www.riaukontras.com
| Pelatihan Kerajinan Quilting di Taja Oleh Disperindagkopumkm | | Sekda Inhil Tinjau 3 OPD Pelayanan Publik | | Bupati Inhil Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Sungai Salak, Tempuling | | Anggota Komisi II DPRD Siak, Sujarwo, Sayangkan Perusahaan yang Masih Membandel | | Pemasangan Kabel Listrik Diduga Tidak Sesuai SOP, Dua Pengendara Sepeda Hampir Merenggut Nyawa | | OL Kades Kecamatan Lhoksukon ke Yogyakarta Diharapkan Bermanfaat Bagi Daerah
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 17 Juli 2019
 
Oknum Polri Diduga Gelapkan Tes Urine, Andi Nugraha: Negara Harus Tanggungjawab
Editor: | Sabtu, 23-02-2019 - 21:49:55 WIB

TERKAIT:
 
  • Oknum Polri Diduga Gelapkan Tes Urine, Andi Nugraha: Negara Harus Tanggungjawab
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - RMH, terdakwa yang ditangkap Polsek Sinaboi Kabupaten Rohil-Riau, (03/05/ 2018) lalu. RMH (Terdakwa-red), dituntut JPU melanggar pasal 112 ayat (1) UU Narkotika dengan penjara selama 8 tahun serta denda sebesar Rp1. 00.000.000,- (satu miliar rupiah), menyisakan tanda tanya dari kalangan masyarakat dan para pencari keadilan.

    Bagaimana tidak, terdakwa yang ditangkap tanggal 3 Mei 2018 lalu tersebut, diambil urine pada rumah sakit umum Dr. Pratomo (4/05/2018).

    Dalam persidangan, terungkap jika terdakwa, RMH, di jebak dan di kriminalisasi. bahkan  ada beberapa saksi perkara, ada yang mendanai  AC kepihak ketua tim petugas penangkapan RMH (terdakwa).

    RMH sendiri saat pertama kali di BAP Polisi, tanpa didampingi penasehat hukum (Pengacara) atau penunjukan PH  dari pihak Polsek Sinaboi.

    Sementara, rekan RMH yaitu, Ucok Acun yang bersamaan berboncengan saat ditangkap Polisi, dilepaskan dari hasil gelar perkara.

    Bagaimana bisa seseorang yang mengendarai motor RX-KING yang bukan miliknya ditetapkan sebagai tersangka, sementara UA dilepaskan  tanpa di lakukan penyelidikan lebih lanjut.

    Sementara definisi penyelidikan menurut KUHAP adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tidak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini.

    Selanjutnya, terdakwa di BAP kedua didampingi oleh PH yang ditunjuk oleh Polsek Sinaboi.

    Lalu terdakwa merasa dirinya tidak bersalah atas musibah yang menimpanya.

    Terdakwa meminta kepada penyidik untuk melakukan TES SIDIK JARI  namun penyidik meminta uang Rp20 juta untuk melakukan sidik jari. Ucap RMH
    Gayung bersambut, akhirnya RMH mendapatkan bantuan hukum dari rekannya sesama aktivis yaitu  Andi Nugraha SH, Hengki Kendedet Silitonga SH, dan  Ahmad b Lumban Gaol, SH Akhirnya perjuangan dan doa ibunda RMH dijabah oleh Allah SWT, yang selama ini kita lihat dimedia sosial. Dimanakah keadilan untuk anak saya??? Sembari menangis dan  bertanya-tanya.. ucap Andi’’

    Pada saat di Pengadilan Negeri Rokan Hilir (4/2/2019), RMH diadili dan dinyatakan bersalah melanggar pasal 131 UU Narkotika dengan pidana penjara selama 1 tahun kurungan, dengan pertimbangan hakim bahwa dengan  memperhatikan rentang waktu antara pukul 12.00 wib yaitu ketika Terdakwa diperlihatkan DANI MARTERIP Alias DANI narkotoka jenis shabu sampai dengan pukul 16.30 Wib yaitu Terdakwa ditangkap Polisi Polsek Sinaboi, majelis hakim berpendapat terdapat cukup waktu bagi terdakwa untuk melaporkan kepada petugas yang berwenang bahwa DANI MARTERIP alias DANI menguasai narkotika jenis shabu-shabu.

    Kita sangat menghargai dan menghormati  Putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir karena hakim berlandaskan hasil TES URINE dari JPU yaitu Positif mengingat dan menimbang   seseorang yang pernah  memakai narkoba pasti tahu jenis shabu-shabu yang diperlihatkan Dani Marterip (DPO)  ujar andi saat di konfirmasi awak media.

    Lalu Andi pun bertanya-tanya sambil termenung mengingat  terdakwa sampai bersumpah dan menangis dihadapannya, saya  tidak pernah memakai shabu-shabu bang, apalagi melihatnya. Dan dikuatkan dengan kesaksian terdakwa dipersidangan yang menegaskan, saya tidak pernah makai shabu apalagi melihatnya, dan didukung oleh keterangan saksi Mahyum yang mendengar langsung dari Kapolsek Sinaboi AKP RUSLAN mengatakan hasil tes urine RMH Negatif. tidak patah arah,  Lalu andi  bersama rekannya pergi menjumpai Direktur RSUD Dr Pratomo  pada tanggal 18 Februari 2019 dengan tujuan  ingin melihat hasil Urine RMH.

    Ternyata “Allah tidak tidur”, tidak sedikit pun luput dari kehendaknya.. ALLAHU AKBAR, sembari mengagungkan kekuasaan ALLAH.. ternyata hasilnya NEGATIF.

    Lalu Andi mengatakan  siapa yang harus bertanggung jawab terhadap klien saya ini? Andi menghimbau!!! Negara harus bertanggung jawab  atas dugaan penggelapan Tes Urine yang dilakukan oleh Peyidik Polsek Sinaboi. “ tandasnya” ***Rls

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Oknum Polri Diduga Gelapkan Tes Urine, Andi Nugraha: Negara Harus Tanggungjawab
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved