www.riaukontras.com
| Pelatihan Kerajinan Quilting di Taja Oleh Disperindagkopumkm | | Sekda Inhil Tinjau 3 OPD Pelayanan Publik | | Bupati Inhil Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Sungai Salak, Tempuling | | Anggota Komisi II DPRD Siak, Sujarwo, Sayangkan Perusahaan yang Masih Membandel | | Pemasangan Kabel Listrik Diduga Tidak Sesuai SOP, Dua Pengendara Sepeda Hampir Merenggut Nyawa | | OL Kades Kecamatan Lhoksukon ke Yogyakarta Diharapkan Bermanfaat Bagi Daerah
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 17 Juli 2019
 
GEMMPAR Riau, Minta KPK Periksa dan Tangkap Walikota Pekanbaru
Editor: | Kamis, 07-02-2019 - 22:15:51 WIB

TERKAIT:
 
  • GEMMPAR Riau, Minta KPK Periksa dan Tangkap Walikota Pekanbaru
  •  

    PEKANBARU, RIAUKontraS.com -  Aliansi Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat (GEMMPAR) Riau Gelar aksi demo di depan Gedung walikota Pekanbaru tempatnya di jalan Sudirman Kota Pekanbaru Provinsi Riau, massa menuding dalam  Pembangunan proyek gedung Wali kota di tenaya raya sarat dengan Korupsi, Kamis, 07/02/2019.

    Massa GEMMPAR  desak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Untuk mengusut tuntas dugaan kasus Korupsi Korupsi dan Nepotisme (KKN) Menggurita di Pemerintahan Kota Pekanbaru provinsi Riau

    Dalam Aksi ini Massa membawa pengeras suara dan Spanduk yang berisi tuntutan tangkap dan periksa dugaan Mark Up 50 persen pembangunan kantor Walikota Pekanbaru, dari anggaran 1,4 triliun diduga aliansi, dana mengalir 50 Persen kepada Firdaus.

    Selain Walikota Firdaus, Gempar dalam unjuk rasanya meminta KPK dan Kejagung menangkap dan memeriksa anak Walikota Firdaus yaitu Alfarabi, Lutfi, M Jamil, Ingot A Hutasuhut diduga sebagai aktor intelektual dalam memonopoli proyek APBD Pekanbaru.

    Aliasni GEMMPAR/Arlangga  mengatakan "kami minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme( KKN) menggurita di Pemerintah kota Pekanbaru,". kata Erlangga.

    Dalam Unjuk Rasa tersebut Gempar menyatakan sikap antara lain:

    1.Mendesak KPK dan Kejagung Segera memeriksa walikota Firdaus atas dugaan mark up sebesar 50 persen dugaan korupsi 700 milyar atas pembangunan kantor kompleks walikota Pekanbaru yang berada di Tenayan Raya dengan anggaran Rp 1,4 triliun.

    2.Tangkap dan periksa Alfarabi (anak walikota Pekanbaru) dan Lutfi serta Musalimin kabag ULP Pekanbaru yang diduga sebagai aktor Intelektual monopoli proyek di lingkungan Pemko Pekanbaru dalam kegiatan Lelang dan PL proyek APBD kota Pekanbaru tahun 2017-2018.

    3.Periksa M Jamil atas dugaan lahan perizinan ilegal kompleks pembangunan Walikota Pekanbaru yang saat ini kasusnya berada di Kejagung RI

    4.Meminta aparatur penegak hukum kepada KPK dan Kejagung RI menangkap dan memeriksa walikota Pekanbaru, M Jamil, Ingot A Hutashuhut Alfarabi (anak walikota Pekanbaru) dan Lutfi serta Musalimin kabag ULP Pekanbaru yang diduga sebagai aktor Intelektual monopoli proyek di lingkungan Pemko Pekanbaru dalam kegiatan Lelang dan PL proyek APBD kota Pekanbaru senilai Rp 500 miliar Dinas PUPR.

    Ketika wartawan konfirmasi Firdaus Walikota Pekanbaru di kantornya terkait berita ini belum bisa di jumpai hingga berita ini di tayangkan.

    KEND'Z

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • GEMMPAR Riau, Minta KPK Periksa dan Tangkap Walikota Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved