www.riaukontras.com
| Ada Apa..? Hasil Rekapitulasi C1 Mekar Jaya Tidak Sama Dengan Pleno | | Siswa SMAN 1 Bernas Bersama SMKN 1 Pangkalan Kuras, Lakukan Penggalangan Dana Untuk Nika Efarina | | Bupati Inhil: RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan | | Bupati Inhil: Revolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak | | Satu Unit Rumah Hangus Dilalap Sijago Merah di Kec. Pangkalan Kuras | | Yuliasa Gulo SH Minta PPK Pangkalan Lesung Transparan, Jujur dan Adil dalam Perhitungan Suara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 21 April 2019
 
Tradisi Seni Kuda Lumping Warnai Hajatan Warga Danasri
Editor: Muhammad Abubakar | Kamis, 11-01-2018 - 22:18:15 WIB

TERKAIT:
 
  • Tradisi Seni Kuda Lumping Warnai Hajatan Warga Danasri
  •  

    CILACAP, RIAUKontraS.com - Tradisi Seni Kuda Lumping adalah salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggambarkan sekelompok Prajurit penunggang kuda. Kuda yang di gunakan dalam tarian ini bukanlah kuda sungguhan, namun kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dibentuk serta dihiasi menyerupai kuda. Tarian ini sangat populer di masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya.

    Seni kuda lumping, sering di pentaskan pada saat hajatan dan syukuran khitan, seperti yang dilakukan warga Dusun Rawakembag Rt.04 Rw.05 Desa Danasri Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap Wadirin menggelar pentas seni kuda lumping, Kamis (11/01).

    Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri, hal ini terlihat dari gerakan gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.

    Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain.

    Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan musuh.

    Babinsa Koramil 05 Nusawungu Serka Mustika yang hadir di tengah tengah acara, berpesan kepada seluruh penonton, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung, "ujarnya.

    Ikut hadir pada kegiatan tersebut Babinsa Serka Mustika, Sertu Tusari, Serda Kiswan, serta anggota Bhabinkamtibmas Polsek Nusawungu Aiptu Andi, dibantu Linmas setempat untuk mengamankan pentas seni kuda lumping.(Pensim.S/Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Tradisi Seni Kuda Lumping Warnai Hajatan Warga Danasri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    4 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved