www.riaukontras.com
| BPN Inhu Serahkan 15.189 Persil Sertifikat PTSL | | Tujuh Tahanan Kejari Pelalawan Kabur, Satu diantaranya Kembali Tertangkap | | Majelis Hakim Tolak Eksepsi Penasehat Hukum Aheng Dalam Kasus Dugaan Penipuan 1,6 Miliar | | Pemkab Inhil Serahkan Bantuan Bagi Warga Sulteng Korban Bencana Gempa Dan Tsunami | | Bupati Ikuti Tabligh Akbar Dan Istighosah di Mapolres Inhil | | Kebersamaan TNI Dengan Petani Dalam Panen Padi
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 20 Maret 2019
 
Kejati Riau Tahan Dua Pejabat Dispora Dugaan Kasus Tipikor
Editor: | Selasa, 02-10-2018 - 08:14:59 WIB
Mislan Saat Digiring ke Mobil Tahanan
TERKAIT:
 
  • Kejati Riau Tahan Dua Pejabat Dispora Dugaan Kasus Tipikor
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com - Kejaksaan Tinggi Riau akhirnya menahan dua tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dana pemeliharaan sarana prasarana (Sarpras) olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Senin 01/10/18.

    Kedua pejabat yang ditahan Penyidik Pidana Khusus Kejati Riau adalah Mislan yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Abdul Haris sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam kegiatan itu.

    "Kejati akan melakukan penahanan terhadap kedua tersangka dalam perkara bersama-sama melakukan Tipikor pada kegiatan pemelihaaraan sarana prasarana di Dispora Riau tahun anggaran 2016," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau Muspidauan, Selasa (1/10/2018) sore.

    Keduanya langsung Ditahan di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk usai menjalani pemeriksaan. "Keduanya disangkakan pasal 2 dan 3 jo Pasal 12 huruf i, Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Atau ke dua pasal 12 huruf i UU Nomor 20 tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ulasnya.

    Dalam perkara tersebut, terdapat kerugian negara senilai Rp3,6 miliar. Kerugian negara ini telah dikembalikan ke kas negara melalui Kejaksaan senilai Rp1,6 miliar pada proses penyelidikan dan Rp450 Juta dikembalikan saat penyidikan.

    Sisanya masih belum dikembalikan oleh tersangka. Para tersangka diduga melajukan pemecahan kegiatan menjadi beberapa kegiatan. Ini dilakukan agar tidak terjadi proses lelang, dan hanya dilakukan Penunjukkan Langsung (PL). "Modusnya mereka memecah kegiatan sehingga tidak perlu dilakukan lelang," tuturnya.

    Dugaan tindak pidana korupsi ini terjadi dalam kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana di Dispora Riau dengan menggunakan dana dari APBD Perubahan Provinsi Riau tahun anggaran 2016 sebesar Rp21 miliar.

    Anggaran sebesar itu diketahui dipecah-pecah dalam beberapa proyek dengan dilakukan penunjukan langsung (PL). Dengan banyak proyek yang dipecah, dimungkinkan adanya beberapa orang PPTK. (Em)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Kejati Riau Tahan Dua Pejabat Dispora Dugaan Kasus Tipikor
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved