www.riaukontras.com
| Polsek Bukit Bestari Gelar Apel Pasukan dalam Rangka Pengamanan Pemilu 2019 | | Ketua DPD Onur Bersama Tokoh Masyarakat Nias Kuansing Bersilahturahmi dengan Wakil Bupati Kuansing | | Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi | | Pemkab Kuansing dapat Peringkat 1 Tingkat Provinsi Riau dari Ombudsman RI | | Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis Di RSUD Puri Husada | | Bupati Inhil Serahkan LKPD Tahun Anggaran 2018 Kepada BPK
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 23 Maret 2019
 
Jakarta
Pegawai Pertanyakan Tunjangan Kinerja Kemenag
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 13-09-2018 - 09:37:58 WIB

TERKAIT:
 
  • Pegawai Pertanyakan Tunjangan Kinerja Kemenag
  •  

    JAKARTA, RIAUKontraS.com - Ketua Aliansi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) non sertifikasi Mumu Muraj meminta, Tunjangan Kinerja (Tukin) bisa dicairkan secepatnya.

    Meski Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 154 tentang  pembayaran tunjangan  kinerja di Kementerian Agama dan dilanjutkan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 29 tahun 2016 dan terbitkannya SK Sekjen tentang tata cara pembayaran tunjangan kinerja di Kementerian Agama para guru ASN non sertifikasi seluruh Indonesia khususnya  di Kementerian Agama namun Mumu Muraj memastikan belum mendapatkan Tukin itu.

    "Secara legalitas aturan sudah lengkap tetapi sudah hampir 3 tahun belum ada kejelasan. Kami sudah melakukan audiensi dengan Kementerian Agama pada tanggal 26 September 2017 tapi tidak mendapatkan kejelasan sampai saat ini ketika 2018 sudah di akhir tahun,” ungkap Mumu Rabu (13/9/2018).

    Ditambahkan Mumu, guru dan dosen ASN non sertifikasi  khususnya dibawah naungan Kemenag diduga keras ada manajemen yang tidak beres di lingkungan Kementerian Agama RI.

    “Kami selama ini merasa didiskriminasikan dan dianaktirikan oleh Kemenag. Karena aturan sudah ada tetapi tidak dilaksanakan dengan alasan tidak di anggarkan,” tegas Mumu yang membawahi sekitar 120 ribu guru ASN Kemenag RI non sertifikasi.

    Pada Februari 2018 lalu lanjutnya, dalam diskusi Delegasi ASN Kemenag Non Sertifikasi dengan Komisi VIII DPR RI,  Marwan Daposang, Wakil  Ketua Komisi VIII DPR RI menegaskan, sesuai peraturan Presiden Noomor 154 tahun 2015 dan peraturan Menteri Agama (PAM) Nomor 29 tahun 2016 bahwa guru ASN non sertifikasi dibawah Kemenag RI berhak menerima Tukin.

    "Jangan sampai pemberian ini tidak merata, karena ada beberapa daerah dibawah Kemenag seperti Kabupaten Banyuwangi dan Pasuruan sebagian sudah menerima Tukin ini," sebut Marwan dalam audiensi di Parlemen tersebut.

    Dalam agenda, rencananya hari ini Kamis, 13 September 2018, akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kemenag RI dengan Komisi VIII DPR RI, Mumu Muraj berharap akan di temukan solusi untuk masalah Tukin ini.

    "Kami mohon kepada segenap stakeholder negeri ini, baik Menteri Agama RI, DPR RI dan Presiden RI, Joko Widodo ikut mencarikan solusi bersama terhadap nasib guru non sertifikasi ini," pungkasnya.(Dwi/Kar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Pegawai Pertanyakan Tunjangan Kinerja Kemenag
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    7 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved