www.riaukontras.com
| Wali Kota Harapkan Hubungan Aceh Dengan Turki Semakin Kokoh | | Wali Kota: Karakter Kepemimpinan Anak Harus Dibangun Sejak Dini | | Forum Diskusi Publik ditaja Kemenkominfo RI,Mahfud MD dan Gun-Gun Siswandi Hadir sebagai Narasumber | | Semua Fraksi DPRK Setujui APBK-P 2019 Kota Banda Aceh | | Danrem 012/TU Pimpin Sertijab Dandim Nagan Raya dan Abdya | | Freddy Hadinata Sianturi: Tuhan Proses Hidup Saya dengan Sangat Luar Biasa
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 21 08 2019
 
Kapolda Tegaskan Bila Ada Bawahan Buat Onar Akan di Berikan Sanksi
Editor: | Selasa, 16-05-2017 - 11:54:14 WIB
KAPOLDA MALUKU UTARA
TERKAIT:
 
  • Kapolda Tegaskan Bila Ada Bawahan Buat Onar Akan di Berikan Sanksi
  •  

    TERNATE, RIAUKontraS.com -  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto tegaskan kepada seluruh bawahannya bila  membuat onar dalam kondisi mabuk akan di tindak dengan tegas. Tugas polisi itu, mengayomi, melindungi masyarakat. "Kalau ada anggota yang bermasalah akan dikenakan saksi berupa kode etik tindak disiplin dan dapat menjalani masa tahanan 21 hari, bahkan bisa di pecat," ungkapnya kepada kepada wartawan Senin (15/5).

    Kata dia, dua anggota yang terlibat kasus pemukulan terhadap seorang Security di Clab malam Q-Beeat beberapa waktu lalu, sudah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Pasca korban membuat laporan polisi tersebut dirinya langsung mengeluarkan perintah untuk diberikan sanksi terhadap kedua anggota tersebut, kini keduanya tetap menjalani proses hukum.

    Soal penahanan dua anggota polisi ,Kapolda mempersilahkan kepada awak media untuk menanyakan kepada Jaksa. " Kami sudan melakukan sesuai dengan prosedur kasus tersebut sudah limpahkan ke Jaksa ,keduanya sudah dinyatakan bersalah, " jelasnya.

    Pasca insiden pengeroyokan pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi dengan korban, namun korban tidak merasa puas dan tetap melanjutkan ke tingkat pengadilan. Kedua anggotanya tersebut tetap diproses. "Untuk soal pemecatan apabila anggota tersebut melakukan hal yang sangat fatal dan itu pun masih masuk dalam pertimbangan-pertimbang apakah di pecat atau tidak," jelas.

    Terpisah, Kuasa Hukum Korban, Darwis saat konfrensi pers di Caffe Soccer belum lama ini, mengatakan, tidak merasa puas sebab para tersangka pengeroyokan yang di lakukan empat orang  dua diantarnya oknum polisi yang bertugas di Polda Malut. Keempatnya pelaku dinyatakan bersalah dan dikenakan pasal 170 sesuai dengan KUHP diatas 5 tahun penjara, akan tetapi kenapa tidak di tahan, " inikan kasus pengeroyokan murni namun kenapa sampai saat ini kenapa belum ditahan jelasnya.

    Menurut dia, bukti-bukti pengereroyokan sudah  dikantongi  sebagai barang bukti berupa CCTV pasca kejadian tersebut. Pihaknya meminta ke empat tersangka harus di tahan. "kami heran ada empat pelaku pengeroyokan namun dalam BAP nya tidak  dicantumkan nama dari keempat tersangka.(sdn)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0821 7241 8111 / 0852 7850 2555
    via EMAIL: riaukontras@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)


     
    Berita Lainnya :
  • Kapolda Tegaskan Bila Ada Bawahan Buat Onar Akan di Berikan Sanksi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pesan Ahok Buat Istrinya Bila Dirinya Meninggal Dalam Waktu Dekat
    2 Ahok Akhirnya "Mundur"
    3 Bupat Meranti Apresiasi Bantuan CSR Mesin Pemadam Kebakaran PT. Timah
    4 Aktivis Aceh Timur Dukung Aksi Masyarakat Julok
    5 Jaksa: Siap Panggil Paksa Ibas Cs
    6 Pabrik Springbat PT Caisar Terbakar
    7 Rumah Ahok Terbakar Bersama 16 Rumah Lainnya
    8 Siapa Punya Uang Rp 100 Ini Sekarang Harga nya Luar Biasa sekali, Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah
    9 Hakim Wanita Pengadilan Agama Terjaring Razia Saat Selingkuh di Kamar Hotel
    10 Kapolres Bener Meriah, di Gugat Rp 1,1 Milyar
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. RIAUKONTRAS PERS, All Rights Reserved