www.riaukontras.com
| Penyidik Bareskrimsus Polda Riau Dicky: Yunannaris Kabit PUPR,PPTK dan Kontraktor Telah di Periksa | | Bupati Karimun Pimpin Apel 17 Perbulan Hari Pers Nasional 2019 | | TNI Bantu Cari Korban Hanyut di Calang | | Pangdam IM Resmi Tutup Pendidikan Pertama Bintara TNI AD Ta. 2018 | | Kodim 0116 Nagan Raya Gelar Pemeriksaan Kendaraan | | Masyarakat Kota Diminta Tingkatkan Partisipasi dalam Penegakan Syariat Islam
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 19 Februari 2019
 
Sekda Kalbar: Wilayah Kalbar Memiliki Nilai Strategis Pembangunan
Editor: | Rabu, 04-10-2017 - 14:42:26 WIB

TERKAIT:
 
  • Sekda Kalbar: Wilayah Kalbar Memiliki Nilai Strategis Pembangunan
  •  

    PONTIANAK, RIAUKontraS.com - Sekda Kalbar DR HM Zeet Hamdy Assovie, MTM mengatakan bahwa wilayah Kalbar memiliki nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional, khsusnya melalui pendidikan tinggi, kondisi dilapangan memperlihatkan diperlukannya pengelolaan sumber daya manusia yang saling mendukung atau bersinergi satu sama lain.

    "Tersimpan potensi permasalahan yang dihadapi seperti pertama permasalahan yang berdimensi local dan domestic, yakni gambaran kemiskinan sebagai akibat terabaikannya pembangunan sumber daya manusia, permasalahan yang berdimensi nasional antara lain adanya gejala serta permasalahan yang berdimensi regional antarnegara yang menimbulkan konflik mengenai kesetaraan tenaga kerja dan tingkat pendidikan masyarakat," kata DR HM zeet Hamdy Assovie, MTM, Selasa (3/10),  saat menyampaikan kuliah umum bersama pimpinan Pemkab Sambas, Civitas akademika, dosen dan mahasiswa tenaga kependidikan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas.

    Persoalan mendasar mengenai sumber daya manusia memang harus terus disentuh secara menyeluruh. Kini saatnya bagi masyarakat memprakarsai perumusan pendidikan tinggi, dimana salah satunya adalah mengelola sumber daya manusia, agar seluruh wilayah menjadi lebih efektif dimasa-masa mendatang.

    Upaya untuk mencapai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat tergantung dari seluruh komponen penyelenggara Negara dan rakyat Indonesia dalam mewujudkan nilai-nilai kebangsaan, nilai keragaman (pluralistik) perjuangan bangsa serta terciptanya sistem dan kemampuan operasional yang terus tumbuh dan berkembang, dan kita terus memerlukan keberadaan pendidikan tinggi yang melembaga secara kuat dan berwibawa guna mewujudkan bangsa Indonesia yang unggul.

    Dikatakannya, IPM Kalbar selalu naik pada setiap tahunnya berkisar antara 0,6persen hingga 1,8 persen dimana pada tahun 2016 IPM Kalbar adalah 66,30, yakni pada peringkat ke 29 dari 34 provinsi di Indonesia.

    Pertumbuhan IPM dan potensi geografis Kalbar tersebut tentu memerlukan tindakan dan upaya secara bersama-sama untuk terus meningkatkan semua indikator IPM, salah satunya adalah meningkatkan mutu dan tingkat pendidikan masyarakat.

    "Salah salah satu sektor pendukung yang dapat meningkatkan IPM adalah pendidikan tinggi, dan perguruan tinggi diharapkan terus selalu berkoordinasi, menjadikan penanganan wilayah berjalan optimal dan terpadu serta terhindar dari tarik menarik kepentingan, dan keberadaan lembaga perguruan tinggi yang kuat dapat mengatasi dan menghindarkan timbulnya konflik, paling tidak melalui kebiasaan menyelesaikan masalah, dimana secara konseptual dan operasional perlu diarahkan dan dirancang guna menumbuhkan daya saing, kompabilitas dan komplementaritas dengan wilayah mitra, termasuk dengan Malaysia (Sarawak)," jelasnya.

    Globalisasi atau liberalisasi pendidikan tinggi yang sedang terjadi melalui jalur pasar bebas memang harus dihadapi dengan hati-hati oleh Negara berkembang, tak terkecuali Indonesia, implikasi jangka pangjang dari globalisasi pendidikan tinggi tersebut belum sepenuhnya dapat diprakirakan, secara luas kita perlu bereaksi secara terbuka untuk meninjau pemberlakuan pendidikan tinggi sebagai komoditi yang diatur melalui perdagangan bebas, dan kita harus memperjuangkan untuk memasukkan pengetahuan sebagai salah satu kategori komoditi dan kita perlu merancang kebijakan-kebikajan antisipatif secermat mungkin agar globalisasi tersebut tidak menghancurkan sektor pendidikan tinggi yang pernah terjadi dengan globalisasi pada sektor pertanian.

    Dijelaskannya, pendidikan mempunyai 3 tugas pokok, yakni mempreservasi, mentransfer dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, pendidikan juga sangat vital peranannya dalam mentransfer nilai-nilai dan jati diri bangsa.

    (Dri)

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Sekda Kalbar: Wilayah Kalbar Memiliki Nilai Strategis Pembangunan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    6 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    7 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    8 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved