamis, 11-07-2019 - 11:30:21 WIB

TERKAIT:
 
  • Terapis Asal Riau Berbagi Pengalaman Saat Menangani Anak Autistic
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Jumlah penyandang autis di Indonesia tiap tahunnya terus meningkat terkhusus di Riau, itu dapat dilihat dari daftar tamu di sekolah-sekolah ataupun tempat terapi di Riau. Akan tetapi jumlah guru dan terapis berpendidikan khusus sangatlah terbatas. Masalah lain, pandangan negatif dan penolakan masyarakat terhadap penyandang autis masih kuat dan juga ditambah kurangnya kepercayaan diri orang tua atau keluarga yang memiliki anak autis.

    Salah seorang terapis anak berkebutuhan khusus Riau Hasratman S.Psi, mengatakan sejauh ini terapis yang banyak menangani adalah Sarjanawan dari lulusan Psikologi, Fisioterapi, Okupasi Terapi, Terapi Wicara dan Pendidikan Luar Biasa (PLB).

    Jumlah terapis anak berkebutuhan khusus di wilayah Riau yang terdata kurang lebih mencapai 80 orang, lebih separuhnya berada di Kota Pekanbaru. Masih banyak kabupaten/kota seperti Taluk Kuantan, Kampar, Rohul dan Kabupaten lainnya belum memiliki terapis anak berkebutuhan khusus yang cukup meski jumlah penyandang autis cukup banyak.

    "Sejauh ini yang saya ketahui belum ada data pasti mengenai jumlah penyandang autis terkhusus di Riau", tambah Hasratman.

    Autisme terdeteksi pada semua etnis dan ras,namun autisme pada anak laki-laki 4-5 kali lebih besar dibandingkan anak perempuan. Menurut Hasratman, S.Psi, Komunitas Peduli Anak Autis (KPAA) bersama pengusaha (Donatur) pernah beberapa kali menyelanggarakan pelatihan bagi terapis yang tergabung dalam Komunitas Peduli Anak Autis (KPAA) agar mampu mendeteksi ciri-ciri autisme. Persoalannya terapis masih menemukan kesulitan akibat kurangnya informasi yang didapatkan secara utuh dari orang tua ataupun keluarga.

    Terapis yang memiliki kemampuan memadai saat ini juga masih sangat kurang. Agar anak mendapat terapi yang baik, orang tua juga perlu menanyakan secara rinci pendidikan dan pelatihan yang dimiliki seorang terapis yang melatih anak mereka.

    Jenis terapi yang diberikan tergantung pada kebutuhan penyandang autis. Hal itu misalnya, terapi wicara bagi yang sulit berkomunikasi dan terapi prilaku bagi anak yang tingkah lakunya tidak terkendali. Yang kami ketahui biaya terapi penyandang autis di Riau relatif mahal. Yang membuat orang tua enggan mengantarkan anaknya untuk terapi. Yang mana berdasarkan Undang-undang dasar 1945, jelaskan menyatakan bahwa setiap anak wajib mendapatkan pendidikan dimanapun berada.

    Hal serupa juga terjadi pada guru di sekolah, yang menerima anak-anak autis. Kemampuan guru untuk mendidik anak berkebutuhan khusus masih kurang. Akibatnya, banyak sekolah khusus penyandang autis tidak berbeda dengan sekolah umum.

    Red*

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Terapis Asal Riau Berbagi Pengalaman Saat Menangani Anak Autistic
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved