www.riaukontras.com
| Mahasiswa UIR Aksi Tolak Omnibus Law RUU Cilaka | | Kapolda Sumbar Perintahkan Penyidik Ungkap Cepat Dugaan Pembunuhan Alm KVC | | Gelar Kegiatan Pisah Sambut Kapolres Inhil, IWO Berikan Plakat dan Piagam Penghargaan | | Baru Bertugas, AKBP Dian Setyawan Melaksanakan Sholat Jum'at di Masjid Al-Huda | | Tinggalkan Kasmarni, Parpol Mulai Bersikap Realitis | | Kapolres Kuansing taja FGD Terkait PETI
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 15 08 2020
 
Kejari Siak Abaikan Putusan MA, 3 Orang Terpidana Bebas Melenggang
Editor: | Jumat, 21-06-2019 - 10:13:06 WIB

TERKAIT:
 
  • Kejari Siak Abaikan Putusan MA, 3 Orang Terpidana Bebas Melenggang
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com –  Bertahun-tahun Putusan Mahkamah Agung diabaikan KeJaksaan Negeri Siak,  tiga terpidana kasus pencurian besi milik eks PT. Pertiwi Prima Plywood bebas menghidup udara segar tanpa dieksekusi sementara kasusnya sudah Inkrah .
     
    Ketika terdakwa yang berseteruh dengan PT. Tropical Asiater jadi  pada tahun 2012 lalu masing-masing Alfian, Ramot Manalu, Morlan Simanjuntak dalam perkara dugaan kasus pencurian besi sebanyak 2,8 ton di lokasi eks PT. Pertiwi Prima Plywood tepatnya di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabuopaten siak. pada tahun 2012 silam.

    Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura tertanggal 10 Juni 2014 Nomor: 40/PID.B/2014/PN SIAK menyartakan terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK tealh terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan menjatuhkan Pidana Penjara terhadap terdakwa  masing-masing selama 3 (tga ) bulan.

    Menimbang bahwa  Putusan Pengadilan Negeri Siak kurang memberi efek jera dan tidak memenuhi rasa keadailan terhadap para terdakwa, Penuntut Umum mengajukan permintaan banding ke pe ngadilan Negri siak pada tanggal 12 Juni 2014 dengan Akta Permintaan Banding Nomor 09/Akta Pid/2014/PN/SIAK.
     
    Gayung bersambut, PT (Pengadilan Tinggi) Pekanbaru No: 186/PID.B/2014/PT.PBR, memutuskan  ke tiga terdakwa masing-masing terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK masing-masing dijatuhi pidana penjara  8 (delapan bulan) dan menetapkan masa penangkapan dan masa penahan yang telah dijalanai para terdakwa.

    Namun  putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru dan diperkuat dengan  Putusan Mahkamah Agung RI No : 424 K / PID / 2016, ternyata para terdakwa tidak menjalaninya.

    Sisa hukuman lima bulan lebih yang seharusnya dijalani para terpidana diabaikan Kejaksaan Negeri Siak , hingga saat ini bertahun-tahun lamanya ketiga terpidana tidak eksekusi bebas melenggang menghirup udara segar.

    Terkait kasus terpidana Morlan Simanjuntak CS yang sampai saat ini tidak dilakukan dieksekusi, Humas Pengadilan Tinggi Pekanbaru Made Sutrisna, SH, angkat bicara. Menurut  Made Sutrisna kepada wartawan,  Pasca putusan MA tersebut maka otomatis yang berlaku adalah putusan terakhir yaitu putusan pengadilan Tinggi. "Kasus tersebut sudah Inkrah, maka ketiga terdakwa harus ditahan oleh Jaksa. Karena putusannya yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap," kata Made seperti yang dilansir   realitaonline.com, Kamis (20/6/2019) siang di Gedung PT Pekanbaru, Jalan. Jend. Sudirman Pekanbaru.

    Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Herry Hermanus Horo via whatsApp (WA) kepada wartawan menyampaikan ,  trimakasih atas infonya. kami sedang menelusuri kronologis perkara dimaksud di kejaksaan negeri Siak. untuk segera menindaklajuti informasi tersebut, jawanya

    LBH Surati Jaswas Kejagung Semenatara itu Ketua Umum LBH Bela Rakyat Nusantara (Bernas) Sefianus Zai, SH, menyoroti keras sikap Kejaksaan Negeri Siak yang belum mengeksekusi para terdakwa.

    "Kita sangat menyayangkan profesionalitas Jaksa dalam kasus ini, mengapa tidak dilakukan penahanan, Padahal putusan MA diatas sudah menjadi dasar penahanan kepada tiga terdakwa. Untuk itu LBH Bernas mendesak Kejaksaan Negeri Siak untuk segera melakukan penahanan bagi ketiga terdakwa. Ini demi rasa keadilan masyarakat," kata Sefianus Zai diujung telepon kepada media ini Kamis

    Dibagian lain, LBH Bernas mengaku dalam minggu ini akan menyurati pihak Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas). ”Seraya kita mendesak penahanan, LHB Bernas kita minggu ini akan melayangkan surat ke Jamwas Kejagung Pusat. Berharap nantinya bisa terungkap apa motif pihak kejaksaan negeri siak belum dilakukannya penahanan pasca putusan MA pada tahun 2016 silam itu," pungkas Sefianus Zai, SH. (garda)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Kejari Siak Abaikan Putusan MA, 3 Orang Terpidana Bebas Melenggang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved