www.riaukontras.com
| Paripurna Dinilai Cacat Hukum, Ranperda Revisi RPJMD Kota Pekanbaru Ditolak Gubernur | | Memperingati Hari Lahir Pancasila, MABERS Kembali Bagi Sembako Pada Guru Ngaji | | Bupati Inhil Resmikan Tim Terpadu Penegakan Disiplin Masyarakat Produktif Aman Covid-19 | | Brimob Pos Pam Covid-19 Aceh-Sumut Lakukan Pengecekan dan Bagi Masker | | Komperensi: Mari Kita Bergotong Royong Lawan Corona | | Team Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau, melakukan Penyemprotan di Kawasan Rumah Warga
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 02 Juni 2020
 
Semenisasi Jalan di Kelurahan Palas Dinilai Diskriminatif
Editor: | Kamis, 13-12-2018 - 12:08:04 WIB
Ket Photo, Jalan Melayu Serumpun yang merupakan satu-satunya jalan yang tak tersentuh semenisadi di wilayah RW VIII Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai.
TERKAIT:
 
  • Semenisasi Jalan di Kelurahan Palas Dinilai Diskriminatif
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Terlepas dari kualitas jalan yang disemenisasi di wilayah RW VIII Kelurahan Palas Kecamatan Rumbai, setidaknya masyarakat bisa merasakan dampak pembangunan di kota Pekanbaru. Namun demikian ditengah pembangunan infrastruktur tersebut muncul suara sumbang yang menilai pemerintah bersikap diskriminatif.

    Pasalnya, dari puluhan ruas jalan di sekitar Jalan Damai Kelurahan Palas, satu-satunya yang tak kunjung tersentuh semenisasi adalah Jalan Melayu Serumpun.

    "Sikap pihak kelurahan ini sepertinya cukup aneh. Ada jalan yang baru dibentuk 4 bulan lalu, langsung disemenisasi Minggu kemarin.  Sementara Jalan Melayu Serumpun ini sudah bertahun tahun namun tak tersentuh semenisasi", ujar Toni Simbolon (36) yang merasa jengkel atas sikap Pemerintah, Rabu (12/12/18).

    Padahal kata Toni, dalam setiap pertemuan dengan masyarakat  Ketua  RW VIII Arkun Nurdin selalu mengatakan bahwa dirinya tak membeda-bedakan suku dan agama di wilayahnya. Dalam hal apapun di wilayah RW VII semua warga harus dilibatkan termasuk saat melaksanakan goro, ujar Toni menirukan.

    Sikap diskriminasi dalam hal pembangunan infrastruktur di wilayah Kelurahan Palas sebut Toni, juga tercermin dari puluhan ruas jalan di wilayah RW VIII, semua sudah tersemenisasi tahun 2018 ini kecuali Jalan Serumpun.

    Toni pun hanya bisa berharap agar pemerintah bersikap adil dalam membangun infrastruktur pemukiman warga, tanpa membeda-bedakan.

    Dikonfirmasi terpisah, Lurah Palas Rizwan mengaku informasi yang ia dàpat dari Dinas PU tak ada semenisasi Jalan Serumpun tahun 2018.

    "Untuk saat ini informasi yang saya dapat dana PU dan dari Musrenbang tidak ada pak. Dan informasi dari pak RW itu dari dana aspirasi/reses anggota dewan", ujarnya melalui Whatshapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi.

    Menurutnya, Jalan Melayu Serumpun sudah lama diusulkan melalui Musrenbang. Bahkan kata Ketua RW, ucap Rizwan sudah diukur.

    "Sekarang kita lagi nunggu dana turun untuk semenisasi dari pihak yang terkait", jawab Rizwan .

    Pernyataan Rizwan tersebut dibenarkan Toni Simbolon. Ia mengatakan, sekitar sebulan lalu ada anggota DPRD kota Pekanbaru ditemani Ketua RW VIII Arkun Nurdin turun langsung ke Jalan Serumpun untuk mengukur jalan yang akan disemenisasi.

    Namun entah bagaimana, hingga kini semenisasi yang ditungu-tunggu tak kunjung terealisasi. Sementara ruas jalan yang baru dibentuk langsung disemenisasi, ujar Toni. (fin).

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Semenisasi Jalan di Kelurahan Palas Dinilai Diskriminatif
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    3 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
    9 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    10 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved