www.riaukontras.com
| Pekola Pintu Masuk Bagi Penegak Hukum Untuk Memeriksa Pejabat Kota Langsa | | Di DPRD Kota Pekanbaru Dana Publikasi Media Diduga Jadi Ajang Korupsi | | Pilu, Seorang Ibu Muda di Temukan Meninggal di Belakang Rumahnya | | Tiga Saksi Tuding Indra Gunawan Terima Uang 50 Juta, Akhirnya E'et Duduk Dikursi Persidangan | | PH Wahyu Setiawan Minta Gubernur Papua Barat Dihadirkan Dipersidangan | | Bupati Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 10 Juli 2020
 
Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal Kabinet
Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal Kabinet
Editor: Md.waruwu | Senin, 14-10-2019 - 10:57:44 WIB

TERKAIT:
 
  • Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal Kabinet
  •  

    JAKARTA,RIAUKontraS.com - Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan dilantik 20 Oktober mendatang. Jokowi selaku presiden juga disebut akan mengumumkan nama-nama yang akan bergabung dalam kabinet.

    Sejumlah nama, dari mulai tokoh politik, tokoh masyarakat dan pengusaha pun bergulir bergantian disebut-sebut akan menjadi pembantu Jokowi. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian siapa-siapa saja yang telah pasti ditunjuk oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

    Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun menyebut pemilihan kabinet kementerian yang sebenarnya menjadi ranah perogratif Jokowi justru tersandera oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

    "(Jokowi tersandera Mega) Iya. Pak Jokowi gak bisa mengabaikan Bu Megawati (dalam pemilihan kabinet menteri)," kata Ubedilah di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

    Ketersanderaan ini, kata Ubedilah ditengarai karena banyaknya jasa yang telah dilakukan Mega untuk Jokowi hingga Mantan wali kota Solo itu bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia. Atas dasar itu, kata dia, keputusan utama pemilihan kabinet menteri diduga sebagian besar ada di tangan Megawati.

    "Karena betapapun dia menjadi presiden atas jasa besar Megawati dan partainya karena mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden," kata dia.

    Situasi tersebut, kata dia yang juga membuat Jokowi nampaknya setengah hati menerima Partai Demokrat untuk bergabung dalam koalisi pemerintahannya.

    "Kalau saya melihat pak Jokowi masih setengah hati menerima Demokrat. Karena betapa pun pak Jokowi adalah petugas partai dalam kacamata PDIP. Jadi pak Jokowi mesti komunikasi dengan bu Megawati," kata dia.

    "(Demokrat merapat) Itu pintu izin ada di Bu Megawati. Megawati (nampaknya) belum membuka pintu untuk SBY, Demokrat. Itu sebetulnya tanda bahwa PDIP tidak menyetujui jika Demokrat menjadi bagian dari kabinet sekarang," lanjutnya.

    Dalam kesempatan itu, Ubedilah juga menyinggung soal keinginan Megawati agar PDIP menguasai 45 persen kursi kabinet kementerian di periode kedua Jokowi menjabat. Meski hal itu wajar dari kacamata perpolitikan, namun kata dia, PDIP tidak harus arogan dengan posisi ini.

    PDIP mestinya bisa mendengar partai-partai lain dalam barisan koalisi yang mendukung Jokowi di Pilpres 2019 kemarin.

    "Saya kira penting untuk kemudian sehingga kabinet yang terbentuk kabinet bersinergi dengan baik. Saya kira Jokowi harus hati-hati. Mestinya, Jokowi memediasi problem itu, misal jika ada tegangan politik antara bu Mega dengan Surya Paloh, Jokowi harusnya jadi jalan tengah untuk bisa mendamaikan dua kepentingan yang berbeda itu," katanya.

    Sumber: cnnindonesia.com

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal Kabinet
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    6 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    7 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    8 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    9 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
    10 Ida Yulita: Anggaran Honor PMB RW Sebesar Rp. 13 Miliar, RT/RW Cuma Dapat Caci Maki
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved