www.riaukontras.com
| Presiden Tegaskan Pentingnya RUU Migas untuk Perkuat Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional | | Tingkatkan Kerjasama dan Koordinasi, Pelda Wahidin Komsos Dengan Aparat Pemerintahan | | Tanah Longsor Menimpa Rumah Warga, Anggota Koramil Majenang Turun Langsung Lakukan Pembersihan | | Jaksa Masuk Sekolah, Sosialisasi Sadar Hukum di SMA Bernas Pangkalan Kerinci | | YARA Minta Polres Abdya Tindak Pemilik Galian C Ilegal | | Tim Gabungan BNN Ringkus Bandar Shabu Jaringan Ramli Bin Arbi di Bireun
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 24 Januari 2019
 
OPINI
Gaji Tidak Memadai dan Bintek Keuchik Keluar Daerah Menimbulkan Persoalan Dalam Pengelolaan ADD
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 10-01-2019 - 13:36:23 WIB

TERKAIT:
 
  • Gaji Tidak Memadai dan Bintek Keuchik Keluar Daerah Menimbulkan Persoalan Dalam Pengelolaan ADD
  •  

    OLEH: Muhammad Abubakar ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Utara
    RIAUKontraS.com - Kepala Desa (Kades) di Provinsi Aceh juga di sebut dengan Reje, Datuk, Ketua Kampung, di sebagian daerah pesisir Aceh di sebut dengan nama Keuchik. Keuchik merupakan kepala pemerintahan di tingkat Gampong (Desa) memiliki tugas yang sangat berat, namun tidak sesuai dengan jerih (honor) yang dia terima.

    Khusus di Provinsi Aceh untuk menjadi Kechik tidak harus merujuk pada undang-undang pemerintahan desa. Ada banyak rujukan sebagai dasar hukum untuk menjadi seorang Keuchik, misalnya Qanun Aceh
    Nomor 04 Tahun 2009 tentang tata cara pemilihan dan pemberhentian Keuchik di Aceh. Pasal 13 huruf (e) berpendidikan paling rendah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau yang sederajat.

    Sedangkan menurut undang undang RI Nomor 06 Tahun 2014
    tentang Desa untuk menjadi seorang kepala Desa (Keuchik) harus minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Sedangkan Qanun Aceh Utara Nomor 04 Tahun 2009 tentang pemerintahan Gampong untuk melengkapi kedua regulasi diatasi.

    Tidak memadai honor (jerih) bagi Keuchik di kabupaten Aceh Utara yang hanya Rp 1.200.000.00, Provinsi Aceh membuahkan persoalan bertambah komplit di tambah lagi kurangnya keterwakilan perempuan dalam susunan pengurus Tuha Peut di sejumlah Gampong. Faktor utama timbul konflik antara masyarakat dengan Keuchik selain faktor kalah dalam persaingan perebutan jabatan, ada dua faktor lain pemicu konflik diantara nya ada yang mengambil kebijakan dengan segelintir perangkat tanpa menyelenggarakan rapat (musyawarah) seperti yang tercantum dalam undang undang RI Nomor 06 Tahun 2014
    tentang Desa.

    Kebanyakan konflik yang timbul di sejumlah desa di Aceh Utara, faktor utama karena kebijakan Keuchik yang tidak melibatkan masyarakat dalam program penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) atau di Aceh di sebut dengan Alokasi Dana Gampong (ADG).

    Bimbingan Teknis (Bintek) yang telah di lakukan oleh Keuchik tidak membawa perubahan bagi daerah. Kegiatan Bintek keluar Aceh terkesan menghamburkan anggaran walau secara aturan di benarkan. Pasca kunjungan Bintek belum ada kemajuan apapun yang di kembangkan di Aceh, terutama Aceh Utara.

    Masyarakat hanya berharap untuk penggunaan ADD (ADG) tahun 2019 dapat terlaksana dengan baik, dan mematuhi semua aturan yang ada. Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan penggunaan anggaran mutlak harus di terapkan. Karena selama kurun waktu 2015, 2016, 2017, 2018 sebagian Gampong di Aceh Utara tidak melibatkan masyarakat sehingga muncul konflik.

    Tidak memahami seutuhnya makna regulasi membuat pemahaman sejumlah Keuchik di Aceh Utara, seolah-olah masyarakat tidak punya hak mengawasi dana desa.

    Penulis: Muhammad Abubakar ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Utara
    (HP 08126491775)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Gaji Tidak Memadai dan Bintek Keuchik Keluar Daerah Menimbulkan Persoalan Dalam Pengelolaan ADD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved