www.riaukontras.com
| Tidak Gunakan Masker, 8 Warga Bangko Pusako Dikenakan Sanksi Tertulis | | Langgar Prokes, 10 Orang di Sanksi | | Gerakan S3 (Sedekah Seribu Sehari) | | Polres Kuansing Kedepankan Tindakan Simpatik serta Himbauan Prokes dalam Operasi Zebra | | Ketua DPRD Inhil Hadiri Perayaan Maulid Nabi di Mandah | | Taruna Akpol Riau Gelar Peringati Hari Sumpah Pemuda
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 31 Oktober 2020
 
Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi
Editor: Indra | Rabu, 23-09-2020 - 01:38:29 WIB

TERKAIT:
 
  • Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi
  •  

    Palembang, RIAUkontras.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan Brigjen Pol Jon Turman Panjaitan mengatakan, anggota DPRD Kota Palembang berinisial D yang tertangkap membawa 5 kilogram sabu dan ribuan butir pil ektasi merupakan jaringan PO Bus Pelangi.

    Seperti diketahui bos PO Bus Pelangi inisial F telah ditangkap oleh BNN di Jalan Raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada (16/9/2020) dengan barang bukti sabu sebanyak 13 kilogram yang disembunyikan dalam bus.

    "Ini pengembangan dari jaringan PO Pelangi, salah satunya D merupakan jaringan tersebut. D adalah aktor intelektualnya," kata Jon saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

    Jon menjelaskan, mereka telah lama melakukan penyelidikan untuk menangkap D. 

    Saat mengetahui tersangka membawa lima kilogram sabu, petugas langsung menggerebek anggota DPRD tersebut saat sedang mengendarai motor di kawasan Jalan Riau, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang.

    "Lima kilo sabu ini dibawa menggunakan motor tersangka, setelah kita geledah kami kembali menemukan ribuan ekstasi dan lima orang lain di tempat laundry yang merupakan usaha milik tersangka," ujarnya.

    Jon pun menyayangkan D yang berstatus sebagai anggota DPRD Kota Palembang merupakan jaringan besar narkoba. Bahkan, ia merupakan salah satu bandar dari jaringan PO Bus Pelangi tersebut.

    "Semestinya dia menjadi contoh yang baik bukan begini," tegas Jon.

    Atas perbuatannya, D bersama lima orang rekannya itu terancam dijerat Pasal 112-114 Undang-undang narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama seumur hidup.

    "Kasus ini akan ditindak lanjuti oleh BNN pusat termasuk tindak pidana pencucian uang yang dilakukan tersangka," jelasnya.(Rls)

    Sumber : KOMPAS.com

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    6 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    7 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved