www.riaukontras.com
| Polsek Bukit Bestari Gelar Apel Pasukan dalam Rangka Pengamanan Pemilu 2019 | | Ketua DPD Onur Bersama Tokoh Masyarakat Nias Kuansing Bersilahturahmi dengan Wakil Bupati Kuansing | | Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi | | Pemkab Kuansing dapat Peringkat 1 Tingkat Provinsi Riau dari Ombudsman RI | | Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis Di RSUD Puri Husada | | Bupati Inhil Serahkan LKPD Tahun Anggaran 2018 Kepada BPK
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 23 Maret 2019
 
Jakarta
Demokrat: Elektabilitas Jokowi Sulit Naik
Editor: | Senin, 16-07-2018 - 16:50:45 WIB

TERKAIT:
 
  • Demokrat: Elektabilitas Jokowi Sulit Naik
  •  



    JAKARTA, RIAUKontraS.com
    - Ketua DPP Partai Demokrat Jemmy Setiawan menilai, angka elektabilitas Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi sulit untuk naik. 

    Jemmy mengaku, elektabilitas Jokowi berpeluang turun dengan  adanya situasi nasional sekarang ini. Hal ini terbukti dengan berbagai hal diantaranya; dolar yang meroket, daya beli masayarajat yang lemah dan performn ekonomi yang sedikit daq diq duq dengan jatuh tompo pembayaran hutang di tahun depan.

    Demikian dikatakan Jemmy dalam akun twitter pribadinya @Soragan77 Sabtu 14 Juli 2018.

    "Angka elektabilitas jokowi naik sulit namun peluang turun nya ada dengan situasi nasional. 
    1. Dolar yang meroket 
    2. Daya beli yang lemah
    3. Performn ekonomi yang sedikit daq diq duq dengan jatuh tompo pembayaran hutang di tahun dpn," ujar Jemmy yang dikutip dari twitter pribadinya Senin (16/7/2018).

    Dibagian lain Jemmy mengungkapkan, angka dukungan kepada Jokowi  dalam Pilpres relatif tidak aman dengan kinerja hampir 4 tahun. Sedangkan angka elektabilitas Prabowo juga belum mampu melampaui Jokowi.  Artinya dua duanya punya angka yang masih belum aman.

    Menurutnya, ada tiga modal Ketua umum Partai Demokrat Susiilo Bambang Yudhoyono atau SBY sebagai Booster kontestasi 2019 yakni; modal suara Partai Demokrat, daya endorsement figur SBY sendiri sebagai mantan Presiden ke 6 dalam dua periode dan SBY memiliki petarung AHY yang juga memiliki pendukung loyalnya sendiri. 

    Survei terakhir dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukan, elektabilitas Jokowi pada Mei 2018 sebesar 46 persen. Hasil itu mengalami peningkatan menjadi 49,30 persen pada Juli 2018.

    "Jokowi masih menjadi Capres terkuat dan ada tren kenaikan elektabilitas Jokowi. Meski elektabilitasnya masih di bawah 50 persen," kata peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby dalam rilis survei bertema 'Pasangan Capres dan Cawapres Pasca Pilkada' di Kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).(Dwi/Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Demokrat: Elektabilitas Jokowi Sulit Naik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved