www.riaukontras.com
| Gubri Syamsuar Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau ke 62 | | Gubri Beri Penghargaan Kepada Desa Wisata Terbaik di Riau | | Paskibraka Putri di Kantor Gubernur Riau Pakai Celana Panjang | | Gubri Resmikan Pembukaan Grand Final Pemilihan Bujang dan Dara 2019 | | Pemprov dan Ombudsman Kepri Teken MoU SP4N, Apapun Alasannya, Pelayanan Masyarakat Harus Prima | | Pemprov dan Ombudsman Kepri Teken MoU SP4N, Apapun Alasannya, Pelayanan Masyarakat Harus Prima
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 19 08 2019
 
Walaupun Paripurna Molor, Bupati Landak Tetap Sabar Menunggu
Editor: | Jumat, 29-09-2017 - 10:30:04 WIB

TERKAIT:
 
  • Walaupun Paripurna Molor, Bupati Landak Tetap Sabar Menunggu
  •  

    LANDAK, RIAUKontraS.Com - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Landak untuk menyampaikan Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Raperda Tentang Perubahan APBD landak Tahun Anggaran 2017 harus dibuat sabar menunggu Rapat Paripurna yang sedianya akan mulai Pukul 09.00 namun molor untuk menanti kehadiran anggota DPRD Landak, Kamis (28/9).

    Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa menyampaikan pidato pengantar nota keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Landak tahun 2017 dihadapan anggota DPRD Landak pada rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Landak, Jumat (29/9)

    Padahal sebelumnya, dari Sekretariat DPRD Landak sudah memberitahu anggota DPRD mengenai agenda itu, dan hal inipun membuat sejumlah staf Sekretariat di DPRD Landak menelpon satu persatu wakil rakyat tersebut untuk menghadiri rapat paripurna itu.

    Sedianya rapat paripurna itu dijadwalkan dimulai pukul 09.00. Rapat paripurna itupun molor hingga pukul 10.15. Daftar hadir, dari 33 anggota DPRD Landak, hadir 21 anggota.

    Ketika sudah memenuhi quorum, Ketua DPRD Landak, Heri Saman yang didampingi dua unsur pimpinan DPRD Landak lainnya membuka rapat paripurna tersebut.

    Sedangkan dijajaran eksekutif, tampak hadir Wakil Bupati (wabup) Landak, Herculanus Heriadi, Pj Sekda Landak, Alpius, para Asisten dilingkungan Setda Landak, sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkab Landak dan para undangan.

    Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa berharap Raperda tentang P-APBD tersebut segera dibahas. "Dengan demikian, kita tepat waktu dalam penetapannya," harap Karolin Margret Natasa.

    Dikatakannya, secara garis besar pokok-pokok penjelasan Raperda tentang P-APBD Landak tahun 2017.

    "Pada sisi pendapatan terjadi penambahan pada pendapatan yang semula dalam APBD murni sebesar Rp. 1,246 Trilyun. Dalam rancangan P-APBD ini bertambah sebesar Rp. 75,565 miliar, sehingga menjadi Rp. 1,321 trilyun," katanya.

    Demikian juga pada anggaran belanja terjadi perubahan. Ini disebabkan adanya penambahan atau pengurangan dari yang semula ditetapkan.

    "Hal inipun dikarenakan adanya kegiatan - kegiatan yang perlu disesuaikan dengan pelaksanaan APBD tahun 2017 dengan tetap memperhatikan skala prioritas," katanya.

    Karolin menjelaskan, untuk belanja tidak langsung dalam APBD murni tahun 2017, semula dianggarkan Rp. 673,939 miliar. Sedangkan dalam Raperda P-APBD bertambah Rp. 15,151 miliar, sehingga menjadi sebesar Rp. 689,091 miliar.

    "Belanja tidak langsung berdasarkan kelompok belanja dalam P-APBD tahun 2017 sebesar Rp. 689,091 miliar, " ungkap mantan Anggota DPR RI Frakai PDI Perjuangan itu.

    Sementara belanja langsung, tambahnya, dalam APBD murni tahun 2017 semula dianggarkan Rp. 610,669 miliar dan dalam Raperda P-APBD bertambah Rp. 95,665 miliar, sehingga menjadi sebesar Rp. 706,335 miliar. "Rinciannya, belanja pegawai Rp. 20,424 miliar, belanja barang dan jasa Rp. 345,670 miliar serta belanja modal sebesar Rp. 340,239 miliar, " jelas Bupati.

    Kemudian sambung Karolin, pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan semula Rp. 50.000 miliar bertambah Rp. 11,395 miliar, sehingga menjadi Rp. 61,395 miliar. "Sedangkan, pengeluaran pembiayaan semula Rp. 11,450 miliar, berkurang Rp. 3,950 miliar sehingga menjadi Rp. 7,500 miliar.

    Dikatakan bupati, jika disandingkan antara anggaran pendapatan dan anggaran belanja dalam Raperda P-APBD Landak tahun 2017, maka terdapat defisit sebesar Rp. 73,801 miliar.

    "Sedangkan jika dilihat dari komponen pembiayaan daerah diketahui bahwa dari komponen pembiayaan Netto terdapat surplus sebesar Rp. 53,895 miliar yang diperoleh dari selisih antara penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah, " ucapnya.

    Dri

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Walaupun Paripurna Molor, Bupati Landak Tetap Sabar Menunggu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved