www.riaukontras.com
| Wabup Harapkan Hubungan Baik Seluruh Forkopimda Inhil Tetap Terjalin | | Ombudsman Apresiasi Peningkatan Pelayanan Publik di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru | | Kapal Bermuatan Arang Dari Rupat Dibongkar Di Sungai Mesjid | | FORGAN Audiensi Kepada Diskominfo Dumai | | Wabup Inhil:Nuzulul Qur'an Momentum Meningkatkan Kesadaran Mengamalkan Ajaran Al Qur'an | | Ada Apa dengan DAK 2019 di Talang Muandau?, Proyek Jalan Tanpa Volume yang Jelas dan Salah Alamat
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 24 Mei 2019
 
Kinerja Polsek Tenayan Pekanbaru Dipertanyakan Korban Penganiayaan Suami-Istri
Editor: Emos | Sabtu, 04-05-2019 - 13:01:18 WIB

TERKAIT:
 
  • Kinerja Polsek Tenayan Pekanbaru Dipertanyakan Korban Penganiayaan Suami-Istri
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Santi Uliana Gultom (31), korban penganiayaan, yang sebelumnya telah membuat pengaduan resmi ke Mapolsek Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Selasa (26/03/2019) lalu, menilai kinerja Polsek setempat tidak serius memproses penganiayaan/pengeroyokan yang dilaporkan korban.

    Ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di Jalan Sepakat Gg. Sepakat V RT/RW, 003/023 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru ini cukup kecewa dengan sikap penyidik yang menjadi juru periksanya. Pasalnya, dia (korban-red) sebelumnya disuruh mengantarkan surat untuk saksi yang melihat kejadian itu. “Aku yang jadi korban, aku pula yang disuruh juper mengantarkan surat untuk saksi. Inikan pembodohan? padahal dua nama para saksi sudah aku sampaikan bahkan sudah ada yang diperiksa untuk diminta keterangan. namun, pelaku tak diproses”, ujar Santi kepada Wartawan kemarin sore.

    Menurut Santi Uliana Gultom, dengan dimintanya dia mendatangkan saksi dihadapan penyidik sebelumnya, kasus ini terkesan dipersulit. Sedangkan banyak saksi yang melihat langsung peristiwa pengeroyokkan itu, sudah pernah dihubungi, tapi mereka tidak bersedia dan tidak mau namanya dibawa-bawa.

    “Sudah mau dua (2) bulan, tapi berkas laporan saya masak dibilang visum belum keluar dari rumah sakit Bhayangkara Polda. Saya gak ngerti kok banyak kali alasan yang mencurigakan dikasus yang menimpa Saya ini,” kesalnya.

    Sementara itu, petugas yang menangani kasus tersebut di Polsek Tenayan Raya Pekanbaru, Bripka Wibisono, SH, saat dihubungi Harian Berantas mengatakan, untuk saat ini pelaku belum bisa di panggil, karena saksi yang sudah menerima surat panggilan tak mau datang ke Polsek. “Saya masih di Medan, sore nanti bali ke Pekanbaru, dan besok Saya coba panggil lagi saksi yang dipanggil minggu kemaren”, pungkas Bripka Wibisono, SH berjanji akan segera menindaklanjuti laporan korban dan secepatnya menuntaskan kasus tersebut.

    Sebelumnya, Kapolsek Tenayan Raya Kompol M Hanafi ketika ditemui Wartawan diruang kerjanya beberapa waktu lalu berjanji, segera menuntaskan laporan Santi Uliana Gultom (korban) tersebut.

    “Kasus yang dilaporkan korban ini akan segera diproses oleh penyidik sampai selesai. Jadi, korban bersabar dulu, karena masalah yang menimpa ibu Santi (korban) ini tinggal meminta keterangan saksi  lagi”, ujar Kompol M Hanafi yang dikenal  cukup dekat dengan media.

    Keluarga korban (Santi Gultom-red), Daniel Gultom merupakan Ketua LSM PENJARA- Indonesia, kepada Wartawan Jum'at (03/05/19) di Pekanbaru, berharap kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpa keluarganya tersebut, diusut Polisi. "Kami dari keluarga, pengeroyokkan yang dilakukan suami-istri marga Sinaga itu terhadap ito Saya (Santi-red), segera diproses Polisi, katanya berharap. "Sebelum hari H Pileg dan Pilpres pekan lalu, Saya bersama korban atau Santi, telah dipanggil oleh penyidik, Bripka Wibisono SH di kantor Polsek Tenayan. Namun karena ada dugaan firasat kami terhadap penyidik tidak serius memproses masalah ini, makanya Saya beritahukan langsung ke penyidik, jika pelaku marga Sinaga itu dmana-mana diluar menyatakan, jika penyidik tak berani menangkap mereka karena ada sahabat mereka atau keluarganya pelaku salah satu oknum polisi di Polsek" sebut Daniel Gultom

    Namun demikian terang Daniel Gultom, "Dalam masalah ini, kami dari keluarga korban masih percaya penuh terhadap pernyataan dan komitmen pak Kompol Hanafi yang berjanji dan menyatakan kepada kami di kantornya beberapa waktu lalu, laporan keluarga kami selaku korban kejahatan suami isteri itu, akan segera diproses sesuai peraturan hukum yang berlaku", ujar Daniel Gultom yang mengaku tak gentar terhadap informasi pernyataan pelaku yang merasa kebal hukum karena dibeking oleh salah satu oknum petugas Polri di Polsek setempat. ***

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Kinerja Polsek Tenayan Pekanbaru Dipertanyakan Korban Penganiayaan Suami-Istri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    4 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved