www.riaukontras.com
| TNI Amankan Kayu llegal, Satu Tersangka Kabur Saat di Tangkap | | Kodim 0106 Aceh Tengah Sumbang 54 Kantong Darah dan Berikan Sembako | | Wali Kota Minta Perbankan Jadi Leader Pengembangan Syariah | | LP3I Berkontribusi Tekan Angka Pengangguran | | Wali Kota Tutup Turnamen Futsal Antar Gampong | | Jasad Korban Tenggelam di Desa Empat Balai Kuok Akhirnya Ditemukan Tim Gabungan
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 15 Desember 2018
 
Jakarta
GEMA Mathla'ul Anwar Meminta Fitnah Terhadap Kapolri Dihentikan
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 11-10-2018 - 16:06:59 WIB

TERKAIT:
 
  • GEMA Mathla'ul Anwar Meminta Fitnah Terhadap Kapolri Dihentikan
  •  

    JAKARTA, RIAUKontraS.com - Menyikapi pernyataan Indonesialeaks yg menuduh secara sepihak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menerima aliran Dana (yang saat itu masih menjadi Kapolda Metro Jaya), terkait kasus hukum dugaan transaksi suap yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar dan pengusaha impor daging Basuki Hariman, ditambah pernyataan Bambang Widjoyanto dan Amien Rais yg menguatkan tuduhan sepihak tersebut, maka hemat kami Kita semua harus hati hati menyikapi nya, Karena bisa jadi tuduhan itu adalah Kebohongan dan Fitnah serta upaya pembunuhan karakter.

    Karena sebagaimana disampaikan oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, bisa jadi laporan tentang dugaan aliran dana pengusaha daging Basuki Hariman kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai berita bohong, dan sejenis operasi intelijen yang bertujuan untuk membunuh karakter seseorang.

    Terlebih Ketua KPK Agus Rahardjo juga menegaskan bahwa Pengawas Internal KPK telah memeriksa rekaman kamera closed circuit television (CCTV) itu, dan tak menemukan adanya perobekan halaman-halaman di buku bank berwarna merah bertuliskan Serang Noor IR itu seperti yang diungkap Indonesialeaks.

    Terkait hal tersebut diatas, maka kami meyatakan sikap.

    1. Meminta kepada semua pihak untuk hati hati menyikapi nya dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah, karena sangat mungkin tuduhan sepihak tersebut adalah semacam operasi intelijen untuk menciptakan kebohongan, yang sengaja dilakukan untuk membunuh karakter seseorang dalam hal ini pribadi Jendral Polisi HM Tito Karnavian, membentur kan dua institusi penegak hukum dan menciptakan kegaduhan ditahun politik jelang Pilpres 2019.

    2. Tindakan Indonesialeaks dan media yang tergabung didalam nya yang menuduh secara sepihak, memvonis dan menggiring opini publik bahwa Jendral Polisi HM Tito Karnavian benar-benar bersalah dan korup, adalah bentuk pembunuhan karakter, negative campaign dan tidak bermoral.

    Hal ini sungguh sangat berbahaya dan berpotensi menyulut kegaduhan, memunculkan kecurigaan dan saling tuduh.

    Sagai gabungan beberapa media dan LSM, mestinya Indonesialeaks menjunjung tinggi azas obyektivitas dan proporsionalitas.

    3. Pernyataan sepihak Bambang Widjoyanto dg 11 pernyataan yang cenderung lebih mengagitasi Dan memprovokasi dari pada bentuk upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, adalah sebuah tindakan Yang Kasar Dan Brutal, Dan sangat berpotensi memecah belah dan mengadu domba antar lembaga penegak hukum.

    Institusi Polri dan KPK punya pengalaman pahit ketika dibenturkan dalam episode yang dikenal istilah Cicak versus Buaya.

    Seharusnya sebagai aktivis yang pernah memimpin KPK, Bambang Widjoyanto tentu sangat mengerti cara kerja, prinsip dan SOP di KPK.

    4. Permintaan sepihak Amien Rais agar Presiden Jokowi memberhentikan Kapolri Tito Karnavian ( saat dirinya diminta keterangan terkait pernyataan Bohong Ratna Sarumpaet) tanpa memberikan alasan yg bisa dipertanggungjawabkan, justru menambah panas suhu politik dan memperuncing friksi di tengah masyarakat. Publik seharusnya disuguhi diskusi dan perilaku politik yang berkelas, bukan diajak untuk saling curiga, menebar kebencian dan hoax.

    Kami meminta Amien Rais jangan menggunakan data sekunder seolah data primer untuk membenturkan Polri dan KPK.

    5. Kami melihat kasus ini  lebih bernuansa politis daripada aspek Hukum. Ini adalah kasus lama yang hendak dikorek kembali untuk kepentingan Pemilu dan Pilpres 2019.

    Membawa masalah hukum ke ranah politik yg akan membahayakan sinergitas antar penegak hukum melawan para koruptor besar, dengan seolah mendukung masalah penegakan hukum tapi ditumpangi kepentingan afiiasi politiknya, Karena sebagai mana kita ketahui, Bambang Widjoyanto dan Amien Rais berafiliasi dengan kelompok Prabowo-Sandi yang sedang berkontestasi di Pilpres 2109.

    6. Kami menyangkan bahwa Ambisi kekuasaan menjadikan beberapa pihak menghalalkan segala cara, meski harus melanggar etika dan moral. Seharusnya Pemilu 2019 bukan ajang menebar kebencian dan hoax. Seharusnya dijadikan momentum untuk memilih pemimpin yang tegas dan berwibawa, yang memiliki kemerdekaan dan kebebasan mengambil keputusan, yang mencintai dan melindungi rakyatnya dengan tulus ikhlas.
     
    Demikian Pernyataan Sikap ini disampaikan dengan kesadaran dan penuh tanggung jawab, semata bentuk pertanggung jawaban moral agar Indonesia tetap Aman dan Damai, Dan terus bergembira menyambut pesta politik 2019.(***)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • GEMA Mathla'ul Anwar Meminta Fitnah Terhadap Kapolri Dihentikan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    5 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    9 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
    10 Wakil Bupati Minta Bupati Nias Barat Copot Kadis BPKPAD dan Kuasa BUD
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved