www.riaukontras.com
| 200 Pesantren dan UMKM di Jatim Deklarasikan Closed Loop Economy | | Pangdam IM Mengajak Masyarakat Jaga Perdamaian Aceh | | Gelar Bakti Sosial, Polwan Jajaran Polres Dumai Menyalurkan Bantuan Sembako Menggunakan Sepeda Dan S | | Ormas Pekat IB, Aparat Hukum Bertindak Tegas Indikasi Pembiaran dan Mubazir Uang Negara | | Sergap Seorang Pelaku Saat Akan Transaksi Narkotika Jenis Shabu | | Kyai Gufron: Pemerintah Cukup Pantau Dai Dadakan, Bukan Sertifikasi Dai
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 15 08 2020
 
Jakarta
Kepala BPIP Luruskan Soal Ucapan Agama Musuh Terbesar Pancasila
Editor: Muhammad Abubakar | Rabu, 12-02-2020 - 18:09:29 WIB

TERKAIT:
 
  • Kepala BPIP Luruskan Soal Ucapan Agama Musuh Terbesar Pancasila
  •  

    JAKARTA, RIUKontraS.com - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi meluruskan soal ucapannya yang menilai polemik soal agama adalah musuh terbesar Pancasila.

    "Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena ke 5 sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam kitab Suci ke enam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI," kata Yudian dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Rabu 12 Februari 20020.

    Namun, pada kenyataannya, lanjut Yudian, Pancasila sering dihadap-harapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yg memiliki pemahaman sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas).

    Dalam konteks inilah, "agama" dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas, bahkan setiap orang, beragama, padahal Pancasila dan Agama tidak bertentangan, bahkan saling mendukung.

    "Jadi, hubungan antara Pancasila dan Agama harus dikelola sebaik mungkin," pungkas Yudian.

    Sebelumnya, Yudian dalam sebuah wawancara dengan media online menyebut, Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah diterima oleh mayoritas masyarakat, seperti tercermin dari dukungan dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah sejak era 1980-an.

    Tapi memasuki era reformasi asas-asas organisasi termasuk partai politik boleh memilih selain Pancasila, seperti Islam. Hal ini sebagai ekspresi pembalasan terhadap Orde Baru yang dianggap semena-mena.

    "Dari situlah sebenarnya Pancasila sudah dibunuh secara administratif," kata Prof Yudian Wahyudi.

    Belakangan juga ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka antara lain membuat Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden. Ketika manuvernya kemudian tak seperti yang diharapkan, bahkan cenderung dinafikan oleh politisi yang disokongnya mereka pun kecewa.

    "Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," papar Yudian yang masih merangkap sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.(Dwi/Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)



     
    Berita Lainnya :
  • Kepala BPIP Luruskan Soal Ucapan Agama Musuh Terbesar Pancasila
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bansos Covid-19 Kota Pekanbaru Diduga di Korupsi Hingga 3 Miliar Satu Kali Penyaluran
    2 Arta melia: Jika Ada Pungutan Biaya Untuk Calon BPD laporkan ke pihak berwajib
    3 ABG Tewas Dikamar Hotel di Bengkalis, Pelaku "SAN" Dijerat Pasal Berlapis
    4 Penundaan Pembayaran Disetujui BCA Finance dinilai Merugikan Masyarakat, Terapkan Bunga 18/23% Lebih
    5 Kasmarni Terima Gratifikasi Rp 23,6 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis Non Aktif
    6 Diduga Kades dan Perangkat Desa Pungut BLT-DD di Kuansing Mendapat Sorotan FPII Kuansing
    7 Diduga Karena Pemasangan Selang NGT, Pasien RSUD Langsa Meninggal
    8 Bupati Nias Barat Diduga Terima Uang Fee Proyek
    Na'aso Daely Tuding Wabub Lebih Tau Tentang Video, Khenoki Waruwu: Na,aso itu Manusia Konyol
    9 Dua Tahun Sudah Tersangka
    LSM Minta Polda Riau Jelaskan Alasan Tersangka Korupsi Bansos Bengkalis Belum Ditahan
    10 Sibuk Menjadi Bandar Togel, Seorang Pria di Kuansing, Ditangkap Polisi
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved