www.riaukontras.com
| TNI Amankan Kayu llegal, Satu Tersangka Kabur Saat di Tangkap | | Kodim 0106 Aceh Tengah Sumbang 54 Kantong Darah dan Berikan Sembako | | Wali Kota Minta Perbankan Jadi Leader Pengembangan Syariah | | LP3I Berkontribusi Tekan Angka Pengangguran | | Wali Kota Tutup Turnamen Futsal Antar Gampong | | Jasad Korban Tenggelam di Desa Empat Balai Kuok Akhirnya Ditemukan Tim Gabungan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 15 Desember 2018
 
Aksi Solidaritas Pers Indonesia Terus Melaju, Sasar Aktor Dibalik Kriminalisasi Pers
Editor: | Kamis, 04-10-2018 - 07:51:08 WIB

TERKAIT:
 
  • Aksi Solidaritas Pers Indonesia Terus Melaju, Sasar Aktor Dibalik Kriminalisasi Pers
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Solidaritas pers indonesia ( SPI ) Riau terus bergerak maju untuk membela marwah pers yang terus dilemahkan oleh oknum-oknum yang merasa terganggu dari setiap tulisan insan pers, rabu 3/10/2018.

    Kriminalisasi terhadap media harianberantas.co.id atas pemberitaan terkait korupsi dana bansos bengkalis tahun 2012 lalu menjadi pertanda melemahnya UU Pers dan bungkamnya  dewan pers atas berbagai persoalan pers indonesia.

    Sekalipun kriminalisasi pers ini terus di proses hukum oleh kepolisian, kejaksaan dan pengadilan negeri pekanbaru saat ini, namun tekad solidaritas pers indonesia riau tak pernah surut untuk berjuang menyasar aktor dibalik kriminalisasi pers yang menimpa Toro Laia pimpinan redaksi harianberantas.co.id.

    Hal itu disampaikan oleh korlap solidaritas pers indonesia riau, Feri Sibarani didampingi oleh beberapa korlap lainya, Ismail, Abidah, Suriani dan Sabar tanjung kepada sejumlah awak media mengatakan bahwa perjuangan solidaritas pers indonesia riau tak pernah terhenti oleh apapun, kecuali aktor-aktor intelektual dibalik kriminalisasi pers itu telah terciduk.

    ,"saya tegaskan ini, bahwa aksi solidaritas pers indonesia ini tidak akan pernah surut sampai kapan pun, kecuali aktor-aktor dibalik kriminalisasi pers ini telah terciduk oleh polisi,"kata Feri.

    Menurut hasil dari kajian pihak solidaritas atas berbagai alat bukti dan sejumlah indikasi lainya, bahwa telah terjadi berbagai kejanggalan dan kerancuan sejak kasus sengketa pers tersebut dipaksakan ke pidana, antara lain adalah terdapat flasdisk dan laptop yang berbeda dari yang digunakan sebagai alat bukti serta diduga adanya rekayasa pada tanda tangan saksi pelapor yang dilakukan oleh orang lain.

    "Kita patut menduga adanya rekayasa dan konspirasi dibalik kriminalisasi pers ini, terlihat dari bukti-bukti dan berbagai indikasi lainya yang sangat janggal saat dimulainya penyidikan oleh penyidik polda riau,"lanjut Feri.

    Oleh karena itu, menurut seluruh anggota solidaritas pers indonesia Riau, semua kejanggalan tersebut akan di investigasi oleh seluruh insan pers yang tergabung ke solidaritas pers indonesia Riau, untuk mengungkap sosok aktor intelektual dibalik pemidanaan kasus sengketa pers, yang seharusnya melewati mekanisme UU Pers No. 40 tahun 1999.

    Akibat dari dugaan kriminalisasi pers ini, dalam waktu dekat ini pihak solidaritas pers indonesia riau akan segera melakukan aksi konfrensi pers besar-besaran dengan melibatkan sejumlah media nasional, seperti Metro TV dan TV One untuk menyampaikan perihal permasalahan pers kepada presiden RI Joko Widodo dan kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian serta sejumlah besar petinggi pusat.

    "Pertama usai persidangan kali ini, yang menghadirkan saksi ahli, maka kami akan bentuk tim, dan untuk melaksanakan konfrensi pers serta aksi demo akbar di Kejati Riau mempertanyakan atas dasar apa kejati riau menerima perkara pers itu sebagai perkara pidana,"katanya.

    Tujuan dari akan diadakanya konfrensi pers tersebut adalah untuk diketahui oleh para petinggi pemerintahan pusat, masyarakat nasional, dan supaya seluruh insan pers di Indonesia mendengar bahwa ada kasus sengketa pers di riau, yang ternyata langsung bisa dipidana.

    "Kami mau ini semua terang benderang, mulai dari awal penyidikan, proses pemeriksaan di berkas BAP, berbagai alat bukti, lalu dikaji ulang penerapan undang-undangnya, karena menurut UU Pers, semua permasalahan hukum yang muncul akibat karya jurnalistik harus melalui mekanisme hak jawab, hak tolak, dan hak koreksi, tidak ada yang lain,"terang Feri.

    Tim***

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Aksi Solidaritas Pers Indonesia Terus Melaju, Sasar Aktor Dibalik Kriminalisasi Pers
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    5 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    9 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
    10 Wakil Bupati Minta Bupati Nias Barat Copot Kadis BPKPAD dan Kuasa BUD
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved