www.riaukontras.com
| Bupati Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Labuhan Keude | | ASN Aceh Tamiang Sisihkan Gaji Bantu Masyarakat Lawan Covid-19 | | KUMKM dan Masyarakat Dapat Bantuan Masa Covid-19 Dari Diskop dan UKM Aceh | | Meunasah Jadi Rumah Idaman Bagi Santri Dayah Baitul Huda | | Satgas TMMD Gandeng Komunitas Ves Tanah Rencong di Panton Gajah | | Informasi Perkembangan Penyebaran Covid-19,di Kabupaten Inhil, Kamis 2 April 2020
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 03 April 2020
 
Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal Kabinet
Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal Kabinet
Editor: Md.waruwu | Senin, 14-10-2019 - 10:57:44 WIB

TERKAIT:
 
  • Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal Kabinet
  •  

    JAKARTA,RIAUKontraS.com - Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan dilantik 20 Oktober mendatang. Jokowi selaku presiden juga disebut akan mengumumkan nama-nama yang akan bergabung dalam kabinet.

    Sejumlah nama, dari mulai tokoh politik, tokoh masyarakat dan pengusaha pun bergulir bergantian disebut-sebut akan menjadi pembantu Jokowi. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian siapa-siapa saja yang telah pasti ditunjuk oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

    Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun menyebut pemilihan kabinet kementerian yang sebenarnya menjadi ranah perogratif Jokowi justru tersandera oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

    "(Jokowi tersandera Mega) Iya. Pak Jokowi gak bisa mengabaikan Bu Megawati (dalam pemilihan kabinet menteri)," kata Ubedilah di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10).

    Ketersanderaan ini, kata Ubedilah ditengarai karena banyaknya jasa yang telah dilakukan Mega untuk Jokowi hingga Mantan wali kota Solo itu bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia. Atas dasar itu, kata dia, keputusan utama pemilihan kabinet menteri diduga sebagian besar ada di tangan Megawati.

    "Karena betapapun dia menjadi presiden atas jasa besar Megawati dan partainya karena mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden," kata dia.

    Situasi tersebut, kata dia yang juga membuat Jokowi nampaknya setengah hati menerima Partai Demokrat untuk bergabung dalam koalisi pemerintahannya.

    "Kalau saya melihat pak Jokowi masih setengah hati menerima Demokrat. Karena betapa pun pak Jokowi adalah petugas partai dalam kacamata PDIP. Jadi pak Jokowi mesti komunikasi dengan bu Megawati," kata dia.

    "(Demokrat merapat) Itu pintu izin ada di Bu Megawati. Megawati (nampaknya) belum membuka pintu untuk SBY, Demokrat. Itu sebetulnya tanda bahwa PDIP tidak menyetujui jika Demokrat menjadi bagian dari kabinet sekarang," lanjutnya.

    Dalam kesempatan itu, Ubedilah juga menyinggung soal keinginan Megawati agar PDIP menguasai 45 persen kursi kabinet kementerian di periode kedua Jokowi menjabat. Meski hal itu wajar dari kacamata perpolitikan, namun kata dia, PDIP tidak harus arogan dengan posisi ini.

    PDIP mestinya bisa mendengar partai-partai lain dalam barisan koalisi yang mendukung Jokowi di Pilpres 2019 kemarin.

    "Saya kira penting untuk kemudian sehingga kabinet yang terbentuk kabinet bersinergi dengan baik. Saya kira Jokowi harus hati-hati. Mestinya, Jokowi memediasi problem itu, misal jika ada tegangan politik antara bu Mega dengan Surya Paloh, Jokowi harusnya jadi jalan tengah untuk bisa mendamaikan dua kepentingan yang berbeda itu," katanya.

    Sumber: cnnindonesia.com

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Sandera Megawati soal Kabinet
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    2 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    3 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    4 Polemik Pembangunan Jalan TOL di Riau Menggurita, Dana APBN Diduga Menjadi Dana Talangan
    5 Hanya Karna Rupiah, Kepala Sekolah SMK 3 Lahewa Larang Siswi Ikut Ujian
    6 Temuan BPK RI Sebesar Rp.42 Milyar di UIN Suska Riau, Dikonfirmasi Rektor UIN 'Bungkam'
    7 Plt Bupati Pelatihan Buka Resmi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa se-Kab.Bengkalis
    8 Tiang Baleho Miring Sangat Mengkhawatirkan Masyarakat
    9 Pakar Hukum Pidana Minta Ketua DPRD Provinsi Riau Serta Polres Rohil Panggil Pimpinan PT. SS
    10 Diduga Terjadi Korupsi Dalam Pembangunan Proyek Program KOTAKUĀ 
    Ketua DPD LSM Gerak Riau Sampaikan Laporan Resmi Ke Polresta PekanbaruĀ 
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved