www.riaukontras.com
| Polsek Bukit Bestari Gelar Apel Pasukan dalam Rangka Pengamanan Pemilu 2019 | | Ketua DPD Onur Bersama Tokoh Masyarakat Nias Kuansing Bersilahturahmi dengan Wakil Bupati Kuansing | | Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi | | Pemkab Kuansing dapat Peringkat 1 Tingkat Provinsi Riau dari Ombudsman RI | | Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis Di RSUD Puri Husada | | Bupati Inhil Serahkan LKPD Tahun Anggaran 2018 Kepada BPK
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 23 Maret 2019
 
Jakarta
Slamet: Jika Petugas Imigrasi Jepang Teledor Harusnya Minta Maaf
Editor: Muhammad Abubakar | Rabu, 18-04-2018 - 21:00:32 WIB
Slamet anggota DPRD provinsi Slamet
TERKAIT:
 
  • Slamet: Jika Petugas Imigrasi Jepang Teledor Harusnya Minta Maaf
  •  

    JAKARTA, Riaukontras.com - Anggota DPRD provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Fraksi partai Golkar Slamet menegaskan jika kepergiannya ke Jepang tanggal 2 April-8 April 2018 lalu adalah untuk keperluan dinas.

    Dirinya juga mempunyai bukti jika kepergiannya bersama 4 anggota DPRD provinsi lainnya memang ditugaskan untuk mendampingi pemerintah provinsi Yogyakarta.

    Namun, saat tiba di bandara Narita, Tokyo tanggal 3 April lalu dirinya tidak diperbolehkan masuk ke negara itu. 

    Anehnya, keempat rekannya sesama anggota DPRD provinsi DIY Suparjo (NasDem), Hamam M (PAN), Zuhrif H (PKS) dan Dwi DB (PDI Perjuangan) diperbolehkan masuk ke negara itu.

    "Saya tegaskan bahwa saya ke Jepang adalah urusan Dinas dibuktikan dengan Surat Tugas dari Pimpinan DPRD DIY dalam rangka pendampungan pemerintah Propinsi DIY," ujarnya kepada wartawan Rabu (18/4/2018).

    Menurutnya, jika saat itu petugas imigrasi di Bandara Tokyo memang tidak mengerti fungsinya paspor dinas, seharusnya mereka minta maaf saja secara langsung.

    "Jika petugas imigrasi Jepang teledor dalam membaca paspor saya ya minta maaf saja dah cukup," tuturnya.

    Slamet mengatakan, malam ini dalam akun face book nya ia menerima pesan dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia yang berisi:

    Selamat malam Pak.

    Kami telah memahami pertanyaan yang Bapak kirimkan beberapa waktu lalu. Memang kedua pemerintah telah menyepakati pembebasan visa bagi pengguna paspor diplomatik maupun paspor dinas dari masing-masing negara untuk kunjungan singkat (kurang dari atau maksimal 30 hari). Namun kami juga mendengar bahwa Pemerintah Indonesia menyatakan penggunaan paspor dinas maupun paspor diplomatik hanya dapat digunakan untuk urusan dinas. 

    Demikian yang dapat kami sampaikan saat ini. 

    Terima kasih.
    (Dwi/Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Slamet: Jika Petugas Imigrasi Jepang Teledor Harusnya Minta Maaf
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved