www.riaukontras.com
| Ada Apa..? Hasil Rekapitulasi C1 Mekar Jaya Tidak Sama Dengan Pleno | | Siswa SMAN 1 Bernas Bersama SMKN 1 Pangkalan Kuras, Lakukan Penggalangan Dana Untuk Nika Efarina | | Bupati Inhil: RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan | | Bupati Inhil: Revolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak | | Satu Unit Rumah Hangus Dilalap Sijago Merah di Kec. Pangkalan Kuras | | Yuliasa Gulo SH Minta PPK Pangkalan Lesung Transparan, Jujur dan Adil dalam Perhitungan Suara
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 21 April 2019
 
Tak Hanya Kejar Berita, IWO Sulbar Pedulikan Fakir Miskin
Editor: Muhammad Abubakar | Senin, 09-10-2017 - 22:07:52 WIB

TERKAIT:
 
  • Tak Hanya Kejar Berita, IWO Sulbar Pedulikan Fakir Miskin
  •  

    MAMUJU, RIAUKontraS.com - Sebagai seorang wartawan tidak hanya dituntut untuk hanya mengejar berita semata. Namun, saling berbagi dengan fakir miskin itu menjadi satu keharusan.

    "Apa yang kami lakukan merupakan panggilan jiwa sebagai bentuk kepedulian untuk saling membantu. Dimana nenek Bungasia yang tinggal di gubuk berukuran 2X3 meter persegi bersama ketiga cucunya dalam keadaan memprihatinkan,” kata Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) M Basri Sangkala saat memberikan bantuan berupa makan pokok kepada nenek Bungaisa (70) yang tercatat sebagai warga Simbuang, Kelurahan Karema Selatan, Kecamatan Simboro, Mamuju, Senin (9/10/2017).

    Bungaisa diketahui merupakan janda tua yang hidup bersama tiga cucunya Nurang (7 bulan) Rita (3) dan Dika (8). Orang tua anak-anak tersebut pergi setelah keduanya bercerai.

    Bantuan seperti kata Basri, bukan pertama kalinya dilakukan semenjak lembaga IWO terbentuk di Sulbar.

    "IWO Sulbar sudah sering melakukan kegiatan sosial seperti ini," kata dia.

    Basri mengaku kaget atas kejadian ini, meski tinggal di ibukota Provinsi Sulbar, Mamuju, namun kehidupan nenek Bungaisa yang memprihatinkan tidak pernah terjamah oleh pemerintah setempat.

    “Saya sangat menyayangkan sikap pemerintah seperti Ĺurah, Camat dan istansi terkait kenapa tidak ada kepeduliannya terhadap masyarakat kecil seperti Bungasia,” ungkapnya.

    Ditempat yang sama, nenek Bungasia mengaku untuk memenuhi kehidupan sehari-hari bersama ketiga cucunya ia terpaksa harus membuat atap dari daun nipa lalu menjualnya dengan harga Rp 2.500 perlembar.

    “Alhamdulillah kalau ada yang laku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terkadang juga tidak ada yang laku,” ungkapnya.(Muhammad Abubakar)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Tak Hanya Kejar Berita, IWO Sulbar Pedulikan Fakir Miskin
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    4 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    5 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved