www.riaukontras.com
| Hasil Survey Jokowi-Ma'ruf Pacu Relawan Terus Kerja | | KMA Desak Pemkab Abdya Berantas LGBT dan Wanita Jadi Jadian | | Istri Wali Kota Santuni Korban Jatuh Panjat Pinang | | Teguh Arief Indratmoko Resmi Jadi Warga Kodam IM | | Mafia Tanah Diduga Jual Kaplingan Abal-Abal, Akhirnya Dilaporkan ke Polres Karimun | | Bupati Inhil Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di PMIP
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 21 08 2018
 
Dihebohkan, Ibu Dilarang Menyusui Bayi di Kantor Polisi
Editor: | Minggu, 16-04-2017 - 08:31:28 WIB
Ilustrasi seorang ibu menyusui di tempat umum. (Sumber Flickr/jakecaptive)
TERKAIT:
 
  • Dihebohkan, Ibu Dilarang Menyusui Bayi di Kantor Polisi
  •  

    PARIS, RIAUKontraS.com  - Reaksi di dunia maya berisi kegeraman setelah seorang wanita di Paris diduga diminta pergi meninggalkan pos polisi setelah ia minta izin untuk menyusui anaknya.

    Hal itu terjadi di stasiun polisi di wilayah-2 dekat pusat Paris pada Senin lalu, saat pasangan muda, pria dan wanita, sedang mengurus hal adminsitratif.

    Dikutip dari The Local pada Sabtu (15/4/2017), laman Facebook milik pria itu mengatakan bahwa pasangannya meminta izin untuk menyusui bayi mereka yang berusia 2 bulan sambil menunggu.

    Seorang petugas bertanya kepada seseorang yang lebih senior, lalu kembali dan mengatakan bahwa menyusui bertentangan dengan peraturan.

    Kabar itu kemudian diikuti dengan kedatangan anggota yang lebih senior tersebut dan berbicara "dengan nada yang sangat bermusuhan."

    Menurut si suami, polisi itu berkata, "Tidak usah ditanya lagi soal menyusui anak di depan umum seperti ini, kamu tidak bisa memaksakan ini kepada semua orang."

    Pasangan itu kemudian pergi, tapi kembali lagi untuk mencatat nama polisi senior tersebut, tapi informasi itu tidak diberikan kepada mereka.

    Wanita itu kemudian menuliskan bahwa ia dituduh sebagai seorang ibu yang payah oleh petugas lain yang "mencoba mempermalukan" dia.

    Pasanganitu kemudian memulai petisi yang berupaya mengajak menteri dalam negeri Prancis dan kepala polisi di kesatuan itu "untuk membasmi tindakan misogini dan meminta dukungan menyusui di tempat umum dan stasiun polisi."

    Petisi itu telah menarik 13.500 tandatangan dalam 3 hari sejak dimulai.

    Walikota wilayah ke-2 mengatakan bahwa ia "marah" mengetahui kejadian itu, seakan seperti "serangan terhadap kebebasan kaum wanita," demikian menurut laporan harian 20 Minutes.

    Menyusui di tempat umum adalah hal yang legal di Prancis, walaupun menyusui tidak terlalu populer di kalangan wanita Prancis sebagaimana di negara-negara Eropa utara dan Amerika Serikat.

    Suatu penelitian 2014 mengungkapkan bahwa kaum wanita Prancis termasuk yang paling tidak berkemungkinan menyusui di Eropa.

    Badan kesehatan nasional Prancis mengatakan bahwa kaum ibu harus menyusui setidaknya selama 4, sedangkan menyusui selama 6 bulan adalah yang terbaik untuk kesehatan bayi.

    Menurut WHO, susu ibu adalah "makanan sempurna" bagi balita baru lahir karena mengandung semua gizi yang diperlukan seorang anak.***

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Dihebohkan, Ibu Dilarang Menyusui Bayi di Kantor Polisi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    5 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    6 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    7 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    8 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
    9 Wakil Bupati Minta Bupati Nias Barat Copot Kadis BPKPAD dan Kuasa BUD
    10 Nektu Polem Minta Pemilu Ulang, Tolak Hasil Pilkada Aceh Timur 2017-2022.
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved