www.riaukontras.com
| Korem 012/TU Gelar Acara Tradisi Lepas Sambut | | Hut Ke-62, Kodam IM Adakan Lomba Golf Fun Game | | Mulai 2019, Pemko Banda Aceh Gelar Tausiah dan Zikir Gemilang di Setiap Kecamatan | | Buka SALEUM MAN Model, Aminullah: Perlu Ditiru oleh Sekolah Lain | | Babinsa Koramil Cilacap Temukan Sesosok Mayat di Kalidonan | | Inilah Peran Babinsa Koramil 05/Nusawungu Untuk Linmas Desa Karangtawang
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 20 Januari 2019
 
AKBP Hartono Wadir Narkoba Polda Kalbar Bawa Shabu-Shabu, Dicopot dari Jabatannya
Editor: | Kamis, 02-08-2018 - 15:51:45 WIB

TERKAIT:
 
  • AKBP Hartono Wadir Narkoba Polda Kalbar Bawa Shabu-Shabu, Dicopot dari Jabatannya
  •  

    KALBARAT, RIAUKontraS.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencopot Wakil Direktur Narkoba Polda Kalimantan Barat AKBP Hartono setelah tertangkap membawa sabu di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (28/7/2018).

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan, penyidik Divisi Propam Mabes Polri sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan berikut memproses pelanggaran kode etik profesi yang dilakukan oknum kepolisian ini.

    Pemeriksaan akan difokuskan pada kepemilikan sabu dan juga alasan kedatangan AKBP Hartono ke Jakarta.

    “Sedang kami dalami keterkaitannya. Apakah bersangkutan terlibat jaringan apapun,” kata Iqbal,

    Iqbal menekankan, jika terbukti bersalah, maka tindakan tegas akan dijatuhkan Polri kepada yang bersangkutan. “Polri tegas pada oknum anggota Polri yang melakukan pelanggaran atau pidana apapun,” kata iqbal.

    Keputusan pencopotan jabatan AKBP Hartono sebagai Wadir Narkoba Polda Kalbar tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1855/VII/KEP/2018 tertanggal 28 Juli 2018 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Arief Sulistyanto, mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Dalam surat itu juga disebutkan, AKBP Hartono selanjutnya akan dimutasi sebagai perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

    AKBP Hartono tertangkap tangan membawa 12 gram sabu oleh petugas Avsec di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (28/7/2018).

    Awalnya AKBP Hartono berkilah narkoba yang dibawanya itu adalah barang bukti yang bakal diuji di laboratorium di Jakarta. Namun, AKBP Hartono gagal menunjukkan surat tugas yang memperkuat alibinya tersebut.

    “Menurut keterangan, dia ke Jakarta dalam rangka menjalankan tugas, tetapi sebenarnya tidak, dan tanpa izin datang ke sana,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo,

    AKBP Nanang mengaku tak begitu mengenal AKBP Hartono. Sepanjang pengetahuannya, sebelum menjabat sebagai Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar, AKBP Hartono pernah menjabat sebagai kapolres di daerah Sulawesi.

    “Selama enam bulan menjalankan tugas di Polda Kalbar, kami masih belum menemukan catatan buruknya,” sambung AKBP Nanang.

    April lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah dengan tegas menyatakan pihaknya tidak bermain-main dengan penindakan narkoba. Bahkan, hukuman tembak mati tak diperbolehkan bagi polisi yang terbukti terlibat sebagai pengedar maupun bandar.

    Tito beralasan, dalam upaya melawan jaringan narkoba dibutuhkan kekompakan antara TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

    Indonesia Police Watch (IPW) pernah menyebut, pada tahun 2016 jumlah anggota kepolisian yang terlibat narkoba mencapai di atas 200 orang.

    Selama ini, ada kecenderungan anggota polisi yang terlibat narkoba mendapat ganjaran hukuman yang ringan, sehingga keadilan menjadi timpang dan efek jera tak tercipta.

    "Sudah saatnya anggota Polri yang bermain-main atau terlibat narkoba dijatuhi hukuman mati. Tujuannya agar ada efek jera dan penyalahgunaan narkoba tidak menyebar luas di lingkungan kepolisian," kata Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane.

    Dalam perayaan ke-72 Bhayangkara, 11 Juli 2018, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta agenda reformasi internal Polri terus dilanjutkan.

    Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, pengabdian Polri dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban umum telah mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat.

    Hal tersebut merujuk pada masuknya Indonesia ke dalam daftar 10 negara teraman menurut survei Gallup’s Law and Order Report 2018.

    “Kendati kurva cinta dan simpati publik kepada Polri terus membaik, pekerjaan Jenderal Tito belum selesai. Publik mencatat bahwa masih ada oknum prajurit Polri berperilaku yang menyimpang,(Gea).

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • AKBP Hartono Wadir Narkoba Polda Kalbar Bawa Shabu-Shabu, Dicopot dari Jabatannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    7 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved